Video Kampanye Ahok-Djarot Ini Diprotes, Kenapa?

Senin, 10 April 2017 | 12:04 WIB
Video Kampanye Ahok-Djarot Ini Diprotes, Kenapa?
Video kampanye Ahok-Djarot berujudul

Suara.com - Pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat merilis video dengan tema keberagaman. Namun, video yang diberi tagar #BeragamItuBasukiDjaot menuai kontroversi dan menjadi perbincangan warganet.

Video berdurasi 2 menit itu mulai beredar sejak diunggah ke akun Twitter Ahok, @basuki_btp, Minggu (9/4/2017).

Adegan awal video itu memperlihatkan sekelompok pemuda menggedor-menggedor mobil yang berisi ibu dan anak. Mereka tampak membawa kayu dan penuh ekspresi kemarahan. Ibu dan anak yang berada di dalam mobil tampak ketakutan.

Selanjutnya, adegan dilanjutkan dengan aksi demonstrasi yang dilakukan orang dengan baju putih serta berpeci hitam. Sementara di belakang mereka, terdapat spanduk bertuliskan ”Ganyang Cina.”

"Saudara-saudaraku, seluruh warga Jakarta, waktu sudah mulai mendekat. Jadilah bagian dari pelaku sejarah ini, dan akan kita tunjukkan bahwa negara Pancasila benar-benar hadir di Jakarta," begitulah narasi adegan tersebut, yang memakai suara Djarot bergaya deklamasi.

Dalam video, juga memperlihatkan seorang perempuan penjinak bom yang tampak percaya diri.

"Kita juga akan tunjukkan bahwa Bhineka Tunggal Ika benar-benar bukan hanya jargon, tapi sudah membumi di Jakarta. Siapapu kalian apa agama kalian, apa suku kalian, dariamana asal usul kalian, saudara-saudara semua adalah saudara kita sebangsa dan setanah air," tutur narator.

"Jangan tanyakan dari mana kau berasal, jangan tanyakan apa agamamu, tapi tanyakan apa yang telah kau perbuat untuk Jakarta," demikian narasi akhir video tersebut, yang dilanjutkan dengan tulisan ”19 April 2017 pilih keberagaman”.

Baca Juga: Dualisme DPD, Pemerintah: Kan Sudah Disumpah MA

Juru bicara Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni, mengatakan tidak ada provokasi dalam video tersebut. Video dibuat oleh orang-orang kreatif yang mendukung Ahok-Djarot.

"Video itu menceritakan fakta historis kita sebagai bangsa, di mana proses 'nation building' kita memang belum selesai. Selalu ada provokator dalam penggalan sejarah kita yang mengancam mencabik-cabik tenun kebangsaan," tuturnya, Senin (10/4/2017).

Meski video tersebut dipersoalkan oleh sebagian orang, Toni tak mempemasalahkan. Ia hanya memastikan dalam demokrasi di Jakarta, pihaknya siap menang dan kalah.

"Yang tidak boleh kalah adalah pancasila, kebhinnekaan kita. Pilkada tanggal 19 nanti sebenarnya pertarungam masa depan Pancasila, tidak hanya soal kalah menangnya Ahok atau Anies," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI