Bagaimana Cara Cegah Korupsi Lewat Pangan? Ini Jawabannya

Siswanto

Selasa, 04 April 2017 | 12:26 WIB
Bagaimana Cara Cegah Korupsi Lewat Pangan? Ini Jawabannya
Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Ali Agus [dok. pribadi]

Suara.com - Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Ali Agus menyatakan karena Indonesia sudah masuk dalam kategori darurat soal korupsi, maka gerakan antikorupsi sebenarnya dapat dimulai dari pangan. Bahkan, pangan juga diyakini mampu mensinergikan seluruh potensi yang ada di lingkungan UGM.

“Isu pangan dapat menjadi lokomotif untuk mewujudkan target UGM meraih ranking 450 dunia pada tahun 2018,” demikian dikatakan Ali dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, hari ini.

Persoalan pangan saat ini, kata dia, tidak hanya menjadi isu domestik tetapi juga isu dunia internasional. Kelaparan, status kurang gizi, kemiskinan, ketimpangan ekonomi hingga berbagai penyakit masa kini seperti darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol, gagal ginjal, kanker, stroke, dan obesitas sangat terkait dengan pangan. Jumlah, mutu, dan keterjangkauan pangan secara berkelanjutan menjadi isu sangat strategis bahkan menjadi prioritas utama bagi pemerintahan negara manapun di dunia ini.

Menurut Ali keterkaitan antara pertanian (hutan, tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan) sebagai penghasil bahan pangan, dan hubungannya dengan kesehatan, kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat sangatlah erat. Berbagai penyakit metabolik yang mendominasi kejadian sakit pada masyarakat modern ini disebabkan karena faktor makanan.

“Oleh karena itu, pangan dan kesehatan juga dapat menjadi pemersatu yang mampu mensinergikan kerja seluruh Fakultas di lingkungan UGM, untuk mencapai target-target besar yang ditetapkan. Pangan menjadi kebutuhan pokok yang tak terhindarkan dalam kehidupan manusia sehari hari,” kata Ali.

Dia menjelaskan persiapan dan pemenuhan pangan bersentuhan langsung dengan banyak sektor lain. Pangan berkualitas yang bergizi dan bebas aneka cemaran (kimia biologi antibiotika) akan menghasilkan kesehatan yang baik pula. Bahkan, kata Ali, apa yang dimakan manusia diyakini dapat mempengaruhi karakter dan kesehatan manusia tersebut.

Hal ini, kata dia, sebenarnya pembinaan mental civitas akademika UGM juga untuk tidak memakan apa yang bukan hak setiap orang. Sebab konsep dasar korupsi adalah memakan yang bukan haknya. Hal itu menjadi tugas UGM kepada warganya dalam memberikan rasa aman, nyaman dan pendapatan yang cukup agar dapat menjadi pelopor gerakan anti korupsi.

“Maka jangan makan apa yang bukan hak kita. Karena itu, gerakan antikorupsi dapat dimulai dengan memakan makanan yang menjadi hak kita. Kalau bukan hak kita, jangan diambil karena itu nantinya akan menjadi masalah di dalam tubuh kita. Jangan pula memberi makan keluarga kita dengan yang bukan berasal dari keringat kita sendiri. Budaya ini rasanya perlu juga dikembangkan di dunia kampus. Sehingga sebenarnya gerakan antikorupsi itu bisa dimulai dari pangan dan ayo kita makan makanan yang memang menjadi hak kita dan kita makan secukupnya dengan makanan yang berkualitas,” kata Ali.

Penelitian Inovatif Solutif

Dia menuturkan bahwa capaian penelitian UGM penting untuk semakin meningkatkan konfidensi civitas academika dalam meraih ranking top dunia. Meski demikian, hal penting lainnya yang harus diingat adalah, prestasi tinggi harus dibarengi dengan tingkat kejujuran yang tinggi sebagai seorang ilmuwan.

Ali mengatakan berbekal pengalaman sebagai dekan pada tahun 2016 lalu, Fakultas Peternakan UGM telah mempublikasikan hasil penelitian, baik nasional maupun internasional, termasuk internasional yang terindeks scopus. Bahkan, Fakultas Peternakan, pada tahun 2015 dan 2016 tercatat sebagai Fakultas dengan prestasi rasio publikasi dosen tertinggi di antara 18 Fakultas dan dua sekolah di lingkungan UGM yaitu mencapai 2,51 dan 2,74.

“Kami terus melakukan inovasi untuk mengembangkan produk pangan hasil ternak yang akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Sebab dengan kesehatan yang terpelihara baik, akan menjauhkan masyarakat dari penyakit defeneratif. Sehingga mampu bekerja dengan baik dan produktif untuk menghasilkan kesejahteraannya. Saat itulah dibutuhkan sinergi dari seluruh Fakultas lain untuk saling bahu-membahu berkontribusi bagi pembangunan,” kata Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, Bukti Aliran Uang Korupsi Ditemukan!

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, Bukti Aliran Uang Korupsi Ditemukan!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 10:19 WIB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Terkait Kasus HGB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Terkait Kasus HGB

Foto | Sabtu, 19 September 2026 | 06:00 WIB

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:48 WIB

Diduga Hasil Pemerasan, KPK Sita Mobil yang Diberikan Bupati Pemalang ke Seorang Perempuan

Diduga Hasil Pemerasan, KPK Sita Mobil yang Diberikan Bupati Pemalang ke Seorang Perempuan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 19:31 WIB

Ungkap 2 Sektor Paling Rawan Korupsi, Ketua KPK Ingatkan 3 Kepala Daerah di Malang Raya

Ungkap 2 Sektor Paling Rawan Korupsi, Ketua KPK Ingatkan 3 Kepala Daerah di Malang Raya

News | Jum'at, 18 September 2026 | 18:28 WIB

Usai Geledah Kantor Summarecon, KPK Bergerak ke Rumah Dirjen ATR/BPN di Bekasi

Usai Geledah Kantor Summarecon, KPK Bergerak ke Rumah Dirjen ATR/BPN di Bekasi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 18:14 WIB

Geledah Kantor Summarecon, KPK Sita Dokumen SHGB Hingga Bukti Pemblokiran Sengketa Tanah

Geledah Kantor Summarecon, KPK Sita Dokumen SHGB Hingga Bukti Pemblokiran Sengketa Tanah

News | Jum'at, 18 September 2026 | 18:10 WIB

KPK Dalami Pemberian 2 Mobil ke Vinna Ledy, Ada Fortuner dan Innova Zenix

KPK Dalami Pemberian 2 Mobil ke Vinna Ledy, Ada Fortuner dan Innova Zenix

News | Jum'at, 18 September 2026 | 16:41 WIB

Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid

Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:21 WIB

Ngaku Sakit Saat Dipanggil, Bebizie Ternyata Sudah Serahkan Uang Rp 895 Juta ke KPK

Ngaku Sakit Saat Dipanggil, Bebizie Ternyata Sudah Serahkan Uang Rp 895 Juta ke KPK

News | Jum'at, 18 September 2026 | 12:47 WIB

Terkini

4 Shio yang Mulai Lepas dari Kesepian setelah 19 September 2026, Kembali Temukan Kehangatan

4 Shio yang Mulai Lepas dari Kesepian setelah 19 September 2026, Kembali Temukan Kehangatan

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 11:08 WIB

Prabowo Singgung PAN Bokek di HUT ke-28: Acara Megah, Utang Belum Lunas

Prabowo Singgung PAN Bokek di HUT ke-28: Acara Megah, Utang Belum Lunas

News | Sabtu, 19 September 2026 | 11:00 WIB

Review Film Just Play Dead: Trik Skenario Kematian Palsu yang Penuh Rahasia

Review Film Just Play Dead: Trik Skenario Kematian Palsu yang Penuh Rahasia

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 11:00 WIB

Hanya Berjarak 15 Km dari Rumah, Lansia di Jombang Tewas Jadi Korban Tabrak Lari Truk

Hanya Berjarak 15 Km dari Rumah, Lansia di Jombang Tewas Jadi Korban Tabrak Lari Truk

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 10:58 WIB

Sedih Hutan Terus Terbakar, Prabowo Kantongi 95 Nama Perusahaan Nakal

Sedih Hutan Terus Terbakar, Prabowo Kantongi 95 Nama Perusahaan Nakal

News | Sabtu, 19 September 2026 | 10:53 WIB

Sembunyi di Bekas Gudang, Pria di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak di Bawah Todongan Pisau

Sembunyi di Bekas Gudang, Pria di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak di Bawah Todongan Pisau

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 10:49 WIB

Review Film Taboo: The Silent Day, Malapetaka di Balik Pengabaian Adat Bali

Review Film Taboo: The Silent Day, Malapetaka di Balik Pengabaian Adat Bali

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 10:45 WIB

Bromo Tutup Akibat Karhutla, Kemenpar Klaim Minat Kunjungan Wisatawan Tidak Menurun

Bromo Tutup Akibat Karhutla, Kemenpar Klaim Minat Kunjungan Wisatawan Tidak Menurun

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 10:42 WIB

Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 10:41 WIB

Danny Setiawan Meninggal Dunia, Eks Gubernur Jabar yang Dikenal Dedi Mulyadi sebagai 'Ahli Kebaikan'

Danny Setiawan Meninggal Dunia, Eks Gubernur Jabar yang Dikenal Dedi Mulyadi sebagai 'Ahli Kebaikan'

News | Sabtu, 19 September 2026 | 10:40 WIB

×