Milisi Tewaskan 34 Warga Kongo, Presiden Didesak Mundur

Suwarjono

Senin, 26 Desember 2016 | 15:54 WIB
Milisi Tewaskan 34 Warga Kongo, Presiden Didesak Mundur
perempun di Kenya

Suara.com - Kelompok milisi di wilayah timur Republik Demokrasi Kongo menewaskan sedikit-dikitnya 34 warga pada akhir pekan lalu, kata militer dan sejumlah pegiat.

Kekerasan tersebut memicu keprihatinan atas keadaan politik setempat, yang tidak stabil.

Serangan tersebut meletus di seluruh pelosok negara itu pada pekan lalu di samping unjuk rasa keras atas keengganan Presiden Joseph Kabila mundur pada akhir amanat konstitusionalnya pada Kamis.

Di tengah ketidak-jelasan semua kekerasan terkait, pengamat mengkhawatirkan keguncangan politik atas masa jabatan Kabila, yang memicu sengketa, yang dibatasi kekosongan petugas keamanan.

Kelompok milisi suku Nande menewaskan sedikir-dikitnya 13 warga Hutu pada Minggu di wilayah timur Kota Nyanzale. Mereka membawa senapan dan golok saat melakukan serangan balasan atas kematian warga Nande pada pekan lalu, kata Innocent Gasigwa, pegiat setempat.

"Hal itu merupakan tindakan balasan atas peristiwa sebelumnya," kata Gasigwa dengan merujuk pada serangan pada Kamis oleh Nyatura, kelompok milisi suku Hutu, yang menewaskan sedikit-dikitnya 17 warga di desa terdekat.

Dia menyebutkan bahwa dua orang pria anggota milisi juga tewas dalam serangan tersebut.

Pada Sabtu, 21 warga dan empat pria anggota milisi tewas dalam serangan di dekat Kota Beni yang berjarak sekitar 300 kilometer utara Nyanzale, kata Kapten Mak Hazukay, juru bicara militer setempat kepada Reuters.

Ratusan warga tewas dalam penggerebekan di dekat Kota Beni sejak bulan Oktober 2014. Pemerintah menuding ADF, kelompok garis keras di Uganda, terlibat dalam kekerasan tersebut, meskipin para pengamat menyebutkan pihak lain, termasuk bala tentara Kongo.

Sedikit-dikitnya 40 orang tewas pada pekan lalu dalam aksi unjuk rasa atas penolakan pengunduran diri Kabila pada akhir masa jabatannya pada Kamis lalu.

Pemerintah menyatakan bahwa dia masih ingin menjabat hingga pemilihan umum yang dapat diselenggarakan pada 2018.

Sejumlah penengah setempat dari gereja Katolik menginginkan pembicaraan koalisi pemerintahan Kabila dengan kelompok oposisi utama, yang akan membuat kesepakatan pada Jumat agar Kabila mundur setelah pemilihan umum pada akhir 2017.

Beberapa pendeta Katolik di seantero Kongo pada Minggu membacakan pesan dari kepala gereja nasional, Kardinal Laurent Monsengwo bahwa "Masa telah habis pada saat seorang berusaha memegang kekuasaan dengan mengerahkan tentara membunuh salah seorang, remaja yang hanya mengupayakan hak mereka untuk hidup bermartabat".

Bangsa Afrika dan penguasa Barat mengkhwatirkan kekerasan dapat memicu konflik lain di negara yang jutaan warganya tewas dalam perang regional pada 1996 dan 2003.

Negara di Afrika tengah itu tidak pernah mencapai perdamaian setiap kali terjadi pergantian kekuasaan sejak merdeka pada 1960. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tembakan Tentara Mabuk Akibatkan 13 Orang Tewas Berdesakan

Tembakan Tentara Mabuk Akibatkan 13 Orang Tewas Berdesakan

News | Minggu, 25 September 2016 | 09:04 WIB

Nahas, Pemuda Kongo Dirajam lalu Dimakan

Nahas, Pemuda Kongo Dirajam lalu Dimakan

News | Jum'at, 31 Oktober 2014 | 23:21 WIB

Hadapi Kongo, Nigeria Gagal Pertahankan Rekor Laga Kandang

Hadapi Kongo, Nigeria Gagal Pertahankan Rekor Laga Kandang

Bola | Minggu, 07 September 2014 | 05:27 WIB

Ibu Hamil dan Anak-anak Dibantai di Kongo

Ibu Hamil dan Anak-anak Dibantai di Kongo

News | Sabtu, 07 Juni 2014 | 23:35 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×