Fakta Teroris Inggris, Lelaki 'Baik Hati' yang Jadi Ekstrimis

Ruben Setiawan | Suara.com

Sabtu, 25 Maret 2017 | 15:21 WIB
Fakta Teroris Inggris, Lelaki 'Baik Hati' yang Jadi Ekstrimis
Pelaku teror Inggris, Khalid Masood. (AFP)

Suara.com - Sosok pelaku teror di Parlemen Inggris, Khalid Masood (52), memiliki catatan aksi kekerasan dan pernah diselidiki soal potensi terlibat dalam aktivitas ekstrimisme. Oleh orang-orang dekat, Masood dikenal sebagai sosok yang religius.

Polisi menyebut, Masood bertanggungjawab atas serangan yang menewaskan empat orang di London beberapa hari lalu.

Masood lahir dengan nama Adrian Russell Ajao pada Hari Natal tahun 1964 di tengah keluarga kelas menengah di Kent, Inggris bagian tenggara. Ia dibesarkan di Kota Rye dan kemudian tinggal di Birmingham.

Menurut pengakuan sejumlah mantan teman sekolah kepada Daily Mail, Masood adalah siswa yang populer dan pandai dalam bidang akademik dan olahraga. Ia juga dikenal punya karakter periang.

Berbagai pekerjaan pernah dilakoninya, termasuk 12 tahun bekerja di perusahaan bahan kimia pembersih, dan guru Bahasa Inggris di Arab Saudi antara tahun 2005 hingga tahun 2009.

Antara tahun 1983 hingga 2003, ia tercatat melakukan sejumlah aksi kekerasan, kepemilikan senjata secara ilegal, dan melanggar ketertiban. Salah satunya ia pernah melukai wajah seorang lelaki di Northiam.

PM Inggris Theresa May mengatakan, Masood pernah diselidiki agen intelijen dalam negeri MI5 terkait potensi ekstrimisme.

Tertipu pembawaan Masood

Semalam sebelum beraksi, Masood menginap di sebuah hotel di Brighton. Ia juga menyewa sebuah mobil yang lantas ia gunakan untuk menabraki orang-orang di trotoar.

Menurut manajer hotel, Masood terlihat sebagai sosok yang menyenangkan. Ia ramah dan gemar bersenda gurau.

"Amat mengejutkan karena sekarang kita tidak bisa membedakan mana yang jahat dan mana yang baik. Ia (Masood) sama seperti tamu-tamu lain yang menginap di hotel ini," kata manajer hotel Preston Park, Sabeur Toumi.

Lelaki Religius

ISIS mengklaim serangan di London dilakukan oleh tentaranya. Sementara itu, polisi masih menyelidiki apakah Masood terinspirasi dari propaganda ISIS, atau apakah ada pihak lain yang mendorongnya, mendukungnya, atau menyuruhnya melakukan aksi teror.

Media Inggris menyebut Masood sebagai seorang mualaf, mengutip pengakuan tetangga yang menilai lelaki tersebut sebagai seorang yang taat.

"Ia adalah lelaki yang baik hati. Saya biasa melihatnya berkebun di luar rumah," kata mantan tetangga Masood, Iwona Romek seperti dikutip Birmingham Mail.

"Ia punya seorang istri, seorang perempuan Asia dan seorang anak yang bersekolah," lanjutnya.

Media lain menyebut Masood sudah menikah dan memiliki tiga anak. (AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB