Milisi Kongo Pancung Kepala 40 Polisi

Ardi Mandiri | Suara.com

Minggu, 26 Maret 2017 | 00:37 WIB
Milisi Kongo Pancung Kepala 40 Polisi
pembunuhan

Suara.com - Kelompok milisi bersenjata memancung kepala 40 polisi setelah melancarkan serangan di wilayah tengah Republik Kongo, demikian keterangan sejumlah pejabat setempat pada Sabtu.

Kelompok yang menamai diri Kamuina Nsapu mulai melancarkan serangan pada Jumat terhadap konvoi polisi di kota Tshikapa, Provinsi Kasai, yang hendak menuju ibu kota provinsi tetangga Kasai-Central, kata Francois Madila Kalamba, kepala dewan provinsi setempat.

"Para polisi ditangkap oleh anggota kelompok milisi dan mereka memancung sekitar 40 orang," kata Kalamba kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa enam orang berhasil lolos dalam keadaan hidup karena bisa berbicara bahasa lokal Tshiluba.

Seorang aktivis dari provinsi setempat, Corneil Mbombo, membenarkan keterangan bahwa 40 anggota kepolisian telah dipancung. Namun di sisi lain, juru bicara kantor gubernur dan kepolisian nasional hingga kini belum berkomentar.

Pemberontakan kelompok Kamuina Nsapu, yang kini beroperasi di lima provinsi, adalah ancaman paling serius bagi kekuasaan Joseph Kabila, presiden yang tidak mau mengundurkan diri meski batas maksimal masa jabatannya telah terlewati pada Desember lalu. Pelanggaran terhadap konsitusi itu sempat menimbulkan gelombang pembunuhan di negara yang terletak di kawasan Afrika tengah tersebut.

Serangan pada Jumat kemudian disusul dengan rilis laporan pemerintah yang menyatakan adanya gelombang penyerahan diri dari anggota kelompok Kamuina Nsapu di provinsi Kasai-Central.

Pada Sabtu, Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa 400 anggota kelompok tersebut telah menyerahkan diri pada pekan ini.

Meski demikian, beberapa anggota Kamuina Nsapu nampak beroperasi sendiri-sendiri tanpa struktur komando yang jelas. Sejumlah serangan yang terjadi akhir-akhir ini diduga bermotif balas dendam etnis.

Lebih dari 400 orang telah tewas dalam kekerasan di Kongo, kata PBB. Sementara itu pemerintah setempat pada Selasa lalu menambahkan bahwa 67 polisi dan banyak tentara telah tewas saat bertempur melawan kelompok Kamuina Nsapu.

Banyak korban tewas dibuang ke dalam kuburan massal. PBB mengaku berhasil mengidentifikasi 10 kuburan massal dan tengah menyelidiki tujuh lainnya.

Di sisi lain, dua orang karyawan PBB, satu berasal dari Amerika Serikat dan satu dari Swedia, beserta empat warga Kongo, diculik pada pekan lalu oleh kelompok yang belum diketahui identitasnya di Kasai-Central. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Milisi Tewaskan 34 Warga Kongo, Presiden Didesak Mundur

Milisi Tewaskan 34 Warga Kongo, Presiden Didesak Mundur

News | Senin, 26 Desember 2016 | 15:54 WIB

Tembakan Tentara Mabuk Akibatkan 13 Orang Tewas Berdesakan

Tembakan Tentara Mabuk Akibatkan 13 Orang Tewas Berdesakan

News | Minggu, 25 September 2016 | 09:04 WIB

Terkini

ICW Pertanyakan Komitmen Pemerintah Usai Purbaya Wacanakan Pemutihan Rokok Ilegal

ICW Pertanyakan Komitmen Pemerintah Usai Purbaya Wacanakan Pemutihan Rokok Ilegal

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:24 WIB

Dituntut 5 Tahun Penjara! Ini Dasar KPK Jerat Noel Ebenezer Pakai Pasal Suap dan Gratifikasi

Dituntut 5 Tahun Penjara! Ini Dasar KPK Jerat Noel Ebenezer Pakai Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:24 WIB

Indonesia Pantau 9 WNI yang Diculik Israel, KBRI Siapkan Skenario Evakuasi Darurat

Indonesia Pantau 9 WNI yang Diculik Israel, KBRI Siapkan Skenario Evakuasi Darurat

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:21 WIB

Susul Gus Yaqut, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketua Kesthuri ke Penjara!

Susul Gus Yaqut, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketua Kesthuri ke Penjara!

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:02 WIB

Peneliti Kembangkan Peta Lokasi PLTS untuk Tekan Konflik Lahan dan Risiko Deforestasi

Peneliti Kembangkan Peta Lokasi PLTS untuk Tekan Konflik Lahan dan Risiko Deforestasi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:00 WIB

Libatkan 500 TNI, Total 14 Ribu Aparat Gabungan Jaga Titik Demo Harkitnas di DPR hingga Kejagung

Libatkan 500 TNI, Total 14 Ribu Aparat Gabungan Jaga Titik Demo Harkitnas di DPR hingga Kejagung

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:41 WIB

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:25 WIB

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:59 WIB

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:32 WIB

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:31 WIB