Benarkah SBY Penyebab Elektabilitas Agus - Sylvi Anjlok?

Suwarjono

Jum'at, 10 Februari 2017 | 21:48 WIB
Benarkah SBY Penyebab Elektabilitas Agus - Sylvi Anjlok?
Calon gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono. [Suara.com/Ummy]

Suara.com - Menjelang pemilihan kepada daerah DKI Jakarta, sejumlah kejutan terjadi. Survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei menunjukkan elektabilitas pasangan nomor urut 1 Agus Harimurti - Sylviana Murni melorot tajam. Sebaliknya kenaikan cukup tajam terjadi pada pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan - Sandiaga Uno. Sementara, pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat tetap tertinggi elektabilitasnya.

Lembaga survei dari Alvara Research Center menyebutkan elektabilitas pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat masih unggul dengan 38,3 persen disusul Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan 32,6 persen.

"Sementara pasangan Agus Harimurti-Sylviana Murni elektabilitasnya hanya 20,1 persen," kata CEO Alvara, Hasanuddin Ali saat merilis hasil survei tentang elektabilitas pasangan calon kepala daerah dalam Pilkada DKI Jakarta di Jakarta, Jumat.

Survei yang dilakukan pada 6-8 Februari 2017 ini memakai metodologi multistage random sampling dengan 811 responden yang di survei di 105 kelurahan.

Sebaran sampel sendiri dibagi dalam lima wilayah, yakni Jakarta Barat sebanyak 185, Jakarta Pusat 85, Jakarta Selatan 192, Jakarta Timur 225, dan Jakarta Utara sebanyak 124. Margin of error kurang lebih 3,4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden yang diservei sendiri mayoritas mengaku bukan anggota ormas, yakni sebanyak 60,4 persen. Sedangkan yang mengaku anggota ormas NU sebanyak 30,8 persen, Muhammadiyah 6,9 persen, dan ormas lain-lain di bawah 1 persen.

Hasanuddin mengatakan dalam survei ini, 100 persen masyarakat DKI Jakarta sudah mengenal dengan baik pasangan calon sehingga dalam hal popularitas pasangan calon sudah kuat.

"Namun dalam "top of mind" publik sangat mengingat pasangan Ahok-Djarot, yakni sebanyak 55,4 persen. Disusul Anies-Sandi 27,5 persen, dan Agus-Sylvy 17,1 persen," katanya.

Hasanuddin Ali menambahkan ada beberapa kejutan dari hasil survei, terutama tentang pergeseran dan penurunan suara pada pasangan nomor urut satu (Agus-Sylvy) dan diikuti oleh kenaikan yang dialami paslon nomor urut tiga (Anies-Sandiaga).

"Terlihat ada pergeseran suara dari nomor satu ke nomor tiga sedangkan nomor urut 2, yakni pasangan Ahok-Djarot konsisten di atas," jelas Hasanuddin Ali.

Hasanuddin menambahkan kendati pasangan Ahok-Djarot ada di posisi pertama, namun diakui terjadi sedikit penurunan elektabilitas yang disebabkan oleh polemik dengan Ketum MUI Ma'ruf Amin.

"Penurunan ini tidak signifikan karena justru yang terkena banyak imbas penurunan adalah pasangan nomor urut 1 (Agus-Sylvy). Ahok agak turun hanya tidak terlalu signifikan dan ternyata suara pasangan nomor urut satu di kalangan Nahdliyin juga turun. Ini menunjukkan respon yang dilakukan oleh Pak SBY di medsos ternyata berpengaruh di kalangan Nahdliyin juga," jelas Hasanuddin.

Pasangan Anies-Sandiaga, justru mendapat banyak limpahan suara, salah satunya karena tidak terlalu masuk dalam pusaran konflik Ahok-Ma'ruf, selain juga karena performance saat debat kandidat juga sangat bagus.

"Jadi dalam analisa kami, pengaruh dari performance debat dan tidak ikut dalam merespon perselisihan antara Ahok dan Ma'ruf Amin ternyata positif bagi pasangan Anies-Sandiaga," lanjut Hasanuddin.

Dua Putaran? Melihat hasil survei tersebut, ada kemungkinan bahwa Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung 2 putaran. Hasil debat pamungkas juga akan memengaruhi hasil survei.

"Pemilih Ahok dan Anies lebih solid dibandingkan pemilih Agus. Jadi kalau dilihat kemungkinan debat terakhir hanya memantapkan di kedua kubu di paslon 2 dan 3. Suaranya agak bimbang pemilih satu akan berubah," kata Hasanuddin. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akui di TKP, Wakil Ketua PAN Kalsel Bantah Pimpin Demo Rumah SBY

Akui di TKP, Wakil Ketua PAN Kalsel Bantah Pimpin Demo Rumah SBY

News | Jum'at, 10 Februari 2017 | 20:42 WIB

SBY "Berkicau" Lagi: Sebut Wiranto, Habib Rizieq dan Islamofobia

SBY "Berkicau" Lagi: Sebut Wiranto, Habib Rizieq dan Islamofobia

News | Jum'at, 10 Februari 2017 | 12:29 WIB

Jimly Minta Cukup Nikmati Keluhan SBY di Twitter

Jimly Minta Cukup Nikmati Keluhan SBY di Twitter

News | Kamis, 09 Februari 2017 | 14:37 WIB

Jokowi: Kalau Semua Ditanya ke Presiden, Saya Bertanya ke Siapa?

Jokowi: Kalau Semua Ditanya ke Presiden, Saya Bertanya ke Siapa?

News | Rabu, 08 Februari 2017 | 21:33 WIB

Demokrat: Inti Pidato SBY Adalah Jangan Alergi Kritik

Demokrat: Inti Pidato SBY Adalah Jangan Alergi Kritik

News | Rabu, 08 Februari 2017 | 20:08 WIB

SBY Sekeluarga Diminta Ikut Program Tax Amnesty

SBY Sekeluarga Diminta Ikut Program Tax Amnesty

News | Rabu, 08 Februari 2017 | 14:57 WIB

Misbakhun Kritik SBY Salah Besar Soal Tax Amnesty

Misbakhun Kritik SBY Salah Besar Soal Tax Amnesty

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2017 | 13:53 WIB

SBY Pesimistis Aktor  di Balik Aksi Depan Rumahnya Bisa Terungkap

SBY Pesimistis Aktor di Balik Aksi Depan Rumahnya Bisa Terungkap

News | Rabu, 08 Februari 2017 | 08:56 WIB

Singgung Kasus Ahok, SBY: Ada Penggeseran dari Isu Aslinya

Singgung Kasus Ahok, SBY: Ada Penggeseran dari Isu Aslinya

News | Rabu, 08 Februari 2017 | 07:02 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×