Suara.com - Pemerintah Turki melancarkan operasi terbesar dalam sejarah perlawanan terhadap gerilyawan Kurdi. Turki memecat 11.500 guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS).
Para guru dituduh terlibat dalam aksi kudeta gagal terhadap Presiden Tayyip Erdogan. Para guru dianggap menjadi simpatisan Fethullah Gulen yang mendalangi kudeta Juli lalu. Namun Gulen membantah keterlibatan.
Erdogan berulang kali mengatakan dia tidak akan berhenti dalam usahanya untuk menumpas pengikut Gulen.
"Kami telah menjalankan dan sedang menjalankan operasi terbesar terhadap organisasi teroris dalam sejarahnya, baik di dalam dan di perbatasan kami," kata Erdogan.
"Apakah itu perjuangan melawan PKK atau melawan Feto, dimensi penting dari perjuangan ini adalah penghapusan PNS yang ekstensi dari organisasi ini dalam negara," lanjutnya.
Sebelumnya Turki telah menangkap 100.000 orang. Setidaknya 40.000 orang telah ditahan karena dicurigai berhubungan ke jaringan Gulen.
Tindakan Edorgan itu memicu kekhawatiran kelompok hak asasi dan pendukung negara barat di negara itu akan memangkas kebebasan hak berpendapat. (Reuters)