Dikasih Tuak, Menteri Agama Resmikan Sekolah Kristen di Pontianak

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 06 April 2017 | 16:25 WIB
Dikasih Tuak, Menteri Agama Resmikan Sekolah Kristen di Pontianak
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin kagum dengan toleransi antar umat beragama yang ada di Kalimantan Barat. Dia menyebut di Kalbar, masyarakatnya menyatu dari berbagai suku dan agama.

"Ini saya rasakan sendiri, pada saat acara penyambutan kedatangan saya pada peresmian Sekolah Tinggi Agama Kristen Katolik Negeri Pontianak, hari ini," kata Lukman di Pontianak, Kamis (6/4/2017).

Meski agenda peresmian STAKatN, namun bisa dihadiri oleh umat agama lainnya dan semua tampak antusias melihat kegiatan peresmian tersebut. Peresmian disambut dengan upacara adat Dayak.

"Setelah memotong bambu dengan Mandau dan memecahkan telur, saya lalu disuguhkan Tuak oleh tetua ada Dayak," katanya.

Tiba-tiba, lanjut Lukman, ada yang berbisik di belakangnya dan mengatakan untuk tidak meminum Tuak tersebut. Meski dirinya menyatakan hanya akan berpura-pura meminumnya untuk menghormati adat yang ada di Kalimantan Barat.

Tuak adalah sejenis minuman beralkohol Nusantara yang merupakan hasil fermentasi dari nira, beras, atau bahan minuman atau buah yang mengandung gula.

"Melihat saya akan meminumnya, Pak Gubernur Kalbar yang kita ketahui adalah seorang Katolik, langsung menghentikan saya dan menyatakan saya tidak boleh minum itu karena dilarang oleh agama Islam. Ini jelas bentuk toleransi beragama yang patut dibanggakan dan harus terus dipertahankan," tuturnya.

Lukman menjelaskan agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga semangat keagamaan itu adalah sumber kekuatan bangsa untuk meraih kemerdekaan.

"Semangat dan motivasi keagamaan adalah sumber kekuatan kita dalam meraih kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan nasional, dan menjaga keutuhan NKRI. Untuk itu saya meminta kepada seluruh masyarakat Kalbar dan Indonesia umumnya, harus bisa terus mempertahankan ini," katanya.

Dia juga mengingatkan, toleransi dan kerukunan bukan milik sesuatu golongan umat beragama semata, tetapi harus menjadi milik semua golongan dan berlaku untuk semua pemeluk agama.

Lukman pun menegaskan bahwa saling menghargai identitas umat beragama lain harus tetap dijaga. Menurutnya, apabila hal itu diciderai, bisa berpengaruh pada keutuhan bangsa.

"Saling menghormati dan saling menghargai identitas keyakinan antarumat beragama harus terus dijaga dalam upaya melindungi keutuhan NKRI," ujar Lukman.

Ditempat yang sama, Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis mengatakan, dirinya selalu meminta masyarakat Kalbar tetap menjaga toleransi beragama dan tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang hendak memecah belah rakyat di Kalbar.

Ia mengajak secara bersama-sama saling menghormati, menghargai, antarpemeluk agama, sehingga kedamaian dan kebersamaan, tetap tercipta di Kalimantan Barat.

"Kita sudah hidup ratusan tahun secara bersama-sama di sini. Aman-aman saja. Baik Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Dayak, Melayu, jadi, keamanan dan perdamaian kita yang menjaganya. Kami ini pemerintah hanya memayungi. Kita hanya membina," kata Cornelis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Respons Tambahan Kuota Haji Indonesia, Ini yang Dilakukan Kemenag

Respons Tambahan Kuota Haji Indonesia, Ini yang Dilakukan Kemenag

News | Minggu, 19 Maret 2017 | 07:48 WIB

Menag: Perlu Kebersamaan Menyelesaikan Konflik Syiah

Menag: Perlu Kebersamaan Menyelesaikan Konflik Syiah

News | Minggu, 19 Maret 2017 | 07:05 WIB

Raja Salman Terkejut atas Sambutan Rakyat Indonesia

Raja Salman Terkejut atas Sambutan Rakyat Indonesia

News | Rabu, 01 Maret 2017 | 22:12 WIB

Menag: Hormati Yang Mengucapkan dan Tak Mengucapkan Selamat Natal

Menag: Hormati Yang Mengucapkan dan Tak Mengucapkan Selamat Natal

News | Minggu, 25 Desember 2016 | 06:57 WIB

Menteri Agama: Selamat Merayakan Natal!

Menteri Agama: Selamat Merayakan Natal!

News | Sabtu, 24 Desember 2016 | 22:14 WIB

Menag Komentari Fatwa MUI yang Haramkan Atribut Agama Lain

Menag Komentari Fatwa MUI yang Haramkan Atribut Agama Lain

News | Jum'at, 16 Desember 2016 | 11:19 WIB

Menteri Agama Akui Masih Dalami soal Penghentian Ujian Nasional

Menteri Agama Akui Masih Dalami soal Penghentian Ujian Nasional

News | Senin, 28 November 2016 | 21:13 WIB

Mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni Meninggal Dunia

Mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni Meninggal Dunia

News | Selasa, 20 September 2016 | 20:45 WIB

Menag Ingin Muslim Indonesia Lawan Islamophobia

Menag Ingin Muslim Indonesia Lawan Islamophobia

News | Kamis, 15 September 2016 | 06:25 WIB

Menag Minta Jamaah Haji Jaga Nama Indonesia

Menag Minta Jamaah Haji Jaga Nama Indonesia

News | Selasa, 09 Agustus 2016 | 08:33 WIB

Terkini

Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!

Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:49 WIB

Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum

Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:46 WIB

BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu

BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:38 WIB

Dipolisikan 40 Ormas Islam, Ade Armando Tantang Balik: Tunjukkan Bukti di Video Mana

Dipolisikan 40 Ormas Islam, Ade Armando Tantang Balik: Tunjukkan Bukti di Video Mana

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:16 WIB

Polda Kalsel Minta Maaf, AKBP Viral Merokok Sambil Nyetir Langsung Diperiksa Propam!

Polda Kalsel Minta Maaf, AKBP Viral Merokok Sambil Nyetir Langsung Diperiksa Propam!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:14 WIB

Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026

Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:13 WIB

DJKI Hadirkan Layanan KI di MPP Jakarta, Permudah Akses dan Pendampingan Masyarakat

DJKI Hadirkan Layanan KI di MPP Jakarta, Permudah Akses dan Pendampingan Masyarakat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:08 WIB

Terungkap Alasan Ade Armando Cabut dari PSI: Jangan Serang Partai Gara-gara Saya

Terungkap Alasan Ade Armando Cabut dari PSI: Jangan Serang Partai Gara-gara Saya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:05 WIB

Tambahan TKD Rp10,6 Triliun Tuntas Disalurkan, Pemulihan Pasca Bencana Melaju Pesat

Tambahan TKD Rp10,6 Triliun Tuntas Disalurkan, Pemulihan Pasca Bencana Melaju Pesat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:04 WIB

Ledakan Tambang Batu Bara Kolombia Tewaskan 9 Pekerja Akibat Akumulasi Gas Metana Mematikan

Ledakan Tambang Batu Bara Kolombia Tewaskan 9 Pekerja Akibat Akumulasi Gas Metana Mematikan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:50 WIB