Array

Jagokan Vinales, Fenati Masih 'Sakit Hati' dengan Rossi?

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Selasa, 17 Januari 2017 | 19:19 WIB
Jagokan Vinales, Fenati Masih 'Sakit Hati' dengan Rossi?
Maverick Vinales, sewaktu masih di Suzuki, bercengkerama dengan rekan setimnya tahun ini di Yamaha, Valentino Rossi. Inset: Romano Fenati [AFP]

Suara.com - Kedatangan Maverick Vinales menggantikan posisi Jorge Lorenzo di Yamaha rupanya turut menyita perhatian Romano Fenati. Fenati merupakan mantan pebalap Moto3 yang didepak Valentino Rossi dari timnya di Moto3, Sky Racing Team VR46, musim lalu.

Dalam hal ini, Fenati mengatakan, dirinya melihat Vinales punya potensi besar mengalahkan Rossi pada balapan MotoGP 2017. Pebalap berusia 20 tahun itu menegaskan, dia menjagokan Vinales bukan karena masih memendam 'sakit hati' dengan pemecatan yang dilakukan Rossi.

Fenati berkilah, Vinales pebalap yang memiliki talenta besar. Ditambah lagi dengan faktor usia yang jauh lebih muda; Vinales 22 tahun, Rossi 37 tahun.

"Saya menjagokan Maverick Vinales. Menurut saya, dia pebalap yang sangat kuat dan bersama Yamaha dia akan langsung terasa efeknya. Dia akan buat kejutan di tahun 2017," kata Fenati.

"Valentino akan mendapat tekanan luar biasa dengan kehadirannya di tim dan itulah kenapa saya tidak menempatkannya sebagai favorit. Sekalipun dia tampil baik," lanjutnya.

Fenati dipecat dari tim Sky Racing Team VR46 setelah melakukan tindakan kekerasan kepada salah satu mekaniknya, Pietro Caprara. Atas insiden itu, piha Sky Racing Team VR46 memberhentikannya setelah tiga musim bersama, terhitung mulai Grand Prix Austria, 14 Agustus 2016.

Atas kejadian itu, pebalap Italia ini mengaku telah melupakannya. Kini dia tengah membuka lembaran baru menghadapi kompetisi Moto3 musim ini bersama tim barunya, Ongetta-Rivacold, yang disokong mesin Honda NSF250RW.

"Setelah melewati krisis, senang rasanya bisa kembali tunggangi motor. Saya menjadikan pengalaman itu sebagai sesuatu yang positif. Kejadian seperti itu kadang memang bisa terjadi, mungkin sudah nasib. Tapi, kadang ketika pintu tertutup, maka akan ada pintu yang terbuka," ujar Fenati.

"Dengan tim lama saya, Sky, tidak ada catatan buruk, tapi saya mempunyai catatan dengan kenangan bersama (Andrea) Migno, mantan tandem saya, dan mantan kepala kru saya, Pietro Caprara. Saya selalu berpikir, paling penting dalam balapan adalah rasa hormat, bahkan dengan musuh sekalipun. Itu menjadi situasi yang menyakitkan, tapi saya tak lagi memikirkannya," tambah pebalap asal Ascoli, Italia ini. (Sportal)

Baca Juga: Sempat Terkatung-katung, Eks Rekan Setim Rio Ini Gabung ke Sauber

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI