Kalah Di TPS Sendiri, Djarot Bandingkan dengan TPS Sandi dan Agus

Rizki Nurmansyah | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Kamis, 16 Februari 2017 | 13:58 WIB
Kalah Di TPS Sendiri, Djarot Bandingkan dengan TPS Sandi dan Agus
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat dan istri, Heppy Farida, kompak mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak merah saat menggunakan hak pilihnya dalam pilkada di TPS 08 Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017). [Suara.com/Dian Kusumo]

Suara.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat angkat bicara terkait kekalahan pada pemungutan suara di TPS 8 Kuningan Timur, Jakarta Selatan.

TPS tersebut merupakan tempat Djarot dan istrinya, Heppy Farida, menggunakan hak pilih dalam Pilkada DKI Jakarta, kemarin.

Kepada wartawan, Djarot mengakui TPS 8 merupakan basis dari pasangan calon nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Nggak apa-apa (kalah di TPS sendiri). Tapi di situ memang basisnya Pak Anies, nggak apa-apa," ujar Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2017).

Dalam hasil perolehan suara TPS 8, Anies-Sandi unggul dengan 140 suara. Disusul paslon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot dengan raihan 93 suara.

Sedangkan, paslon lainnya, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni meraih 84 suara.

"Kan kalahnya nggak begitu tinggi," kata Djarot.

Cawagub dari pihak petahana ini kemudian membandingkan di tempat Sandiaga memilih, TPS 01 Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dimana dimenangkan oleh paslon Ahok-Djarot.

Dari total 373 suara yang masuk di TPS 01, Ahok-Djarot unggul dengan 225 suara. Disusul Anies-Sandi di posisi kedua dengan perolehan 126 suara dan terakhir Agus-Sylvi hanya mendapatkan 12 suara.

Sedangkan di tempat Agus mencoblos, TPS 06 di Kelurahan Rawa Barat, Kecamatan Kebayoran Baru, Ahok-Djarot juga unggul dengan 286 suara.

Sementara, Agus-Sylvi hanya memperoleh 127 suara dan Anies-Sandi 66 suara.

"Di TPS-nya Pak sandi saja dia (Anies-Sandi) kalah, di TPS Pak Agus saja dia (Agus-Sylvi) kalah (dari petahana). Di Petamburan saja menang kita," kata Djarot.

Kawasan Petamburan merupakan tempat di mana Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab mencoblos dan basisnya massa Front Pembela Islam (FPI).

Djarot tidak mau menjawab lebih jauh saat ditanya persiapan kemungkinan maju di putaran kedua pada Pilkada Jakarta 2017 melawan Anies-Sandi.

"Ya maksimal kita (untuk memenangkannya)," kata Djarot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PDIP: Semoga Pak SBY Berkenan Dukung Ahok-Djarot

PDIP: Semoga Pak SBY Berkenan Dukung Ahok-Djarot

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 12:42 WIB

Ke Mana PPP Merapat Setelah Agus Kalah, Tunggu Hasil KPUD

Ke Mana PPP Merapat Setelah Agus Kalah, Tunggu Hasil KPUD

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 12:08 WIB

Mengaku Dianiaya, Tim Pemenangan Ahok-Djarot Lapor Polisi

Mengaku Dianiaya, Tim Pemenangan Ahok-Djarot Lapor Polisi

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 11:06 WIB

Anies: Warga Jakarta Ingin Pemimpin Baru, Tapi Terbagi ke 1 dan 3

Anies: Warga Jakarta Ingin Pemimpin Baru, Tapi Terbagi ke 1 dan 3

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 10:20 WIB

Ketika "Pangeran Cikeas" Tumbang di Bentengnya Sendiri....

Ketika "Pangeran Cikeas" Tumbang di Bentengnya Sendiri....

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 10:01 WIB

Ditelepon Agus, Ahok Titip Salam ke SBY

Ditelepon Agus, Ahok Titip Salam ke SBY

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 09:53 WIB

Pabrikan Otomotif Punya Permintaan ke Pemenang Pilkada DKI Nanti

Pabrikan Otomotif Punya Permintaan ke Pemenang Pilkada DKI Nanti

Otomotif | Kamis, 16 Februari 2017 | 12:10 WIB

Terkini

Terseret Kasus Korupsi Haji Gus Yaqut, Khalid Basalamah Ngaku Jadi Korban: Kami Sudah Bayar Hotel

Terseret Kasus Korupsi Haji Gus Yaqut, Khalid Basalamah Ngaku Jadi Korban: Kami Sudah Bayar Hotel

News | Kamis, 23 April 2026 | 19:51 WIB

PRT di Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Benarkah Karena Majikan Galak?

PRT di Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Benarkah Karena Majikan Galak?

News | Kamis, 23 April 2026 | 19:44 WIB

Guru Besar UGM Ingatkan Pemerintah Hati-hati soal Wacana Tarif Selat Malaka

Guru Besar UGM Ingatkan Pemerintah Hati-hati soal Wacana Tarif Selat Malaka

News | Kamis, 23 April 2026 | 19:22 WIB

Bulog Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Stok Beras Tembus 5 Juta Ton

Bulog Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Stok Beras Tembus 5 Juta Ton

News | Kamis, 23 April 2026 | 19:07 WIB

Soroti Doxing dan Persekusi, Prof Ani: Rakyat Belum Bebas dari Rasa Takut

Soroti Doxing dan Persekusi, Prof Ani: Rakyat Belum Bebas dari Rasa Takut

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:51 WIB

Menkeu Mau Pajaki Kapal Selat Malaka, TB Hasanuddin: Bisa Picu Konflik dan Boikot Internasional

Menkeu Mau Pajaki Kapal Selat Malaka, TB Hasanuddin: Bisa Picu Konflik dan Boikot Internasional

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:48 WIB

Geger! 2 PRT di Benhil Nekat Terjun dari Lantai 4, Benarkah Karena Majikan Sadis?

Geger! 2 PRT di Benhil Nekat Terjun dari Lantai 4, Benarkah Karena Majikan Sadis?

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:42 WIB

GKR Hemas Raih KWP Award 2026: Budaya Bukan Cuma Warisan, Tapi Kekuatan Masa Depan

GKR Hemas Raih KWP Award 2026: Budaya Bukan Cuma Warisan, Tapi Kekuatan Masa Depan

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:38 WIB

Kritik Penyangkalan Negara, Guru Besar UI Desak Pengakuan atas Tragedi Pemerkosaan Massal 1998

Kritik Penyangkalan Negara, Guru Besar UI Desak Pengakuan atas Tragedi Pemerkosaan Massal 1998

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:12 WIB

KPK Dinilai Lampaui Kewenangan Soal Batas Jabatan Ketum Parpol, DPR: Itu Ahistoris

KPK Dinilai Lampaui Kewenangan Soal Batas Jabatan Ketum Parpol, DPR: Itu Ahistoris

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:12 WIB