Suara.com - Kapal penumpang berbobot 106 GT dengan tanda selar 6.960/Bc tersebut mengangkut sekitar 244 orang serta enam anak buah kapal. Sedangkan kapasitas kapal mencapai 285 orang.
Setelah kejadian naas, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi turun tangan. Saat ini, tim investigator masih mendalami penyebabnya.
"Kami sedang mengumpulkan data faktual dari lapangan, termasuk wawancara dengan kru, penumpang sudah kemarin, wawancara dengan krunya," ujar Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono.
Kapal Zahro Express yang dipimpin kapten Aldrin Dalimunthe terbakar di Muara Angke. Akibatnya, 23 orang meninggal dunia, 17 orang luka-luka, 17 orang hilang. Sebanyak 194 penumpang selamat.
Tiga investigator KNKT akan mengecek lokasi pembuatan Zahro Express. Tim ingin mempelajari apakah pembuatan kapal tersebut memenuhi standar atau tidak.