Politisi PDIP Khawatir Pengaturan Medsos Kembali Seperti Orba

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 07 Januari 2017 | 13:41 WIB
Politisi PDIP Khawatir Pengaturan Medsos Kembali Seperti Orba
Politisi PDI Perjuangan EFfendi Simbolon saat hadir dalam deklarasi koalisi di Lenteng Agung, Rabu (14/5/2014). [Suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon meminta pemerintah tidak terlalu reaktif dalam menghadapi ancaman di dunia maya. Misalnya soal situs atau media sosial yang menyebarkan berita hoax. Jika pemerintah terlalu reaktif akan membuat gaduh di masyarakat.

"Jangan terlalu reaktif pemerintah, karena bisa membuat semakin panik," ujar Effendi dalam diskusi bertajuk 'Media Sosial, Hoax dan Kita' di Warung Daun, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/1/2017).

Politisi PDI Perjuangan itu juga setuju pemerintah dalam hal ini mengatur informasi yang beredar di masyarakat. Namun ia menuding saat ini pemerintah seperti kebablasan mengatur di media sosial.

"Kalau pernyataan mengatur bagaimana cara mengatur untuk berbicara di dunia maya. Ini kan sulit. Di dunia nyata saja kalau baca mengatur terminologinya, maka sudah kurang tepat. Karena abad sekarang kalau diatur itu sulit," kata dia.

Kata Effendi, jika pemerintah terlalu kebablasan mengatur di media sosial akan kembali ke zaman orde baru.

"Kalau mengatur, nanti sulit nanti seperti kembali ke alam orde baru yang menggunakan tirani sangat militersitik. Pokoknya, ini kan repot. Jadi negara sebesar Cina yang komunis saja, tidak melakukan counter dengan cara menghalangi siapapun yang ingin bicara di dunia maya. Sepanjang pemerintah baik nggak ada salah," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Muncul Akun Medsos Palsu Anies-Sandi Berisi Adu Domba

Muncul Akun Medsos Palsu Anies-Sandi Berisi Adu Domba

News | Rabu, 04 Januari 2017 | 05:23 WIB

Jokowi Perintahkan Segera Dibentuk Badan Cyber Nasional

Jokowi Perintahkan Segera Dibentuk Badan Cyber Nasional

News | Selasa, 03 Januari 2017 | 23:04 WIB

Nur Wahid Heran di Era Keterbukaan yang Muncul Malah Fitnah

Nur Wahid Heran di Era Keterbukaan yang Muncul Malah Fitnah

News | Selasa, 03 Januari 2017 | 13:30 WIB

PBNU Ajak Netizen Bijak Manfaatkan Medsos, Jangan Buat Fitnah

PBNU Ajak Netizen Bijak Manfaatkan Medsos, Jangan Buat Fitnah

News | Jum'at, 30 Desember 2016 | 17:02 WIB

Twitter Tutup Akun Gembong Al Qaida

Twitter Tutup Akun Gembong Al Qaida

Tekno | Selasa, 27 Desember 2016 | 18:36 WIB

Kapolri, Panglima TNI dan Forum Pemred Bahas Sosial Media

Kapolri, Panglima TNI dan Forum Pemred Bahas Sosial Media

News | Kamis, 22 Desember 2016 | 06:58 WIB

Snapchat Punya Fitur Baru, Ngobrol Grup Bisa 16 Orang Sekaligus

Snapchat Punya Fitur Baru, Ngobrol Grup Bisa 16 Orang Sekaligus

Tekno | Rabu, 14 Desember 2016 | 06:50 WIB

Ternyata Media Sosial Bisa Bikin Trauma akan Demokrasi

Ternyata Media Sosial Bisa Bikin Trauma akan Demokrasi

Tekno | Selasa, 13 Desember 2016 | 06:45 WIB

Anggaran Iklan Medsos Global Tembus Rp668 T Pada 2019

Anggaran Iklan Medsos Global Tembus Rp668 T Pada 2019

Tekno | Rabu, 07 Desember 2016 | 07:15 WIB

Facebook dan Twitter Tak Serius Tumpas Ujaran Kebencian dan Hoax

Facebook dan Twitter Tak Serius Tumpas Ujaran Kebencian dan Hoax

Tekno | Rabu, 07 Desember 2016 | 07:33 WIB

Terkini

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:57 WIB

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:05 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:56 WIB

×