Novanto: Ini Kunjungan Berharga di Rumah Besar Nasdem

Adhitya Himawan | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Selasa, 17 Januari 2017 | 17:55 WIB
Novanto: Ini Kunjungan Berharga di Rumah Besar Nasdem
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto bertemu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Jakarta, Selasa (17/1/2017). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menyebut kedatangannya merupakan kunjungan yang berharga menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh
 
Tak hanya itu,  ia menuturkan pertemuan dengan Paloh sebagai bentuk komitmen sebagai partai pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. 
 
Hal ini disampaikan Novanto usai menggelar silaturahmi politik di Kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (17/1/2017).
 
"Merupakan kunjungan yang sangat berharga di rumah besar senior saya Surya Paloh. Ini silaturahmi yang terus kita jalin selama ini kerja sama yang terus kita lakukan dalam program sebagai partai pendukung pemerintah,"ujar Novanto dalam jumpa pers.
 
 
 
Kata Novanto,  pertemuan tersebut juga menunjukkan komitmen kedua partai baik Partai Nasdem dan Partai Golkar dalam merespon isu yang berkembang saat ini. 
 
"Dukungan yang kita berikan untuk merespons, selain di parlemen, juga isu yang berkembang di masyarakat. Sehingga masyarakat  bisa melihat konsistensi sikap, politik partai pendukung pemerintah yang berjuang untuk kesejahterahan rakyat, "ucapnya. 
 
Lebih lanjut, Novanto menegaskan partai Nasdem dan Partai Golkar terus mendukung pemerintah Jokowi-JK. 
 
" Kami mendukung pemerintahan bapak Jokowi dan JK, dan dukungan ini tidak akan berhenti. Tadi sudah disebutkan bahwa masalah kebangsaan ini sangat penting, "kata dia. 
 
Hal senada disampaikan Ketua Umum DPP Partai Nasdem yang menyebut bahwa pertemuan tersebut memiliki makna yang strategis. 
 
"Ini memang silaturahmi yang dilaksanakan oleh DPP  Partai Golkar ke Nasdem ini memberikan makna cukup strategis," ucap Paloh
 
Ia juga menuturkan bahwa kedua partai memiliki komitmen dalam menjaga kelangsungan dan semangat kebangsaan. 
 
"Kedua partai ini punya komitmen yang sama bahwa kelangsungan, semangat kebangsaan yang telah kita miliki tidak boleh redup. Kedua partai ini harus seoptimal mungkin membangun kesadaran masyarakat. Negara ini negara Pancasila yang harus berdiri tegak,"paparnya. 
 
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham menjelaskan, pertemuan silaturahmi politik yang berlangsung sekitar dua jam menghasilkan lima poin antara Partai Nasdem dan Partai Golkar. 
 
Poin pertama yakni Nasdem dan Golkar memiliki keprihatinan yang sama dalam mencermati situasi dan kondisi kebangsaan.
 
"Kedua mengharapkan seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam NKRI dan berbhinneka tunggal ika,"kata Idrus. 
 
Idrus menuturkan baik Partai Nasdem dan Partai Golkar,  mengajak seluruh elemen bangsa untul mengembangkan politik kebangsaan sehingga seluruh sikap, pemikiran dan perilaku setiap anak bangsa senantiasa mengedepankan kepentingan bangsa diatas segala-galanya. 
 
"Keempat Nasdem dan Golkar menekankan perlunya konsisten kita sebagai bangsa dalam memperjuangkan cita-cita dan ideologi bangsa, "kata dia. 
 
Kemudian kedua partai mendorong pemerintah untuk tegas kepada siapapun yang mengganggu ideologi Pancasila dan NKRI.
 
"Mendesak kepada pemerintah untuk bersikap tegas terhadap siapapun  yang akan mengganggu ideologi Pancasila, persatuan dan kesatuan serta kokohnya NKRI, "ucap Idrus. 
 
Ia menambahkan, kelima poin kesepakatan antara Partai Nasdem dan Partai Golkar merupakan hasil dari pemikiran kedua pimpinan partai. 
 
"Ini yang jadi kesepakatan kita dari elaborasi pemikiran kedua Ketua Umum yakni Pak Novanto dan Pak Surya Paloh,"tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Hasil Pertemuan Setya Novanto dengan Surya Paloh

Ini Hasil Pertemuan Setya Novanto dengan Surya Paloh

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 17:08 WIB

Novanto Sambangi Surya Paloh di Markas Nasdem

Novanto Sambangi Surya Paloh di Markas Nasdem

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 14:53 WIB

Novanto Diperiksa KPK untuk Konfirmasi Rapat Proyek E-KTP

Novanto Diperiksa KPK untuk Konfirmasi Rapat Proyek E-KTP

News | Selasa, 10 Januari 2017 | 18:52 WIB

Surya Paloh: Dikit-dikit Reshuffle, Mabuk Kita Ini

Surya Paloh: Dikit-dikit Reshuffle, Mabuk Kita Ini

News | Selasa, 10 Januari 2017 | 16:31 WIB

Diperiksa KPK Lagi, Novanto: Semua Saya Serahkan ke Penyidik

Diperiksa KPK Lagi, Novanto: Semua Saya Serahkan ke Penyidik

News | Selasa, 10 Januari 2017 | 11:36 WIB

Setya Novanto Kembali Diperiksa KPK

Setya Novanto Kembali Diperiksa KPK

Foto | Selasa, 10 Januari 2017 | 11:21 WIB

Usut Kasus Triliunan Rupiah, KPK Periksa PNS Kemenkeu

Usut Kasus Triliunan Rupiah, KPK Periksa PNS Kemenkeu

News | Kamis, 05 Januari 2017 | 11:25 WIB

Di Amerika, Novanto Minta KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan

Di Amerika, Novanto Minta KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan

News | Rabu, 04 Januari 2017 | 13:11 WIB

Sejumlah Kader Nasdem Melipir Dukung Anies-Sandi, Lho?

Sejumlah Kader Nasdem Melipir Dukung Anies-Sandi, Lho?

News | Selasa, 27 Desember 2016 | 13:28 WIB

Setya Novanto Diperiksa KPK

Setya Novanto Diperiksa KPK

Foto | Selasa, 13 Desember 2016 | 16:29 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB