Gara-gara Ini, Presiden Erdogan Sebut Belanda 'Sisa Nazi'

Dythia Novianty

Minggu, 12 Maret 2017 | 06:40 WIB
Gara-gara Ini, Presiden Erdogan Sebut Belanda 'Sisa Nazi'
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. [AFP]

Suara.com - Perselisihan menyangkut kampanye politik di Ankara di antara para emigran Turki, berlanjut. Pemerintah Belanda melarang Menteri Luar Negeri Turki mendarat di Rotterdam, Sabtu (11/3/2017) waktu setempat.

Keputusan ini menuai amarah bagi Presiden Tayyip Erdogan sehingga menyebut negara sesama anggota NATO itu sebagai "sisa-sisa Nazi".

Insiden luar biasa muncul beberapa jam setelah Menlu Mevlut Cavusoglu mengatakan, ia akan terbang ke Rotterdam kendati dilarang muncul dalam unjuk rasa di kota itu. Kedatangannya guna menggalang dukungan untuk menyapu kekuasaan baru yang diinginkan Erdogan. Eropa, katanya, tidak boleh "berlaku seperti atasan".

Larangan ini sebenarnya bukan kali pertama, Cavusoglu juga dilarang menghadiri kegiatan serupa di Hamburg, Jerman, pekan lalu. Karena itu, ia hanya berbicara di konsulat Turki.

Casuvoglu menuding Belanda memperlakukan banyak warga Turki di negara itu seperti "sandera", menjauhkan mereka dari Ankara.

"Saya mengirim mereka sehingga mereka bisa berkontribusi bagi perekonomian kalian," ujarnya kepada CNN Turk TV.

"Mereka bukan tahanan kalian. Kalau kepergian saya akan meningkatan ketegangan, ya sudah ... Saya adalah menteri luar negeri dan saya berhak pergi ke mana pun," tambahnya, beberapa jam sebelum pelarangan penerbangannya ke Rotterdam.

Cavusoglu mengancam akan mengeluarkan sanksi politik dan ekonomi berat jika Belanda menolak kedatangannya. Ancaman itu membuat pemerintahan Belanda tak ragu mengeluarkan keputusan.

Dengan alasan ketertiban umum serta masalah keamanan, Belanda tidak mengeluarkan izin bagi pendaratan penerbangan Cavusoglu.

baca juga

"Keputusan ini merupakan skandal dan sama sekali tidak bisa diterima. (Keputusan) Tidak mematuhi aturan diplomatik," kata Cavusoglu kepada para wartawan di Istanbul.

Sementara itu, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan, Menlu Turki menjelaskan bahwa ia mengancam Belanda dengan sanksi-sanksi.

"Kami tidak pernah akan berunding dengan Turki jika ada ancaman seperti itu. Jadi, kami putuskan ... lebih baik jika beliau tidak datang," ujarnya.

Ketika berbicara kepada para pengunjuk rasa pendukungnya, Erdogan mengeluarkan pembalasan.

"Kalian (Belanda, red) bisa membatalkan penerbangan menteri luar negeri kami seenak kalian, tapi mari kita lihat bagaimana penerbangan-penerbangan kalian ke Turki sekarang. Mereka (Belanda, red) tidak tahu diplomasi maupun politik. Mereka sisa-sisa Nazi. Mereka fasis," tambahnya.

PM Rutte menganggap pernyataan Erdogan soal Nazi dan Fasis itu sebagai "pernyataan gila".

"Saya mengerti mereka marah, tapi ini sudah melewati batas," tegasnya.

Kanselir Jerman Angela Merkel, yang negaranya pada pekan lalu disamakan Erdogan dengan Nazi Jerman, mengatakan ia akan melakukan apa pun yang memungkinkan untuk mencegah ketegangan politik Turki berimbas ke wilayah Jerman. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Daftar Pemimpin Negara Paling Berbahaya Sedunia

Ini Daftar Pemimpin Negara Paling Berbahaya Sedunia

News | Rabu, 22 Februari 2017 | 15:41 WIB

Turki Gelar Referendum Kekuasaan 16 April

Turki Gelar Referendum Kekuasaan 16 April

News | Sabtu, 11 Februari 2017 | 05:41 WIB

Diduga Hina Presiden Erdogan, Perempuan Kanada Ditangkap

Diduga Hina Presiden Erdogan, Perempuan Kanada Ditangkap

News | Sabtu, 07 Januari 2017 | 09:59 WIB

Turki Pecat 11 Ribu Guru karena Diduga Pengikut Gulen

Turki Pecat 11 Ribu Guru karena Diduga Pengikut Gulen

News | Jum'at, 09 September 2016 | 04:07 WIB

Istana Minta Turki Hormati Kedaulatan Indonesia

Istana Minta Turki Hormati Kedaulatan Indonesia

News | Jum'at, 29 Juli 2016 | 18:36 WIB

Terkini

Tiga Tersangka Penganiayaan Bambang Ditangkap, Terungkap dari Sidik Jari Gelas dan Piring

Tiga Tersangka Penganiayaan Bambang Ditangkap, Terungkap dari Sidik Jari Gelas dan Piring

News | Sabtu, 12 September 2026 | 14:02 WIB

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Ketika Cinta Nyata Tak Selalu Seindah Skenario

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Ketika Cinta Nyata Tak Selalu Seindah Skenario

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 14:00 WIB

Jadi Pusat Belajar Robotik! RSCM Lakukan Operasi Pengangkatan Rahim Jarak Jauh Pertama di Indonesia

Jadi Pusat Belajar Robotik! RSCM Lakukan Operasi Pengangkatan Rahim Jarak Jauh Pertama di Indonesia

Health | Sabtu, 12 September 2026 | 13:58 WIB

Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara

Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara

Batam | Sabtu, 12 September 2026 | 13:57 WIB

Simbolisme Angel dan Lucifer, Detective Conan: Fallen Angel of the Highway

Simbolisme Angel dan Lucifer, Detective Conan: Fallen Angel of the Highway

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 13:50 WIB

Bukan Sekadar Buruh Murah: Standar Upskilling Jalur Magang

Bukan Sekadar Buruh Murah: Standar Upskilling Jalur Magang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 13:50 WIB

Cara Mencuci Helm yang Busanya Tidak Bisa Dilepas, Bersih Maksimal Tanpa Takut Rusak

Cara Mencuci Helm yang Busanya Tidak Bisa Dilepas, Bersih Maksimal Tanpa Takut Rusak

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 13:35 WIB

MTI Minta Insentif Motor Listrik Dievaluasi, Subsidi Dialihkan ke Bus Listrik

MTI Minta Insentif Motor Listrik Dievaluasi, Subsidi Dialihkan ke Bus Listrik

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 13:34 WIB

Buku Islam & Kebangsaan: Menemukan Wajah Islam dalam Rumah Kebangsaan

Buku Islam & Kebangsaan: Menemukan Wajah Islam dalam Rumah Kebangsaan

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 13:30 WIB

Tekanan Industri Makin Berat, Jaguar Land Rover Bakal Pangkas 4.000 Karyawan

Tekanan Industri Makin Berat, Jaguar Land Rover Bakal Pangkas 4.000 Karyawan

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 13:25 WIB

×