Taruna Dianiaya, Menhub Peluk Keluarga Amirullah, Kakek Menangis

Rabu, 11 Januari 2017 | 18:49 WIB
Taruna Dianiaya, Menhub Peluk Keluarga Amirullah, Kakek Menangis
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tiba di rumah duka Amirulloh Aditya Putra di Jalan Warakas 3, gang 16, nomor 14, RT 7, RW 14, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambangi rumah duka Amirullah Adityas Putra, taruna Sekolah Tinggi ilmu Pelayaran yang meninggal dunia karena dianiaya oleh senior-seniornya. Mengenakan batik, Budi Karya tiba sekitar pukul 18.10 WIB.

Dengan muka sedih, dia tidak memberikan komentar sedikitpun kepada media. Dia langsung masuk ke halaman rumah dan disambut keluarga almarhum.

Tak kuasa menahan rasa sedih, Budi Karya memeluk ayah dan kakek Amirullah. Kakek Amirullah, Mat Hassan, pun menangis.

Mereka kemudian berdialog, namun tidak diketahui apa isinya. Tak lama kemudian, mereka masuk ke dalam rumah.

Sebelum, Budi Karya datang, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Awal Chairuddin terlebih dulu tiba di lokasi. Dia datang bersama rombongan juga untuk menyampaikan belasungkawa.

Siang tadi, isak tangis mengiringi pemakaman Amirulloh di TPU Budi Darma, Semper, Jakarta Utara.

Keluarga, kerabat, dan rekan-rekan Amirullah turut mengantarkan jenazah dari rumah duka di Jalan Warakas 3, gang 16, nomor 14, RT 7, RW 14, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 14.30 WIB.

"Tadi pas diberangkatkan ke pemakaman, ada acara semacam pelepasan gitu, seniornya yang jadi pemimpin upacara, dan juga ada teman-teman angkatannya yang ikut berbaris," kata tetangga almarhum, Faiz, di rumah duka.

Sejumlah rekan Amirullah di STIP menolak memberikan keterangan kepada wartawan ketika ditemui di rumah duka.

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, yang diterima penyidik Polres Metro Jakarta Utara, Amirullah meninggal lantaran menderita pendarahan di beberapa organ vital.

"Ada bercak serapan darah, pendarahan di paru-paru, jantung, dan kelenjar liur di usus," kata Awal.

Awal mengatakan selain Amir, ada empat taruna STIP lainnya yang juga dianiaya secara bergantian oleh senior. Keempat teman seangkatan Amirullah, saat ini masih menjalani perawatan.

"Keempat rekannya dalam keadaan luka, memar memar di tubuh," kata Awal.

Saat ini, polisi telah menetapkan lima tersangka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI