Politik Identitas Masih Jadi Pertimbangan Warga di Pilgub Jakarta

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Senin, 06 Maret 2017 | 15:25 WIB
Politik Identitas Masih Jadi Pertimbangan Warga di Pilgub Jakarta
Kandidat Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Lembaga Survei Media Survei Nasional (Median) mencatat politik identitas kandidat gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta masih menentukan sikap pemilih. Politik identitas ini melihat faktor kesukuan dan agama.

Dalam survei itu, mayoritas warga DKI Jakarta mengakui bahwa kompetensi Anies Rasyid Baswedan dalam memimpin DKI Jakarta ke arah yang lebih baik jauh dibawah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Survei menempatkan Ahok di posisi teratas (53,6) persen dan Anies hanya (32,5) persen.

Survei dengan responden 800 orang dengan margin of error sebesar lebih kurang 3,4 persen dan tingkat kepercayaan pada angka 95 persen tersebut dilaksanakan pada 21-27 Februari 2017.

"Jadi responden ditanya tentang kompetensi calon secara face to face, Ahok masih unggul. Kita tanya, siapakah yang menurut anda paling mampu memimpin Jakarta ke depan?" kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun di Restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2017).

Hal itu juga didukung oleh kepuasan masyarakat yang masih tinggi terhadap kinerja Ahok-Djarot selama menjalankan roda pemerintahan DKI Jakarta selama ini. Berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 56,30 persen masyarakat DKI memgaku puas dengan kinerja Ahok-Djarot.

"Yang sangat puas 9,30 persen, dan yang mengaku tidak puas hanya 30 persen, sangat tidak puas 1 persen. Sementara yang tidak menjawab ada 3,40 persen," katanya.

Ada anomali atau keanehan terhadap sikap warga DKI Jakarta. Sebab, meski mereka mengakui kinerja Ahok dan menilai lebih pantas memimpin Jakarta, tetapi tidak mau memilihnya. Mereka lebih ingin memilih Anies menjadi Gubernur.

"Kalau kita lihat dari tingkat elektabilitas angara Ahok dengan Anies, elektabilitas Anies lebih tinggi (46,3) persen dibandingkan Ahok (39,7) persen, meskioun masih ada 14 persen yang belum mentukan pilihan pada Pilgub putran kedua," katanya.

Ketika diusut, alasan warga DKI pun lebih pada politik identitas.

"Tone negatif terhadap Ahok masih tinggi, sekitar 65,7 persen, sementara untik Anies hanya 17 persen. Tidak bisa mejaga kata-kata dan penista agama dijadikan warga DKI alasan tidak memilih Ahok," kata Rico.

Namun, ketika ditanya apakah pilihan terhadap Anies yang diakui warga DKI memiliki tingkat kemampuan dibawah Ahok akan merugikan warga DKI Jakarta, Rico membantahnya. Sebab kata dia, apanyang terjadi saat ini hanya bersofat persepsi belaka.

"Agak sulit kita presdiksi ya, karena itu terkait kinerja langsung, bisa jadi itu hanya persepsi atas kompetensi, kita tidak tahu apakah nanti kinerjanya baik atau tidak, kita belum tahu. Kan belum tentu lebih mundur kinerjanya, metoka saat menjabat nanti, karena banyak juga yang persepsinya kurang tapi saat bekerja, dia baik, dan sebaliknya. Kalau Pak ahok dia gampang bercerita seperti saat berdebat lalu, karena dia petahana," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Putaran Kedua, KPUD Wajibkan Ahok-Djarot Cuti

Jelang Putaran Kedua, KPUD Wajibkan Ahok-Djarot Cuti

News | Minggu, 26 Februari 2017 | 10:58 WIB

Demokrat Belum Tentukan Dukung Ahok atau Anies

Demokrat Belum Tentukan Dukung Ahok atau Anies

News | Kamis, 23 Februari 2017 | 17:24 WIB

Ahok Jangan Sombong, Golkar Ajak Pendukung Agus Gabung

Ahok Jangan Sombong, Golkar Ajak Pendukung Agus Gabung

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 15:48 WIB

Meme-meme Kocak Pilkada #PilihAkuAja Hebohkan Netizen

Meme-meme Kocak Pilkada #PilihAkuAja Hebohkan Netizen

Tekno | Kamis, 16 Februari 2017 | 15:37 WIB

Sibuk Turnamen, Pemain Persija Belum Putuskan Ikut Pilkada

Sibuk Turnamen, Pemain Persija Belum Putuskan Ikut Pilkada

Bola | Senin, 13 Februari 2017 | 22:25 WIB

AHY: "Di Kepala Saya Cuma Ada Kemenangan"

AHY: "Di Kepala Saya Cuma Ada Kemenangan"

News | Sabtu, 11 Februari 2017 | 00:58 WIB

Nobar Debat, Markas Ahok-Djarot Sediakan Kuliner Gratis

Nobar Debat, Markas Ahok-Djarot Sediakan Kuliner Gratis

News | Jum'at, 10 Februari 2017 | 19:57 WIB

Ketua DKPP: Aksi 112 itu Kampanye Terselubung!

Ketua DKPP: Aksi 112 itu Kampanye Terselubung!

News | Kamis, 09 Februari 2017 | 13:41 WIB

Kapolda Metro Jaya: Ada Rentetan Aksi sampai Hari Pencoblosan

Kapolda Metro Jaya: Ada Rentetan Aksi sampai Hari Pencoblosan

News | Selasa, 07 Februari 2017 | 13:08 WIB

Ahok Bantah Gelar "Open House" Natal di Kediamannya

Ahok Bantah Gelar "Open House" Natal di Kediamannya

News | Sabtu, 24 Desember 2016 | 21:49 WIB

Terkini

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:33 WIB

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:29 WIB

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:07 WIB

PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai

PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:59 WIB

Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!

Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:49 WIB