Demokrat Minta Sadapan Perbincangan SBY-Ma'ruf Amin Dibuktikan

Adhitya Himawan, Bagus Santosa

Rabu, 01 Februari 2017 | 11:53 WIB
Demokrat Minta Sadapan Perbincangan SBY-Ma'ruf Amin Dibuktikan
Mantan Presiden SBY saat melayat ke rumah duka Mike Mohede, Senin (1/8/2016). [suara.com/Wahyu Tri Laksono]

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Didik Mukrianto ‎meminta terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuktikan legalitas tuduhannya kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin saat persidangannya di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta Selatan yang digelar oleh Pengadilan Jakarta Utara, Kemarin, Selasa (31/1/2017).

‎"Kita kasih kesempatan Pak Ahok untuk membuktikan legalitas tuduhannya. Apakah secara proses sah? Apakah subtasinya mendasar? Hanya Ahok yang bisa mempertanggungjawabkan," kata Didik di DPR, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Ma'ruf dituduh Ahok memberikan kesaksian palsu dalam persidangan itu. Karena Ma'ruf tidak mengakui ‎dirinya sempat ditelepon oleh Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono ketika putranya, Agus Yudhoyono datang ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk meminta restu dalam menghadapi Pilkada DKI Jakarta. Bahkan, Ahok mengklaim memiliki data tentang percakapan telepon itu.

"Dalam persidangan dinyatakan bahwa pihak Ahok mempunyai rekaman pembicaraan handphone Ma'ruf Amin. Jelas berarti ada penyadapan.‬ Dalam perspektif hukum, termasuk pasal 5 UU ITE, penyadapan hanya dapat dilakukan untuk kepentingan penegakan hukum dan dilakukan oleh pejabat yang berwenang.‬ Pertanyaannya sederhana, apabila ada seseorang yang mengaku mempunyai hasil sadapan tersebut dari mana mereka mendapatkannya?" kata Didik.

Anggota Komisi III DPR ini juga mempertanyakan legalitas sadapan itu. Dia mempertanyakan, apakah penyadapan itu dilakukan sendiri atau dari pihak lain yang tidak punya kewenangan penyadapan sesuai dengan undang-undang.‎

"Kita paham bahwa tidak setiap orang bisa menyadap. Tentu hanya pihak tertentu dan alat negara yang mempunyai perangkatnya. Tentu hal menarik yang perlu diungkap adalah sumber sadapan. Tanpa tidak harus menerka-nerka, kita tahu aparat negara mana yang punya perangkatnya," tambah dia.

Dia juga mengandaikan, kalau sumber sadapan tersebut didapat dengan cara yang melanggar hukum dan pihak yang tidak mempunyai kewenangan, hal itu menjadi berbahaya. Bertambah bahaya lagi, sambung Didik, apabila sadapan itu diperuntukkan untuk tujuan yang melanggar hukum dan diluar batas kewenangan.

"Kita tunggu agar pihak-pihak yang merasa punya rekaman pembicaraan bisa membuktikan tentang keabsahan sadapannya. Sehingga menjadi terang bagi kita semua standing kebenarannya. Apakah fakta atau rekayasa? Apakah legal atau Illegal? Semoga hukum tetap tegak pada keadilan. Aparat penegak hukum berdiri pada garis integritas dan kebenaran," tutur Didik.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Respon Istana soal Ultimatum Demokrat

Ini Respon Istana soal Ultimatum Demokrat

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 11:43 WIB

Kecam Sikap Ahok ke Ma'ruf Amin, Ansor dan Banser Siaga Satu

Kecam Sikap Ahok ke Ma'ruf Amin, Ansor dan Banser Siaga Satu

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 11:39 WIB

PKB: Santri dan Warga NU Ada Dibelakang Ma'ruf Amin

PKB: Santri dan Warga NU Ada Dibelakang Ma'ruf Amin

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 09:57 WIB

Publik Diminta Jangan Terprovokasi Isu Ma'ruf Amin Dipolisikan

Publik Diminta Jangan Terprovokasi Isu Ma'ruf Amin Dipolisikan

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 09:45 WIB

Pengacara Ahok Tuding Ada Pihak yang Memancing di Air Keruh

Pengacara Ahok Tuding Ada Pihak yang Memancing di Air Keruh

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 09:32 WIB

Jika Ma'ruf Dipolisikan Ahok, Khotibul: Jutaan Santri Siap Bela

Jika Ma'ruf Dipolisikan Ahok, Khotibul: Jutaan Santri Siap Bela

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 08:57 WIB

Usai Di-Bully, Pengacara Ahok Bantah Mau Polisikan Ma'ruf Amin

Usai Di-Bully, Pengacara Ahok Bantah Mau Polisikan Ma'ruf Amin

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 08:38 WIB

Ma'ruf Amin Tetap Layani Pertanyaan Jebakan Tim Ahok

Ma'ruf Amin Tetap Layani Pertanyaan Jebakan Tim Ahok

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 06:40 WIB

SBY Disebut Telpon Ma'ruf Buat Atur Acara, Timses Agus Meradang

SBY Disebut Telpon Ma'ruf Buat Atur Acara, Timses Agus Meradang

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 06:25 WIB

Kuasa Hukum Ahok Klaim Pegang Bukti SBY Telpon Ketua MUI

Kuasa Hukum Ahok Klaim Pegang Bukti SBY Telpon Ketua MUI

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 06:19 WIB

Terkini

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:07 WIB

Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo

Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:50 WIB

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:38 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:17 WIB