Bercanda Bawa Bom, Penumpang Lion Air ke Jakarta Diamankan Aparat

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Selasa, 21 Februari 2017 | 03:27 WIB
Bercanda Bawa Bom, Penumpang Lion Air ke Jakarta Diamankan Aparat
Ilustrasi tangan diborgol. (Shutterstock)

Suara.com - Untuk kesekian kalinya Angkasa Pura 2 Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menggagalkan keberangkatan seorang penumpang pesawat Lion Air JT 293 tujuan Jakarta, karena ulahnya bercanda membawa bom di kardus yang ditentengnya.

"Namanya Ibrahim Nursal, warga Kemanggisan Jakarta yang duduk di kursi 25F penumpang pesawat Lion Air JT 293 tujuan Jakarta," kata General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Jaya Tahoma Sirait, kepada Antara di Pekanbaru, Senin (20/2/2017).

Jaya Tahoma Sirait menerangkan, pihaknya menurunkan Ibrahim Nursal berusia sekitar 56 tahun, karena saat sudah berada di pesawat, ia bercanda mengatakan membawa bom di kardus besar yang dimasukkan ke kabin pesawat yang akan ditumpanginya.

Jaya pun menceritakan kronologis kejadian itu. Saat itu, Ruth, pramugari Lion Air yang bertugas di penerbangan JT 293 dengan rencana keberangkatan ke Jakarta sekitar pukul 17.40 WIB, bertanya kepada Ibrahim Nursal, penumpang dengan nomor kursi 25F, terkait dengan kardus besar yang dibawanya.

Ruth merasa curiga melihat ukuran kardus yang dinaikkan pada bagasi ke atas pesawat itu, sehingga bertanya.

"Apa isi kardusnya?" tanya sang pramugari. Ditanya begitu, kemudian Ibrahim malah menjawab, "Emang kalau bawa bom tidak boleh?"

Sang pramugari pun lantas segera menjawab "tidak boleh", sembari kemudian memberitahukan petugas. Setelah perbincangan itu, pelaku pun langsung diamankan dan diturunkan dari pesawat.

"Akibat perbuatannya, yang bersangkutan diperiksa oleh pihak keamanan maskapai dan Avitation Security Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru," kata Jaya.

Setelah melalui proses pemeriksaan, termasuk terhadap barang bawaan yang bersangkutan, Ibrahim Nursal akhirnya diminta membuat surat pernyataan tidak akan melakukan hal serupa.

"Sebagai sanksi yang bersangkutan bercanda bawa bom, (dia) tidak diberangkatkan," kata Jaya lagi.

Kejadian itu sendiri berdampak penundaan sekitar satu jam atas keberangkatan pesawat tersebut, dengan alasan keselamatan penumpang.

"Setelah itu pada akhirnya baru berangkat pukul 18.27 WIB dari Pekanbaru menuju Bandara Soekarno-Hatta, mundur dari jadwal awal 17.40 WIB," kata Jaya pula.

Jaya berharap, kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua orang yang akan melakukan perjalanan menggunakan pesawat udara. Para penumpang tidak boleh bercanda dengan kata-kata menyangkut bom.

"Semoga tidak ada lagi penumpang pesawat udara yang bercanda membawa bom dengan alasan apa pun, karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bercanda Ada Bom di Tas, Seorang Penumpang Diamankan di Bandara

Bercanda Ada Bom di Tas, Seorang Penumpang Diamankan di Bandara

News | Minggu, 29 Januari 2017 | 23:05 WIB

Polisi Masih Dalami Ancaman Bom Pesawat Batik Air

Polisi Masih Dalami Ancaman Bom Pesawat Batik Air

News | Jum'at, 17 April 2015 | 11:09 WIB

Gara-gara Celetukan "Bom", Satu Pesawat Dievakuasi

Gara-gara Celetukan "Bom", Satu Pesawat Dievakuasi

News | Kamis, 28 Agustus 2014 | 21:25 WIB

Terkini

Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran

Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:09 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:09 WIB

Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?

Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:05 WIB

RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas

RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:04 WIB

Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan

Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:55 WIB

Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina

Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:46 WIB

DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim

DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:44 WIB

Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor

Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:38 WIB

Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi

Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:24 WIB

Bukti Awal Sudah di Kantong! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Bukti Awal Sudah di Kantong! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:20 WIB