Di Sidang Paripurna Kabinet, Jokowi Bahas Tiga Hal Ini

Madinah, Erick Tanjung

Kamis, 16 Maret 2017 | 23:02 WIB
Di Sidang Paripurna Kabinet, Jokowi Bahas Tiga Hal Ini
Presiden Jokowi menghadiri Chosun Ilbo Indonesia-Korea Business Summit, Jakarta, Selasa (14/3/2017). [Foto Kris - Biro Pers Setpres]

Suara.com - Presiden Joko Widodo membahas tiga hal pokok dalam sidang paripurna kabinet hari ini di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Yang dibahas berkaitan kebijakan pemerataan ekonomi, kapasitas fiskal dan pagu anggaran indikatif RAPBN 2018, serta kemudahan berbisnis atau easy of doing bussiness 2018.

"Selain itu juga hal-hal yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi 2017 dan 2018, hambatan dan tantangan apa juga kita sampaikan," kata Jokowi.

Yang pertama, terang Jokowi, mengenai pemerataan ekonomi yang berkeadilan dengan percepatan sertifikasi lahan. Dalam hal ini, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan dalam mematangkan kecepatan setifikasi lahan.

"Kemudian format kebijakan pembagian lahan, ini sering kita sampaikan mengenai redistribusi aset, dan juga reforma agraria sehingga menjadi jelas, secepatnya bisa kita lakukan di lapangan secara besar-besaran. Karena kemarin yang sudah dimulai di lapangan itu sangat disambut baik oleh masyarakat, tapi kalau ini tidak secepatnya digarap secara besar-besaran, ini akan kelamaan masyarakat menunggu," ujar dia.

Terkait pemerataan ekonomi, Jokowi menyebut pentingnya pendampingan masyarakat setelah diberi lahan. Jokowi meminta ada pendampingan dari BUMN seperti PTPN (perusahaan perkebunan), BRI. Hal ini bisa dilakukan dengan cepat, sehingga masyarakat akan mendapatkan manfaat yang sangat baik.

"Ini juga bisa dikaitkan dengan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa). Kemendes bisa sambung dengan ini mengenai redistribusi aset dan reforma agraria," terang dia.

Kedua mengenai kemudahan berbisnis. Jokowi menginginkan peringkat kemudahan berbisnis Indonesia naik ke posisi 40 akhir tahun ini. Saat ini Indonesia masih berada di posisi ke-91.

"Target kita adalah peringkat 40, agar Indonesia dikenal sebagai negara yang di depan dalam kemudahan berusaha. Untuk itu target penurunan prosedur memulai usaha menjadi tujuh hari dan lima prosedur dapat segera direalisasikan," kata dia.

Ketiga yaitu soal kapasitas fiskal dan pagu indikatif RAPBN 2018. Dalam hal ini Jokowi minta kepada seluruh menteri untuk menyusun rencana kebutuhan anggaran yang akan diajukan melalui RAPBN 2018 secara realistis dan kredibel. RAPBN 2018 harus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 5,4 persen hingga 6,1 persen.

"Untuk itu saya kira semua kementerian harus kerja keras dan lakukan langkah konkret, jangan bekerja rutinitas, monoton, linier, bussiness as usual. Ini harus ditekankan pada jajaran di bawah kita agar langkah konkret itu ada," ujar Jokowi.

Selain itu, berkaitan anggaran penerimaan negara yang akan dimuat di RAPBN 2018, Jokowi meminta adanya peningkatan rasio perpajakan terhadap PDB menjadi 11 persen dan mendorong investasi swasta dan BUMN. Maka itu peran pengeluaran modal atau capital expenditure BUMN harus benar-benar ditingkatkan.

"Sehingga setiap program betul-betul mendorong produktivitas serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi. Dan untuk investasi, karena kapasitas fiskal kita yang terbatas, sekali lagi investasi tidak bisa hanya tergantung pada investasi pemerintah. Sumber-sumber investasi di tahun 2017 apalagi nanti pada 2018 sebagian besar harus berasal dari swasta seperti yang sudah sering saya sampaikan. 70-80 persen itu berasal dari swasta atau BUMN," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Demi Hak Angket e-KTP, Fahri Hamzah Minta Dukungan Jokowi

Demi Hak Angket e-KTP, Fahri Hamzah Minta Dukungan Jokowi

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 12:57 WIB

Lintasi Jalur Presiden, Penumpang Ojek Online Ditendang Polisi

Lintasi Jalur Presiden, Penumpang Ojek Online Ditendang Polisi

Tekno | Rabu, 08 Maret 2017 | 20:00 WIB

Buntut Polemik Raja Kodok, Raja Maluku Hendak Temui Jokowi

Buntut Polemik Raja Kodok, Raja Maluku Hendak Temui Jokowi

News | Sabtu, 04 Maret 2017 | 22:32 WIB

Jokowi Putuskan Lokasi 9 Cabor Asian Games, Ini Rinciannya

Jokowi Putuskan Lokasi 9 Cabor Asian Games, Ini Rinciannya

News | Kamis, 02 Maret 2017 | 17:13 WIB

Terkini

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB