Dilarang Keluar Arena Debat, Pendukung Agus-Sylvi Ngamuk

Reza Gunadha, Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 10 Februari 2017 | 21:51 WIB
Dilarang Keluar Arena Debat, Pendukung Agus-Sylvi Ngamuk
Pendukung Agus - Sylvi mengamuk lantaran tak dibolehkan keluar dari arena debat kandidat KPU Jakarta, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2017).

Suara.com - Massa pendukung  Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, sempat bersitegang dengan petugas keamanan dan panitia debat kandidat KPU DKI Jakarta, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2017) malam.

Insiden itu bermula ketika sejumlah pendukung Agus-Sylvi hendak keluar ruangan debat, tapi tidak diperbolehkan oleh petugas keamanan.

Kontan massa Agus-Sylvi meneriaki petugas keamanan serta panitia debat. "Masak mau keluar dilarang. Jangan main-main," teraiak seorang pendukung pasangan nomor urut satu tersebut.

Pendukung yang berpakaian tacticool berwarna hitam bertuliskan Agus-Sylvi itu, tampak tidak menerima larangan tersebut.

Pasalnya, ia mengklaim melihat sejumlah orang yang mengenakan kemeja motif kotak-kotak, yang notabene pendukung Cagub dan Cawagub nomor urut dua (Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat), bisa keluar masuk ruang debat tanpa dilarang.

"Mereka mengira kami ini anak kecil. Jangan dilarang dong, KPU gila ini,” cerca pria yang memakai topi tersebut.

Panitia debat mengatakan, pendukung Agus-Sylvi hendak keluar dari pintu sebelah kiri dari ruang debat. Namun, dia tak dibolehkan keluar karena banyak pendukung pasangan calon lain yang ingin mencoba masuk ke ruang debat.

"Dia mau keluar tapi tidak bisa, jadi dia mau memprovokasi saja. Dia dilarang karena yang dari luar mau memasuki ruangan debat ini,” tutur panitia.

Panitia yang mengenakan rompi itu menjelaskan, selama berlangsungnya debat kandidat ketiga berlangsung, seluruh pintu masuk sudah dikunci.

"Ini sekarang kita kunci semua. Dia tadi mau keluar. Sementar tadi yang di luar mau masuk. Sebelumnya, timses masing-masing calon sepakat masing-masing pendukung 100 orang kan yang boleh datang," kata panitia.

Debat kandidat malam ini KPU DKI Jakarta mengambil tema kependudukan dan peningkatan kualitas hidup. Debat yang terdiri dari enam segmen ini memiliki subtema pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, anti-narkotika, dan kebijakan untuk disabilitas.

Debat diikuti tiga pasangan calon yang berlaga di Pilkada Jakarta 2017, mereka adalah, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan terakhir Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Agus SBY Disoraki Pembohong oleh Pendukung Ahok-Djarot

Agus SBY Disoraki Pembohong oleh Pendukung Ahok-Djarot

News | Jum'at, 10 Februari 2017 | 21:26 WIB

Agus Sindir Ahok Upload Marahi Anak Buahnya di Youtube

Agus Sindir Ahok Upload Marahi Anak Buahnya di Youtube

News | Jum'at, 10 Februari 2017 | 21:18 WIB

Sindiran Tajam Sylviana ke Ahok dan Veronica Tan

Sindiran Tajam Sylviana ke Ahok dan Veronica Tan

News | Jum'at, 10 Februari 2017 | 21:00 WIB

AHY: Saya Dulu Militer, Tak Bakal Ampuni Pengedar Narkoba!

AHY: Saya Dulu Militer, Tak Bakal Ampuni Pengedar Narkoba!

News | Jum'at, 10 Februari 2017 | 20:30 WIB

Terkini

The Blanket Cats: Ketika Kehadiran Kucing Menjadi Obat bagi Luka Hati

The Blanket Cats: Ketika Kehadiran Kucing Menjadi Obat bagi Luka Hati

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:50 WIB

Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel

Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:29 WIB

Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru

Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Harga Cuma Rp1 Jutaan, 5 HP Ini Punya Kamera di Atas Ekspektasi

Harga Cuma Rp1 Jutaan, 5 HP Ini Punya Kamera di Atas Ekspektasi

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai

Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Terjun ke Laut

Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Terjun ke Laut

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:18 WIB

Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%

Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026

Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:14 WIB

Pemda Guyur Anggaran Rp 500 Juta buat Alokasi Pendidikan

Pemda Guyur Anggaran Rp 500 Juta buat Alokasi Pendidikan

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:11 WIB

Ironi Ruang Kota: Ketika Mal Harus Terbuka, tapi "Rumah Rakyat" Dipagari Kawat Berduri

Ironi Ruang Kota: Ketika Mal Harus Terbuka, tapi "Rumah Rakyat" Dipagari Kawat Berduri

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:10 WIB

×