Sidang Praperadilan Dahlan Iskan Digelar di PN Jaksel Hari Ini

Yazir Farouk
Sidang Praperadilan Dahlan Iskan Digelar di PN Jaksel Hari Ini
Tersangka Dahlan Iskan menjalani sidang perdana kasus pelepasan aset BUMD Jawa Timur di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (29/11).

Dahlan Iskan mengajukan gugatan praperadilan terkait penetapannya sebagai tersangka kasus pengadaan mobil listrik oleh Kejagung.

Suara.com - Sidang praperadilan yang diajukan Dahlan Iskan akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Senin (27/2/2017). Gugatan Dahlan ini terkait penetapannya sebagai tersangka kasus pengadaan mobil listrik oleh Kejaksaan Agung.

"Betul," kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Made Sutrisna membenarkan jadwal sidang tersebut.

Namun, Made belum bisa memastikan pukul berapa sidang akan dimulai. Sebab, kata dia, pada sidang perdana, pihak pengadilan harus menunggu kehadiran lengkap dari kedua belah pihak.

Made sendiri rencananya menjadi hakim tunggal dalam sidang praperadilan Dahlan.

Sebelumnya, penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) menetapkan Dahlan sebagai tersangka pengadaan mobil listrik setelah menerima salinan putusan kasasi MA yang menghukum pihak swasta pengadaan mobil tersebut, Dasep Ahmadi.

Dasep Ahmadi merupakan Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama ditingkat pertama divonis 7 tahun penjara, denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar Rp17,1 miliar atau diganti hukuman 2 tahun penjara.

Mahkamah Agung menyebutkan dalam putusan kasasi Dasep Ahmadi bahwa pembuatan 16 mobil listrik itu tidak melalui tender sesuai ketentuan Kepres 54 Tahun 2010 tetapi dengan penunjukan langsung atas keputusan Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN.

Proyek pembuatan mobil listrik itu sendiri dimaksudkan untuk dipamerkan dalam KTT APEC, dengan maksud menunjukkan bahwa Bangsa Indonesia telah mampu membuat mobil listrik, kendaraan ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, Dahlan menunjuk Dasep, Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama yang ternyata dalam pembuatan "prototype" menggunakan chasis dan transmisi mobil Hino serta mesin Toyota yang dimodifikasi tanpa rekomendasi ATPM.

Karena hanya disulap, proyek mobil listrik tersebut gagal dan menimbulkan kerugian keuangan negara hingga Rp17.118.818.181.

Bahkan MA menyebutkan Dahlan terlibat atau secara bersama-sama atas perbuatan yang dilakukan oleh Dasep Ahmadi tersebut. [Antara]

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS