Mengapa Ahok Masuk Golongan Pemimpin Langka?

Siswanto Suara.Com
Senin, 10 April 2017 | 06:40 WIB
Mengapa Ahok Masuk Golongan Pemimpin Langka?
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) [suara.com/Bowo Raharjo]

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tubagus Hasanuddin menegaskan cagub dan cawagub petahana Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat adalah sosok yang tepat untuk kembali memimpin Jakarta. Kepemimpinan mereka selama ini dinilai menunjuklan hasil yang memuaskan, terutama dalam melakukan reformasi birokrasi.

"Ahok-Djarot berhasil melakukan banyak terobosan pada sistem birokrasi, dari manajemen kepegawaian pemerintah, pengelolaan dan aset daerah, pelayanan dan perizinan," kata Hasanuddin yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Barat ini di Jakarta, Senin (10/4/2017)

Hasanuddin menuturkan Ahok-Djarot juga terus berkomitmen dalam memberantas praktik korupsi, terutama korupsi di seluruh birokrat Pemprov DKI. Hasilnya, Ahok-Djarot meraih penghargaan dari Bung Hatta Anti Corruption.

Tak hanya itu, kata Hasanuddin, rekam jejak Ahok di Belitung Timur dan Djarot di Blitar dalam memberantas korupsi sudah tidak diragukan lagi. 

"Ahok-Djarot berhasil mendapatkan penghargaan Bung Hatta Anti Corruption award pada tahun 2013. Ini adalah satu bukti konkrit yang patut diapresiasi, tentu tidak semua kepada daerah mendapatkan penghargaan ini," ujar Hasanuddin.

Untuk mewujudkan Jakarta yang lebih baik, kepemimpinan Ahok-Djarot, tambah Hasanuddin, konsisten mengusung kejujuran dalam bekerja. Nilai-nilai ini, imbuh Hasanuddin, sudah dibawa Ahok-Djarot sejak lama. Terutama dalam proses mereka menjadi pelayan negara di DPRD, DPR, pemerintah kota dan kabupaten dan terakhir Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

"Semakin hari, kita semakin melihat, bahwa terobosan-terobosan yang dilakukan oleh Ahok-Djarot merupakan bukti bahwa Ahok-Djarot adalah pelayan rakyat, ini adalah fakta yang sudah dibuktikan selama ini," kata Hasanuddin

Berdasarkan fakta atas keberhasilan  kinerja dan integritasnya, Hasanuddin mengmbau rakyat Jakarta tak goyah dalam memilih pasangan Ahok-Djarot.

"Mari kita serahkan semuanya kepada rakyat Jakarta, karena dalam pilkada ini rakyat Jakartalah  yang mempunyai hak dalam menentukan nasibnya untuk lima tahun ke depan, bukan ditentukan oleh orang orang di luar Jakarta," kata Hasanuddin.

Untuk itu, Hasanuddin mengingatkan, jangan ada provokasi dari pihak mana-pun yang memiliki tujuan politik dengan menghembuskan isu SARA yang berdampak pada konflik.  

"Tak perlu mereka dibawa atau didorong dalam konflik  yang tak penting. Karena sekecil apapun konflik yang terjadi, hanya akan merugikan  rakyat Jakarta sendiri," kata Hasanuddin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI