Ketika "Pangeran Cikeas" Tumbang di Bentengnya Sendiri....

Reza Gunadha

Kamis, 16 Februari 2017 | 10:01 WIB
Ketika "Pangeran Cikeas" Tumbang di Bentengnya Sendiri....
Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) dan Calon Wakil Gubernur Sylviana Murni memberikan salam usai memberikan pernyataan penutup dalam debat ketiga Pilkada DKI Jakarta di Jakarta, Jumat (10/2) [Antara]

Suara.com - Semburat senja dan percik hujan menambah kesan sunyi dan kelengangan di Wisma Proklamasi Nomor 41, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017) petang. Wisma itu, sejak empat bulan terakhir, disulap menjadi pos komando (posko) kemenangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Padahal, sehari sebelumnya, Selasa (14/2), keriuhan menyelimuti posko pemenangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI nomor urut satu tersebut. Orang-orang yang berlalu-lalang di posko itu juga menunjukkan paras penuh optimisme: patronnya akan menang.

Suasana sepi di wisma itu sebenarnya mulai terjadi sejak Rabu siang. Persis ketika sejumlah lembaga survei memunculkan hasil hitung cepat yang memprediksi Agus-Sylvi kalah telak dari dua kandidat lain karena memeroleh angka belasan persen.

"Kita tunggu Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta. Sabar saja dulu," kata Syarif, yang baru saja tiba di Wisma itu kepada wartawan.

Namun, harapan Syarif itu lucut setelah sang “Pangeran Cikeas”, Agus Harimurti, mendadak memberikan konferensi pers di wisma terebut, Rabu sekitar pukul 21.00 WIB.

"Secara kesatria dan lapang dada, saya menerima kekalahan saya dalam Pilkada DKI Jakarta. Sekali lagi, secara kesatria dan lapang dada saya menerima kekalahan saya,” tegas Agus dengan nada bergetar, yang disambut isak tangis banyak tim pemenangannya. 

Pernyataan kekalahan tersebut sontak menjadi alarm banyak pihak:  Trah politik “Keluarga Cikeas” terancam luntur.

Generasi Kedua yang Tersungkur

“Keluarga Cikeas”, menjelma sebagai poros politik baru yang mampu menjadi aktor utama dalam panggung politik nasional hingga daerah dalam kurun satu dasawarsa terakhir. Persisnya, sejak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sukses memenangkan dua kali pemilihan presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat (2004-2009/2009-2014).

Namun, seusai SBY lengser dari jabatan Presiden ke-6 RI, poros politik Cikeas goyah. Beragam kasus korupsi yang menjerat banyak elite Partai Demokrat—organisasi politik yang menempatkan keluarga Cikeas sebagai tokoh kunci—maupun dugaan skandal politik yang diarahkan kepadanya, membuat langkah-langkah politik kelompok  Cikeas tak lagi tokcer.

Termutakhir, generasi kedua Keluarga Cikeas, Agus Harimurti, tampil mengecewakan setelah memberanikan diri keluar dari dinas kemiliteran untuk terjun ke dunia politik. Putra SBY tersebut—berpasangan dengan Sylviana Murni—kuat diprediksi gagal dalam putaran pertama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang digelar, Rabu (15/2/2017).

Agus-Sylvi justru terkulai lemas tak berdaya di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) strategis dan bergengsi. Bahkan, Agus dan Sylvi harus mengakui kedigdayaan dua pasangan calon lain yang mampu membobol benteng mereka.

Betapa tidak, sang “Pangeran Cikeas” beserta pasangannya, terjerembab di TPS 6 RT/RW03, Jalan Cibeber I, Kelurahan Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Padahal di TPS itulah Agus beserta istri, Annisa Pohan, memberikan hak suaranya.

Agus-Sylvi hanya mampu meraup 127 suara di TPS tersebut. Adalah pasangan pasangan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) yang sukses membobol benteng Agus.

"Hasil akhir penghitungan surat suara yang kami lakukan, Ahok-Djarot menang dengan 286 suara,” tutur petugas KPPS TPS 06, Immanuel Partogi, Rabu sore.

Agus-Sylvi kembali harus berlapang dada  ketika petugas KPPS TPS 103 103 di Kavling Marinir, Kompleks Billymoon, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengumumkan hasil akhir perhitungan surat suara.

Pasangan itu hanya mampu mengumpulkan 88 suara di TPS tempat Sylvi mencoblos tersebut. Lagi-lagi, pasangan calon petahana yang membobol. Ahok-Djarot sukses menggondol 248 suara. Anies-Sandi juga kebagian jatah sebagai pemenang kedua di TPS Mpok Sylvi, yakni 150 suara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI, hingga Kamis (16/2/2017), masih melakukan penghitungan perolehan suara, untuk menentukan siapakah pemenang pilkada dan apakah kontes politik demokratis ini harus berlanjut hingga putaran kedua.

Namun, sejumlah lembaga survei sudah memublikasikan hasil hitung cepat Pilkada Jakarta. Hasilnya juga sama mirisnya: Agus-Sylvi berada di posisi ketiga dari tiga pasang kandidat.

Tragedi Hari Valentine

Peneliti lembaga Lingkaran Survei Indonesia Denny JA, Ade Mulyana, menilai efek pernyataan mantan Ketua KPK Antasari Azhar, Selasa (14/2/2017), persis saat para ABG merayakan Hari Valentine atau hari kasih sayang itu, menjadi salah satu faktor yang memicu perolehan suara Agus-Sylviana terpuruk.

"Mengapa Agus-Sylvi kalah? Pertama, karena ada efek Antasari. Antasari menuduh SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sebagai inisiator kriminalisasi dirinya. Kemudian diberitakan secara meluas pada H-1 pencoblosan, bahkan SBY langsung konferensi pers untuk membantah. Namun, efek elektoralnya tetap buruk untuk AHY," kata Ade di kantor LSI Denny JA, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu malam.

Faktor lain yang mengakibatkan Agus-Sylvi meraih suara paling sedikit dibandingkan dua rival, kata Ade, ekonomi. Maksudnya, pendukung Agus-Sylviana yang umumnya masyarakat berekonomi lemah tidak ikut datang ke tempat pemungutan suara karena memprioritaskan pekerjaan.

"Ada alasan ekonomi, pendukungnya mayoritas bekerja sebagai buruh harian, mereka lebih mengutamakan bekerja, karena jika ke TPS, maka upaya hariannya akan hilang, mereka tidak mau itu," katanya.

Faktor lainnya lagi, menurut Ade adalah, kekurangsiapan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. Itu sebabnya, Ade meminta KPU setempat berbenah dengan menjadikan pengalaman pilkada putaran pertama sebagai pelajaran.

"Kalau alasan politiknya, masih rendahnya kesadaran politik dari masyarakat, karena lebih mementingkan kebutuhan dasar," kata Ade.

Namun, Agus yang digadang-gadang sebagai penerus SBY sebagai tokoh politik terkemuka, tampaknya tak perlu terlalu risau. Ia masih banyak kesempatan di lain waktu. Setidaknya, itulah penilaian Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, yang pernah menjadi kompatriot ayahandanya dulu.

"Kalau nomor satu (Agus Harimurti-Sylviana) masih mudalah, masih ada kesempatan nanti," tutur wapres yang beken disebut JK ini.

Menurut JK, Agus-Sylvi relatif masih “hijau” dalam dunia politik dibandingkan Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi. Karenanya, kekalahan Agus-Sylvi tidak bisa serta-merta diartikulasikan sebagai tak lakunya poros politik Cikeas.

Bisa jadi kekalahan itu hanya lantaran “sang pangeran” belum mendapat giliran dari dua seniornya.  “Ini sepertinya berdasarkan senioritas," tandas Kalla.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setelah Agus Ngaku Kalah, Kubu Anies Langsung Lakukan Ini

Setelah Agus Ngaku Kalah, Kubu Anies Langsung Lakukan Ini

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 06:09 WIB

Agus Kalah, Annisa Pohan: Di Balik Ini Semua Ada Hikmahnya

Agus Kalah, Annisa Pohan: Di Balik Ini Semua Ada Hikmahnya

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 01:06 WIB

SBY Absen di Pidato Kekalahan Agus, Ini Alasannya

SBY Absen di Pidato Kekalahan Agus, Ini Alasannya

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 00:07 WIB

Menyentuh! Cara AHY Terima Kekalahan

Menyentuh! Cara AHY Terima Kekalahan

Video | Rabu, 15 Februari 2017 | 23:15 WIB

Terkini

Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:44 WIB

Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat

Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:40 WIB

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:18 WIB

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:15 WIB

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:02 WIB

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:54 WIB

'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus

'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:48 WIB

Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok

Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:39 WIB

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:35 WIB

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:34 WIB