Suara.com - Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Muhamad Agung Budjiono menjelaskan soal tempat yang diduga dijadikan sasaran pelemparan molotov orang tak dikenal di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2016) diri hari. Menurutnya tempat tersebut bukan merupakan posko FPI.
"Bukan DPC atau kantor gitu. Hanya titik kumpul FPI. Kalau posko kan besar, ada gedungnya, plafonnya ada segala macam. Kalau itu hanya titik kumpul aja," kata Agung di Polda Metro Jaya.
Menurutnya saat kejadian, tempat tersebut memang dalam kondisi sepi.
"Iya sepi nggak ada orang. Kalau jarang ditempati, aku nggak tahu " kata dia.
Lantaran tidak adanya saksi yang melihat kejadian, polisi belum bisa mengungkap pelaku yang diduga melemparkan bom molotov ke tempat kumpul anggota FPI.
"Kalau peristiwanya masih lidik. Nggak ada (saksi) yang lihat," kata dia.
Informasi tersebut pelemparan bom molotov di lokasi tersebut juga telah menjadi viral di media sosial. Dari informasi yang beredar, sebagian netizen langsung menyebutkan bahwa tempat yang dilempari bom molotov adalah markas FPI. Mereka menebak-nebak aksi ini merupakan bagian dari upaya untuk memancing FPI.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari petinggi FPI soal peristiwa tersebut.