Suara.com - KPU DKI Jakarta mengurangi jumlah pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang boleh masuk ke dalam ruang acara debat pada Rabu (12/4/2017).
Pada acara debat putaran pertama pilkada, masing-masing kandidat boleh membawa 300 pendukung. Sekarang, kuotanya menjadi 120 orang untuk tiap pasangan kandidat.
Tapi, menurut calon wakil gubernur Jakarta nomor urut tiga Sandiaga Salahuddin Uno jumlah tersebut masih kebanyakan.
"Ya, kalau bisa sih dikurangi lagi. Tapi itu nanti tergantung tim teknis. Tapi intinya kami bersyukur sudah didengar KPUD," kata Sandiaga di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (4/4/2017).
Menurut Sandiaga acara debat yang terlalu banyak dihadiri penonton akan menciptakan suasana terlalu ramai. Padahal, acara ini untuk adu program dan gagasan, bukan adu tepuk tangan.
"Ya, jadinya kan kayak seperti suporter bola," ujar Sandiaga.
Sandiaga menyontohkan acara debat calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Hillary Clinton.
"Debat Clinton sama Trump, sama sekali tidak ada audience. Lebih kelihatan kualitas debatnya, tidak dibatasi waktunya. Fokus waktunya, tidak bertele - tele. Waktunya terserah kita, tapi tetap ada panduannya," ujar Sandiaga.
Pilkada Jakarta putaran kedua akan diselenggarakan pada 19 April 2017. Pilkada diikuti dua pasangan kandidat: Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan - Sandiaga.
Acara debat kandidat nanti akan dipandu oleh mantan penyiar SCTV Ira Koesno.