Ipang Wahid Dorong Muslimat NU Lawan Hoax di Medsos

Adhitya Himawan

Senin, 27 Maret 2017 | 05:00 WIB
Ipang Wahid Dorong Muslimat NU Lawan Hoax di Medsos
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membuka Rapimnas Muslimat NU di Bogor, Jawa Barat. [Dok Kementerian Sosial]

Ketua Pokja Industri Kreatif dari Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid atau yang akrab disapa Gus Ipang mendorong Muslimat Nahdlatul Ulama memanfaatkan media sosial untuk berdakwah sehingga mampu menangkal informasi HOAX atau palsu mengenai syiar agama yang kini marak bertebaran di media sosial dan aplikasi pesan.

"Bermedia sosial ini sudah tidak bisa kita hindari karena memang kini eranya. Melalui media sosial kita bisa gunakan untuk syiar agama, sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan hiburan. Jika dakwah Muslimat dilakukan melalui media sosial, maka dampak positifnya akan lebih luas lagi," kata Ipang dalam Rapimnas Muslimat NU di Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/3/2017).

Ia mengungkapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat pada 2016 ada 800 ribu situs penyebar HOAX di Indonesia. Sebanyak 700 ribu sudah ditutup oleh pemerintah namun informasi HOAX dari berbagai situs lainnya terus bermunculan. Di facebook, di twitter, bahkan di aplikasi pesan Whatsapp juga bertebaran informasi mengenai syiar agama yang belum tentu benar.

"Mengapa situs atau portal informasi HOAX makin menjamur? karena pemilik porta berlomba-lomba mendatangkan traffic klik. Semakin banyak klik semakin untung mereka. Semakin tinggi traffic semakin tinggi nilai sebuah portal. Mereka tidak peduli substansinya apa, yang penting orang klik di situ. Jadi jangan mau diperalat atau dijebak oleh penyebar hoax. Mereka dapat uangnya, kita dapat dosanya," papar Ipang menjelaskan.

Pria yang juga berprofesi sebagai Konsultan Branding di Fastcomm ini mengungkapkan Muslimat NU memiliki banyak sekali konten positif seputar kegiatan dan layanan di bidang pendidikan, kesehatan, keterampilan, ekonomi, dan juga syiar agama yang dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Materi tersebut dapat diolah menjadi bentuk infografis, video, meme, atau konten kreatif lainnya sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui kiprah Muslimat, sekaligus juga memberikan edukasi dna informasi kepada publik untuk menjawab berbagai informasi HOAX.

"Jadi bagaimana kita menciptakan dampak positif di media sosial, itu yang terpenting. Dan saya yakin konten informasi Muslimat NU sudah pasti kredibel dan bukan HOAX. Tinggal bagaimana mengemasnya sesuai rumus PRABU KREATIF," tuturnya bersemangat.

Putra sulung pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) ini mengungkapkan rumus PRABU KREATIF adalah singkatan dari Praktis, Menghibur, Kredibel, Inspiratif. Dengan formula tersebut, Ipang yakin konten yang disusun Muslimat NU yang akan menjadi "juara" di media sosial.

"Kuncinya menyentuh emosi, relevan, keinginan untuk membagikan (share)," tambahnya.

baca juga

Sementara itu Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan berbagai inovasi dan inisiatif telah dilakukan para ibu-ibu Muslimat NU di berbagai pelosok tanah air, namun belum diseminasi informasi mengenai hal ini masih belum maksimal.

"Saya ingin membangun pemahaman ibu-ibu (Muslimat, red) bahwa menyampaikan program kerja dan kegiatan di wilayah masing-masing lewat media sosial itu bukan riya atau pamer. Kalau ibu-ibu mengikuti rumus PRABU KREATIF tadi, maka saya yakin konten yang ibu sebarkan pasti bermanfaat bagi masyarakat," ujar Kofifah optimistis.

etua Pokja Industri Kreatif dari Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid atau yang akrab disapa Gus Ipang mendorong Muslimat Nahdlatul Ulama memanfaatkan media sosial untuk berdakwah sehingga mampu menangkal informasi HOAX atau palsu mengenai syiar agama yang kini marak bertebaran di media sosial dan aplikasi pesan.

"Bermedia sosial ini sudah tidak bisa kita hindari karena memang kini eranya. Melalui media sosial kita bisa gunakan untuk syiar agama, sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan hiburan. Jika dakwah Muslimat dilakukan melalui media sosial, maka dampak positifnya akan lebih luas lagi," kata Ipang dalam Rapimnas Muslimat NU di Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/3/2017).

Ia mengungkapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat pada 2016 ada 800 ribu situs penyebar HOAX di Indonesia. Sebanyak 700 ribu sudah ditutup oleh pemerintah namun informasi HOAX dari berbagai situs lainnya terus bermunculan. Di facebook, di twitter, bahkan di aplikasi pesan Whatsapp juga bertebaran informasi mengenai syiar agama yang belum tentu benar.

"Mengapa situs atau portal informasi HOAX makin menjamur? karena pemilik porta berlomba-lomba mendatangkan traffic klik. Semakin banyak klik semakin untung mereka. Semakin tinggi traffic semakin tinggi nilai sebuah portal. Mereka tidak peduli substansinya apa, yang penting orang klik di situ. Jadi jangan mau diperalat atau dijebak oleh penyebar hoax. Mereka dapat uangnya, kita dapat dosanya," papar Ipang menjelaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tangkal Hoax, Polisi Terjunkan Cyber Army

Tangkal Hoax, Polisi Terjunkan Cyber Army

News | Minggu, 26 Maret 2017 | 04:37 WIB

Kemensos Bangun 456 Kampung Siaga Bencana di Indonesia

Kemensos Bangun 456 Kampung Siaga Bencana di Indonesia

News | Sabtu, 25 Maret 2017 | 06:07 WIB

Kemensos Terima 12 WNI Terduga ISIS yang Dideportasi Turki

Kemensos Terima 12 WNI Terduga ISIS yang Dideportasi Turki

News | Sabtu, 25 Maret 2017 | 05:57 WIB

Pemerintah Juga Sasar Warga Kepulauan untuk Bansos Non Tunai

Pemerintah Juga Sasar Warga Kepulauan untuk Bansos Non Tunai

Bisnis | Sabtu, 25 Maret 2017 | 05:54 WIB

Sering 'Dibully' di Medsos, Anies-Sandi Bentuk Satgas Anti-Hoax

Sering 'Dibully' di Medsos, Anies-Sandi Bentuk Satgas Anti-Hoax

News | Jum'at, 24 Maret 2017 | 12:50 WIB

Khofifah Ajak Filantropi Bantu Pemerintah Tanggulangi Kemiskinan

Khofifah Ajak Filantropi Bantu Pemerintah Tanggulangi Kemiskinan

Bisnis | Kamis, 23 Maret 2017 | 09:09 WIB

Mensos Minta Pemda Proaktif Konfirmasi Data Warga Miskin

Mensos Minta Pemda Proaktif Konfirmasi Data Warga Miskin

Bisnis | Kamis, 23 Maret 2017 | 08:55 WIB

Kemensos Latih Jurnalis untuk Menanggulangi Bencana

Kemensos Latih Jurnalis untuk Menanggulangi Bencana

News | Kamis, 23 Maret 2017 | 08:50 WIB

Agar Bisa Atasi Kemiskinan, Kepala Daerah Harus Paham TKPD

Agar Bisa Atasi Kemiskinan, Kepala Daerah Harus Paham TKPD

Bisnis | Rabu, 22 Maret 2017 | 09:20 WIB

Gandeng Tahir, Mensos Ingin Indonesia Bebas Anak Jalanan di 2017

Gandeng Tahir, Mensos Ingin Indonesia Bebas Anak Jalanan di 2017

Bisnis | Rabu, 22 Maret 2017 | 09:09 WIB

Terkini

Prabowo Panggil COO Danantara dan Menteri KKP ke Istana, Ini yang Akan Dilaporkan

Prabowo Panggil COO Danantara dan Menteri KKP ke Istana, Ini yang Akan Dilaporkan

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:10 WIB

Pemain Keturunan Jember Ingatkan Taisei Marukawa Keputusan John Herdman Soal Pemain Timnas Indonesia

Pemain Keturunan Jember Ingatkan Taisei Marukawa Keputusan John Herdman Soal Pemain Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 15:09 WIB

Geger Isu Sejumlah Jenderal Polisi Ditangkap Brimob, Diduga Terlibat Pengerahan Massa di Yogyakarta?

Geger Isu Sejumlah Jenderal Polisi Ditangkap Brimob, Diduga Terlibat Pengerahan Massa di Yogyakarta?

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:08 WIB

Kritik Pemerintah Lewat Lagu, Aviwkila Diteror Komentar Jahat dan Dipaksa Hengkang dari Medsos

Kritik Pemerintah Lewat Lagu, Aviwkila Diteror Komentar Jahat dan Dipaksa Hengkang dari Medsos

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 15:06 WIB

Dua Kali Mangkir, Nusron Wahid Segera Dipanggil KPK Kasus Suap HGB

Dua Kali Mangkir, Nusron Wahid Segera Dipanggil KPK Kasus Suap HGB

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:06 WIB

7 Perbedaan Walking Shoes VS Running Shoes, Mana yang Lebih Nyaman untuk Jalan Jauh?

7 Perbedaan Walking Shoes VS Running Shoes, Mana yang Lebih Nyaman untuk Jalan Jauh?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:03 WIB

Akses Obat Makin Mudah, Kemenkes Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Melakukan Swamedikasi

Akses Obat Makin Mudah, Kemenkes Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Melakukan Swamedikasi

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:01 WIB

Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti: Menempatkan Kebahagiaan di Atas Ekspektasi Orang Lain

Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti: Menempatkan Kebahagiaan di Atas Ekspektasi Orang Lain

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:00 WIB

Bagaimana Cara Membersihkan Buku Tanpa Merusaknya? Simak Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Membersihkan Buku Tanpa Merusaknya? Simak Langkah Mudahnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:55 WIB

WNI Tentara Bayaran Rusia Dibayar Rp 50 Juta Per Bulan, Ada 58 Orang Terjebak di Perang Ukraina

WNI Tentara Bayaran Rusia Dibayar Rp 50 Juta Per Bulan, Ada 58 Orang Terjebak di Perang Ukraina

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:53 WIB

×