Bank Dunia: Pengungsi Bukan Beban Tapi Berkah Untuk Kenya

Ririn Indriani

Jum'at, 10 Februari 2017 | 07:33 WIB
Bank Dunia: Pengungsi Bukan Beban Tapi Berkah Untuk Kenya
Ilustrasi pengungsi di Afrika. (Shutterstock)

Suara.com - Ribuan pengungsi yang telah menetap di kamp sementara di kabupaten perbatasan Kenya Utara adalah aset dan bukan beban untuk ekonomi lokal, kata Bank Dunia Kamis (9/2/2017), dalam laporan baru yang dikeluarkan di Nairobi.

Menurut laporan tersebut "Economics of Refugeees and their Social Dynamics in Kakuma, Kenya", negara Afrika Timur itu dapat meraup keuntungan ekonomi melalui penyatuan pengungsi asing ke dalam susunan budaya dan ekonomi lokal.

Apurva Sanghi, Kepala Ahli Ekonomi Bank Dunia, mendesak pemerintah agar memanfaatkan keterampilan dan bakat para pengungsi dari negara tetangga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, kestabilan dan perdamaian.

"Kehadiran pengungsi di Kenya telah menjadi berkah buat ekonomi-makro sebagaimana terbukti melalui permintaan yang lebih tinggi akan barang dan layanan dan penyediaan tenaga kerja trampil," kata Sanghi, sebagaimana dikutip Xinhua, Jumat (10/2/2017) pagi.

Bank Dunia dan Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) bekerjasama dalam studi itu untuk memastikan sumbangan dari orang yang kehilangan tempat tinggal dari negara tetangga buat ekonomi Kenya.

Kenya adalah negara kedua penampung terbesar di Afrika setelah Ethiopia, dan statistik pemerintah menunjukkan negara tersebut menjadi tempat tinggal buat sebanyak 700.000 pengungsi dari negara tetangganya yang dilanda pergolakan.

Para peneliti Bank Dunia menyatakan kehadiran kamp pengungsi terbesar kedua di Kenya, Kakuma, memiliki dampak positif pada sektor penting ekonomi seperti pertanian, perikanan dan perdagangan eceran di Kabupaten Turkana, tempat kamp tersebut berada.

Kesimpulan mereka mengungkapkan kehadiran pengungsi di Kabupaten Turkana, yang setengah tandus dan berkembang, mendorong seluruh penciptaan lapangan kerja dan penghasilan masing-masing sebanyak 3,4 persen dan tiga persen.

Selain itu, pengungsi meningkatkan konsumsi bahan pokok lokal dan produk susu sebanyak 35 persen, dengan demikian memperluas dasar penghasilan dari petani kecil dan peternak.

Sanghi menyatakan pemelihara ternak, petani dan pedagang eceran di Kabupaten Turkana adalah peraih manfaat terbesar dengan kehadiran kamp pengungsi di wilayah mereka.

"Keuntungan lain terkait dengan kehadiran kamp pengungsi di Kabupaten Turkana meliputi hasil gizi yang lebih baik buat penduduk lokal," kata Sanghi.

Ia mengatakan pemerintah mesti menanam modal pada pembangunan ketrampilan buat pengungsi guna meningkatkan sumbangan mereka buat ekonomi dan perkembangan sosial.

Raouf Mazou, Wakil UNHCR di Kenya, mengatakan penyatuan pengungsi asing dengan masyarakat di negara penampung mereka akan memicu perkembangan sosial-ekonomi.

"Kebijakan pemerintah mesti memfasilitasi peralihan dari dukungan darurat buat pengungsi ke keterlibatan mereka dalam pembangunan jangka panjang negara penampung mereka," kata Mazou.

Ia menyatakan pembangunan bermacam fasilitas seperti pendidikan dan kesehatan adalah kunci untuk mempercepat penyatuan pengungsi asing di Kenya.(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Demonstran Anti-Rohingya Adang Kapal Pengangkut Bantuan Malaysia

Demonstran Anti-Rohingya Adang Kapal Pengangkut Bantuan Malaysia

News | Kamis, 09 Februari 2017 | 18:19 WIB

Paus Fransiskus: Hentikan Pembantaian Etnis Rohingya!

Paus Fransiskus: Hentikan Pembantaian Etnis Rohingya!

News | Kamis, 09 Februari 2017 | 14:07 WIB

Inggris Dorong Pengungsi Hijrah ke Asia dan Amerika Latin

Inggris Dorong Pengungsi Hijrah ke Asia dan Amerika Latin

News | Minggu, 05 Februari 2017 | 02:14 WIB

Gereja-gereja AS Kecam Trump Karena Hanya Terima Imigran Kristen

Gereja-gereja AS Kecam Trump Karena Hanya Terima Imigran Kristen

News | Senin, 30 Januari 2017 | 07:02 WIB

Terkini

Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang

Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:43 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Ekosistem Pembiayaan di Jawa Timur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Ekosistem Pembiayaan di Jawa Timur

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Seskab Teddy Ternyata Berbohong Soal Sumber Anggaran MBG

Seskab Teddy Ternyata Berbohong Soal Sumber Anggaran MBG

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Kebakaran Hebat di Blitar, Ibu Luka Bakar Parah Saat Api Tungku Menyambar Bensin

Kebakaran Hebat di Blitar, Ibu Luka Bakar Parah Saat Api Tungku Menyambar Bensin

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara

Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Kajian PPHN di MPR Sudah Selesai, Selanjutnya Tinggal Tunggu Sikap Presiden

Kajian PPHN di MPR Sudah Selesai, Selanjutnya Tinggal Tunggu Sikap Presiden

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:36 WIB

IDI Desak Audit RS dan BPJS Usai Tragedi Yusrizal: Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Diefisiensi

IDI Desak Audit RS dan BPJS Usai Tragedi Yusrizal: Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Diefisiensi

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Kekalahan Memalukan Timnas Indonesia dari Vietnam Jadi Pembahasan Unik Media Korea

Kekalahan Memalukan Timnas Indonesia dari Vietnam Jadi Pembahasan Unik Media Korea

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Dukung Generasi Emas, BRI Peduli Bawa Program Desa BRILiaN 1.000 HPK ke Kaliurang

Dukung Generasi Emas, BRI Peduli Bawa Program Desa BRILiaN 1.000 HPK ke Kaliurang

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Sektor Pertambangan Jadi Satu-satunya Terkontraksi pada Kuartal II 2026, Ini Penyebabnya

Sektor Pertambangan Jadi Satu-satunya Terkontraksi pada Kuartal II 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB

×