Pengamat Militer: Isu SARA di Pilkada DKI Sangat Berbahaya

Arsito Hidayatullah | Erick Tanjung | Suara.com

Senin, 20 Maret 2017 | 16:23 WIB
Pengamat Militer: Isu SARA di Pilkada DKI Sangat Berbahaya
Diskusi bertajuk 'Menelaah Potensi Radikalisme di Pilkada DKI' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017). [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Sejak putaran pertama hingga memasuki putaran kedua Pilkada DKI, situasi semakin panas. Beberapa waktu belakangan banyak muncul isu SARA, kampanye hitam, bahkan beredar spanduk provokatif "Tolak Menyalatkan Jenazah Pendukung Calon Pemimpin Non Muslim" di sejumlah masjid di Ibu Kota.

Permasalahan itu dinilai dapat memicu perpecahan di masyarakat, juga merusak kerukunan umat beragama, sehingga dapat mengancam keutuhan NKRI.

"Apabila terjadi perpecahan dan pertikaian di antara golongan agama, etnis dan sebagainya, ini sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI. Kita ini ingin memilih seorang pemimpin terbaik bagi Ibu Kota, bukan justru membentuk ruang perpecahan," kata pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, dalam diskusi bertajuk "Menelaah Potensi Radikalisme di Pilkada DKI", di Kafe Cheese Cake Factory, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).

Susaningtyas mengatakan, konflik SARA yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, bahkan di media sosial, harus dikendalikan. Pasalnya, kata dia, dampaknya sangat besar bagi kerukunan dan keutuhan bangsa.

‎"Menurut saya, hal ini harus segera dikendalikan, baik itu melalui dunia maya, dari sisi sosiologis, dari semua sektor harus dibenahi," ujar dia.

‎Menurut dia, aparat keamanan termasuk TNI, harus jeli dan objektif dalam melihat perkembangan situasi politik Pilkada DKI tersebut. Bagi dia, hal yang dapat mengarah pada konflik di masyarakat itu tidak boleh dibiarkan.

"Kelompok yang melakukan agitasi dan black campaign yang justru menjadi potensi wadah bagi perpecahan ini. Jadi harus tegas, karena kalau tidak tegas dalam hal ini tentu akan terus berkembang. Akibatnya bukan hanya siapa yang akan menang lagi. Ini justru akan menghancurkan, bukan hanya politik, tapi keamanan bangsa dan negara juga," terang dia.

Susaningtyas menambahkan, persoalan baru adalah maraknya bermunculan gerakan yang berlabel Islam. Kelompok yang memakai embel-embel Islam ini menurutnya memanfaatkan agama untuk kegiatan politik, dengan melakukan propaganda yang memicu pertikaian di masyarakat.

"‎Menurut saya, ada perkembangan unik dan lucu, (yaitu) beberapa orang yang baru hafal dua ayat, lalu meng-copy paste dari teman-temannya ayat-ayat (Al Qur'an). Bisa dibilang itu 'Islam copas'. Itu kok bisa mengatakan dirinya ustadz atau ustadzah, lalu kemudian memasukkan (pesan) secara agitatif yang sangat berbahaya bagi kesatuan dan persatuan bangsa dan negara ini. Jadi hal ini (harusnya) dapat diselesaikan apabila ada satu kesepakatan sosial di dalam masyarakat untuk menyudahi hal ini," tutur dia.

"Kita harus berlandaskan kembali (pada prinsip) bahwa bangsa kita adalah bangsa yang berdiri sebagai negara yang plural dan Bhinneka Tunggal Ika," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Solidaritas Etnis Sangat Tinggi pada Pilgub DKI Putaran Pertama

Solidaritas Etnis Sangat Tinggi pada Pilgub DKI Putaran Pertama

News | Jum'at, 17 Maret 2017 | 21:29 WIB

Tim Pemenangan Anies-Sandi Fokus Kampanye Via Sosmed

Tim Pemenangan Anies-Sandi Fokus Kampanye Via Sosmed

News | Jum'at, 17 Maret 2017 | 20:38 WIB

Sejarawan: Politik SARA di Pilkada DKI Terbesar Dalam Sejarah

Sejarawan: Politik SARA di Pilkada DKI Terbesar Dalam Sejarah

News | Jum'at, 17 Maret 2017 | 19:01 WIB

Spanduk Provokatif Bertebaran, Ini Pesan Djarot kepada Warga

Spanduk Provokatif Bertebaran, Ini Pesan Djarot kepada Warga

News | Rabu, 15 Maret 2017 | 19:25 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB