Ingin Tahu Jawaban Publik Soal Janji-janji Kampanye Agus-Sylvi?

Siswanto | Dian Rosmala
Ingin Tahu Jawaban Publik Soal Janji-janji Kampanye Agus-Sylvi?
Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1). [suara.com/Oke Atmaja]

Janji kampanye Agus-Sylvi lainnya yang juga ditanyakan yaitu mengenai relokasi warga Luar Batang.

Suara.com - Selain mengukur tingkat elektabilitas tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, lembaga survei Indikator Politik Indonesia juga mengukur sejauhmana warga Jakarta mengetahui janji kampanye dan isu seputar kandidat.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan pertanyaan yang diajukan kepada responden yaitu "apakah bapak atau ibu tahu atau pernah mendengar kabar bahwa pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni berjanji memberi uang Rp1 miliar per tahun untuk tiap RW dan Rp5 juta per tahun untuk setiap kepala keluarga yang kurang mampu?"

"Pada bulan Desember yang lalu, 50 persen menjawab tahu dan 50 persen menjawab tidak tahu. Namun, di bulan Januari ini, 67 persen menjawab tahu, dan 33 persen menjawab tidak tahu," kata Burhanuddin di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017).

Burhanuddin menambahkan pertanyaan tersebut kemudian dikembangkan menjadi: "jika tahu atau pernah dengar, seberapa yakin ibu atau bapak bahwa program tersebut akan ditepati jika Agus-Sylviana terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta?"

"Nah, ini yang menentukan. Yang jawab tahu pada bulan Desember lalu, ternyata hanya 26 persen yang menjawab yakin. Dan 56 persen menjawab tidak yakin. Pada bulan Januari, 24 persen menjawab yakin, dan 64 persen menjawab tidak yakin," ujar Burhanuddin.

Janji kampanye Agus-Sylvi lainnya yang juga ditanyakan yaitu mengenai relokasi warga Luar Batang. Bentuk pertanyaan yang diajukan yaitu pengetahuan dan keyakinan atas janji tersebut.

"Bulan Desember lalu, 25 persen jawab tahu. Dan 75 persen menjawab tidak tahu. Sedangkan di bulan Januari, 41 persen menjawab tahu, dan 59 persen menjawab tidak tahu," tutur Burhanudin.

Setelah pertanyaan dikembangkan menjadi apakah mereka yakin janji tersebut akan direalisasikan, ternyata jawabannya kurang positif.

"Pada bulan Desember, ada 39 persen menjawab yakin, dan 45 persen menjawab tidak yakin. Pada bulan Januari, hasilnya justru lebih tidak baik lagi, yaitu 38 menjawab yakin, dan 46 menjawab tidak yakin. Dan yang menjawab tidak tahu 16 persen," kata Burhanuddin.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS