Suara.com - Masyarakat diimbau menghormati masa minggu tenang menjelang pemilihan kepala daerah serentak 15 Februari 2017, khususnya di Ibu Kota Jakarta.
"Mulai hari ini kami imbau dulu, jangan melakukan aktivitas yang merugikan masyarakat. Terutama saat masa tenang 11, 12, 13 Februari 2017," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2017).
Pernyataan Boy terkait isu akan ada demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan organisasi keagamaan di massa tenang nanti, selain itu mereka juga akan unjuk rasa tepat pada tanggal 15 Februari 2017 di Jakarta.
Boy mengatakan polisi akan berkoordinasi dengan penyelenggaraan dan pengawas pemilu untuk menciptakan suasana tenang.
"Itu saat masa tenang. Kami akan koordinasi dengan KPU dan Bawaslu. Untuk di hari tenang itu mewujudkan ketenangan," ujar Boy.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta meminta Badan Pengawas Pemilu melarang jika ada demonstrasi pada minggu tenang.
Pilkada Jakarta akan diselenggarakan pada 15 Februari 2017. Saat ini, masih masanya kampanye, yang sudah dimulai sejak 28 Oktober 2016 dan akan berakhir pada 11 Februari 2017.
Tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur mengikuti bursa pilkada. Pertama, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN. Kedua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang mendapat dukungan dari PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Nasdem.
Ketiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.