Singgung Kasus Ahok, SBY: Ada Penggeseran dari Isu Aslinya

Rizki Nurmansyah, Dian Rosmala

Rabu, 08 Februari 2017 | 07:02 WIB
Singgung Kasus Ahok, SBY: Ada Penggeseran dari Isu Aslinya
Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono saat memberikan keterangan pers di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (1/2/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud}

Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, turut menyinggung kasus dugaan penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pidatonya di acara dies natalis Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2017) malam.

SBY mengatakan, kasus tersebut merupakan ujian bagi kondisi sosial dan politik di tanah air.

"Isu yang sebenarnya cukup sederhana. Akibat pengelolaan awal yang tidak tepat, akhirnya berkembang menjadi isu yang rumit dan sensitif," kata SBY.

Presiden RI keenam ini berpendapat, kasus hukum Ahok bukanlah isu kebhinekaan, bukan isu SARA dan juga bukan isu NKRI. Namun, kata dia, dalam perkembangannya isu tersebut seperti politisasi.

"Ada penggeseran dari isu aslinya. Akibatnya hubungan antara identitas tertentu menjadi tegang. Masyarakat justru bercuriga, jangan-jangan ada pihak tertentu yang ingin membenturkan satu identitas dengan identitas yang lain," ujar SBY.

Dia pun berharap ketegangan sosial politik yang sekarang ini terjadi di tanah air harus segera diakhiri. Jangan justru dipelihara, apalagi dibesar-besarkan.

Untuk itu, SBY mengajak semua elemen masyarakat memetik hikmah dan pelajaran yang berharga dari peristiwa tersebut.

"Sebagai bangsa yang majemuk, marilah kita benar-benar pandai bertoleransi dan bertenggang rasa. Setelah itu, marilah kita lanjutkan perjalanan kita melangkah ke depan, move on, masih banyak tugas dan pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama di masa depan," tutur SBY.

Selain itu, SBY meminta semua elemen masyarakat agar menghormati proses penegakan hukum yang sedang dijalani Ahok. Memberikan ruang kepada penegak hukum, agar bisa memutuskan seadil-adilnya.

baca juga

"Putusan apapun mesti kita hormati. Bebaskan segala intervensi dari pihak manapun," kata SBY.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar pengerahan massa dalam jumlah besar dalam menyikapi kasus tersebut tidak lagi dilakukan.

"Gerakan massa yang berhadap-hadapan bisa menimbulkan benturan fisik dan kekerasan yang tidak kita kehendaki. Dengan niat baik, saya ingin mengingatkan, janganlah dibiarkan terjadinya benturan horizontal di masyarakat kita," pungkas SBY.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY: Hukum di Era Jokowi Sering Dipolitisasi

SBY: Hukum di Era Jokowi Sering Dipolitisasi

News | Selasa, 07 Februari 2017 | 23:11 WIB

SBY Sebut Hutang Luar Negeri Indonesia Makin Bengkak

SBY Sebut Hutang Luar Negeri Indonesia Makin Bengkak

News | Selasa, 07 Februari 2017 | 22:39 WIB

SBY Sebut Ada Aktor Intelektual pada Aksi Demo di Rumahnya

SBY Sebut Ada Aktor Intelektual pada Aksi Demo di Rumahnya

News | Selasa, 07 Februari 2017 | 22:28 WIB

Sindiran SBY: Negara Tak Boleh Asyik dan Terlena oleh Kapitalisme

Sindiran SBY: Negara Tak Boleh Asyik dan Terlena oleh Kapitalisme

News | Selasa, 07 Februari 2017 | 22:17 WIB

SBY Pesimis Kasus Demo di Rumahnya Diusut Tuntas

SBY Pesimis Kasus Demo di Rumahnya Diusut Tuntas

News | Selasa, 07 Februari 2017 | 22:16 WIB

Acara Dies Natalis Demokrat, SBY Singgung Isu Keadilan

Acara Dies Natalis Demokrat, SBY Singgung Isu Keadilan

News | Selasa, 07 Februari 2017 | 22:05 WIB

Terkait Aksi 11 Februari, Rois Aam PBNU: Itu Bukan Urusan Kita

Terkait Aksi 11 Februari, Rois Aam PBNU: Itu Bukan Urusan Kita

News | Selasa, 07 Februari 2017 | 21:30 WIB

Terkini

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:35 WIB

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:30 WIB

×