Kasus e-KTP Pengaruhi Citra Parpol di Pilpres 2019

Ardi Mandiri | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Minggu, 19 Maret 2017 | 07:00 WIB
Kasus e-KTP Pengaruhi Citra Parpol di Pilpres 2019
Dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan kasus e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, hari ini, Kamis (9/3).

Suara.com - Pengamat Politik dari Indobarometer M. Qodari menilai kasus korupsi dapat menurunkan citra partai di Pemilu 2019. Ia pun mencontohkan pada 2004 dan 2009 Demokrat menjadi partai pemenang, namun ketika 2014, Demokrat turun karena kasus korupsi yang menjerat kader Partai Demokrat seperti Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh dan M Nazaruddin.

"Soal dampak politik, jadi memang dalam pengalaman politisi atau parpol bisa menurun citranya karena korupsi, ada yang telak Demokrat dan PKS. Demokrat 2009 menang dengan 21 persen, padahal 2004 7,5 persen. Tapi karena bendahara umum dan kadernya terlibat korupsi, akibatnya telak, Demokrat hanya dapat 10 persen di 2014," ujar Qodari di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/3/2017).

Namun kata Qodari, tidak semua partai mengalami penurunan dalam hal dukungan. Ia menuturkan kasus yang menimpa PKS yang ketika itu Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq,  tidak berpengaruh besar pada dukungan Partai PKS, namun bergantung pada solidaritas di internal PKS.

"Tetapi tidak semua partai mengalami pola yang sama, PKS 2009 dapat 7 persen, lalu ada kasus LHI, tapi partai ini relatif bertahan PKS hampir bertahan. Jadi memang pengaruh korupsi bisa telak tapi tergantung juga variabel lain. tergantung soliditas internal, kalau solid seperti PKS recovery mudah, tapi kalau tidak solid ada perpecahan di dalam,  maka sulit," kata dia.

Lebih lanjut, Qodari menilai kasus e-KTP akan berpengaruh pada Pemilu dan juga bergantung pada positioning partai dalam kasus tersebut.

"Memang dampak kepada partai tergantung juga positioning partai dalam kasus itu. Pada 2009, Demokrat dianggap bersih.  Dalam kasus PKS dicitrakan bersih, ketika LHI kena kasus seperti digebuk kepalanya. Tapi dalam Golkar, PDIP, partai  Islam kalau kena kasus korupsi besar sekali. Tapi kalau Golkar dan lain lain ada korupsi dianggap biasa. Partai dibenak masyarakat ada kavlingnya," tutur Qodari.

Maka dari itu, meminta KPK memiliki konstruksi hukum yang kuat yang menegakkan keadilan. Ia juga berharap KPK tidak dijadikan kendaraan poltik di Pemilu.

"Jangan sampai ada yang menganggap KPK bergerak jadi kendaraan politik tertentu itu berbahaya, terhadap kredibiitas KPK yang sudah hebat selama ini, berkali-kali survei KPK selalu TOP 3.  Sering kali peringkat pertama yang dipercaya masyarakat. Modal segini besar jangan sampai rusak oleh konstruksi hukum tidak baik, perilaku dan ucapan pimpinan KPK yang tidak proporsional, " tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Politisi PDI Perjuangan Minta KPK Objektif Tangani Kasus e-KTP

Politisi PDI Perjuangan Minta KPK Objektif Tangani Kasus e-KTP

News | Sabtu, 18 Maret 2017 | 16:51 WIB

Banyak 'Pembonceng' Ambil Keuntungan dari Kasus Korupsi e-KTP

Banyak 'Pembonceng' Ambil Keuntungan dari Kasus Korupsi e-KTP

News | Sabtu, 18 Maret 2017 | 14:55 WIB

Membongkar Strategi KPK Jerat 'Pemain Kelas Kakap' e-KTP

Membongkar Strategi KPK Jerat 'Pemain Kelas Kakap' e-KTP

News | Sabtu, 18 Maret 2017 | 13:51 WIB

Berkas Dakwaan Kasus Korupsi e-KTP Dikritik Terlalu Tebal

Berkas Dakwaan Kasus Korupsi e-KTP Dikritik Terlalu Tebal

News | Sabtu, 18 Maret 2017 | 12:17 WIB

Terkini

Peringati May Day: Massa Buruh Seragam Merah Gotong 'Rudal' Raksasa ke Gerbang DPR!

Peringati May Day: Massa Buruh Seragam Merah Gotong 'Rudal' Raksasa ke Gerbang DPR!

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:50 WIB

'Nggak Habis Pikir Aku!' Prabowo Heran Lihat Orang Pintar Justru Pintar Maling

'Nggak Habis Pikir Aku!' Prabowo Heran Lihat Orang Pintar Justru Pintar Maling

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:34 WIB

Donald Trump Ancam Iran Pakai Gambar AI Berpistol: No More Mr Nice Guy!

Donald Trump Ancam Iran Pakai Gambar AI Berpistol: No More Mr Nice Guy!

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:18 WIB

Suara Ojol Didengar Prabowo, Asosiasi Apresiasi Potongan Aplikasi 8 Persen

Suara Ojol Didengar Prabowo, Asosiasi Apresiasi Potongan Aplikasi 8 Persen

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:03 WIB

Mahasiswa Prancis di Singapura Terancam 2 Tahun Penjara Gara-gara Jilat Sedotan Vending Machine

Mahasiswa Prancis di Singapura Terancam 2 Tahun Penjara Gara-gara Jilat Sedotan Vending Machine

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:57 WIB

Negara Akan Ambil Alih! Prabowo Terbitkan Keppres Satgas PHK, Pasang Badan Bela Buruh yang Terancam

Negara Akan Ambil Alih! Prabowo Terbitkan Keppres Satgas PHK, Pasang Badan Bela Buruh yang Terancam

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:48 WIB

Audiensi di DPR, Buruh Tuntut Upah Layak dan Hapus Outsourcing

Audiensi di DPR, Buruh Tuntut Upah Layak dan Hapus Outsourcing

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:45 WIB

Konvoi Global Sumud Tembus Blokade Israel, Lanjutkan Misi Kemanusiaan ke Gaza

Konvoi Global Sumud Tembus Blokade Israel, Lanjutkan Misi Kemanusiaan ke Gaza

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:42 WIB

Yakinkan Buruh Bisa Punya Rumah! Prabowo Dobrak Aturan Bank, Beri Napas Cicilan KPR hingga 40 Tahun

Yakinkan Buruh Bisa Punya Rumah! Prabowo Dobrak Aturan Bank, Beri Napas Cicilan KPR hingga 40 Tahun

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:31 WIB

Prabowo Klaim Indonesia Tahan Krisis Global, Target Swasembada BBM Segera Tercapai

Prabowo Klaim Indonesia Tahan Krisis Global, Target Swasembada BBM Segera Tercapai

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:27 WIB