Temukan Politik Uang di Pilkada Banten, Rano: Proses Hukum

Rizki Nurmansyah

Rabu, 15 Februari 2017 | 13:52 WIB
Temukan Politik Uang di Pilkada Banten, Rano: Proses Hukum
Gubernur Banten Rano Karno usai menjalani pemeriksaaan penyidik KPK di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/1). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Calon Gubernur Banten, Rano Karno menyoroti adanya indikasi kecurangan menjelang pencoblosan dan meminta kepada penegak hukum agar memproses pelaku sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Terkait adanya indikasi kecurangan jelang pencoblosan, saya harap agar proses hukum bisa ditegakkan secara adil," kata Rano Karno ditemui di rumah pemenangan, Perumahan Modernland Tangerang, Rabu (15/2/2017).

Rano mengatakan, indikasi kecurangan yang ditemukan adalah sejumlah bungkusan berisi mie instan yang siap didistribusikan dan juga politik uang di beberapa wilayah.

Padahal dirinya berharap agar proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten berjalan dengan lancar.

Namun karena adanya temuan tersebut, pihaknya berharap agar pelaku dapat diproses demi menghasilkan pilkada yang diharapkan.

"Kaitan kecurangan, intinya harus dilaporkan," tegasnya.

Rano Karno telah tiba di rumah pemenangan Rano-Embay di Perumahan Modernland Tangerang untuk mengikuti proses hitung cepat. Rano Karno tiba pukul 13.00 WIB dan langsung melakukan rapat tertutup dengan tim pemenangan.

Polres Metro Tangerang Kota telah menerjunkan sebanyak 1.227 personel keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI yang disiagakan untuk mengamankan proses pemungutan suara Pilgub Banten di Kota Tangerang.

Sebanyak 927 personel kepolisian melakukan pengamanan pada semua tempat pemungutan suara (TPS). Kemudian, sebanyak 100 personel Brimob dan 200 personel Kostrad akan disiagakan untuk membantu, termasuk di titik rawan.

baca juga

Kepolisian telah menetapkan 39 titik rawan geografis dan politik. Antisipasinya, telah disiapkan personel yang diperlukan. Begitu juga dengan KPU yang sudah menyiapkan 20 TPS cadangan jika terjadi banjir.

KPU Kota Tangerang mencatat ada 800 pemilih disabilitas dan 486 pemilih di lembaga pemasyarakatan. Sedangkan jumlah DPT Kota Tangerang tercatat 1.127.914 pemilih dengan 2.468 TPS.

KPU setempat telah memusnahkan sebanyak 31.216 surat suara rusak sebelum hari pencoblosan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebab Rano Karno Optimis Jadi Gubernur Banten Lagi

Sebab Rano Karno Optimis Jadi Gubernur Banten Lagi

News | Rabu, 15 Februari 2017 | 13:47 WIB

Unggul di Survei Indo Barometer, Ini Komentar Rano Karno

Unggul di Survei Indo Barometer, Ini Komentar Rano Karno

Entertainment | Sabtu, 11 Februari 2017 | 11:51 WIB

Rano Karno Siap Buat Film 'Si Doel Anak Betawi Reborn'

Rano Karno Siap Buat Film 'Si Doel Anak Betawi Reborn'

Entertainment | Sabtu, 21 Januari 2017 | 10:39 WIB

Jelang Syuting "Si Doel", Rano Karno Rahasiakan Pemainnya

Jelang Syuting "Si Doel", Rano Karno Rahasiakan Pemainnya

Entertainment | Rabu, 21 Desember 2016 | 19:37 WIB

Berkah Sakit, Rano Karno Berhenti Merokok

Berkah Sakit, Rano Karno Berhenti Merokok

Entertainment | Rabu, 21 Desember 2016 | 14:52 WIB

Lewat Film, Rano Karno Angkat Budaya Barongsai

Lewat Film, Rano Karno Angkat Budaya Barongsai

Entertainment | Rabu, 21 Desember 2016 | 13:26 WIB

Lawan Rano Karno Surati KPK Agar Ungkap Siapa yang Korupsi

Lawan Rano Karno Surati KPK Agar Ungkap Siapa yang Korupsi

News | Jum'at, 09 Desember 2016 | 17:59 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×