Marsinah dan Patmi yang Terdiam saat 'Perang Diskon' Hari Kartini

Reza Gunadha

Senin, 24 April 2017 | 06:15 WIB
Marsinah dan Patmi yang Terdiam saat 'Perang Diskon' Hari Kartini
Ibu Patmi (kiri) RA Kartini (tengah) dan Marsinah (kanan). [Suara.com]

Suara.com - “Kalau kebenaran adalah wanitalalu apa? Apakah tidak ada alasan untuk curiga bahwa semua filsuf, sangat tidak tahu tentang wanita?” begitulah Friedrich Nietzsche, filsuf pencuriga asal Jerman, memulai karya seminalnya berjudul “Jenseits von Gut und Böse: Vorspiel einer Philosophie der Zukunft.”

Nietzsche yang dikenal dengan gaya aforisme (pernyataan yang padat dan ringkas tentang sikap hidup atau kebenaran umum), menyepadankan kebenaran dengan sosok perempuan. Bagi masyarakat yang masih memegang teguh prinsip patriarkal, tentu hal tersebut tak bisa dibenarkan.

Namun, setidaknya di Indonesia, aforisme “kebenaran adalah perempuan” memunyai wujudnya semisal Raden Ajeng Kartini. Ia dianggap sebagai suatu versi kebenaran mengenai ketidakadilan terhadap masyarakat dan perempuan pada era kolonial.

Kekinian, hari lahir Kartini, 21 April, selalu diperingati secara meriah oleh warga di seantero Nusantara. Perempuan yang masih berstatus pelajar, diminta memakai beraneka ragam pakaian khas pada Hari Kartini. Begitu pula perempuan yang sudah bekerja.

Tak ketinggalan, berbagai perlombaan dan pesta digelar demi menghargai Kartini. Bahkan, tak sedikit pula perusahaan-perusahaan memakai Hari Kartini untuk mengundang banyak pembeli bagi produknya. “Promo Hari Kartini” atau “Diskon Hari Kartini”, begitulah.

Tapi, di tengah hiruk pikuk peringatan Hari Kartini yang gemerlap tersebut, ada Ibu Patmi, perempuan petani di Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, yang meninggal dunia saat memperjuangkan agar kampung halamannya tak tergerus oleh pabrik semen PT Semen Indonesia.

Ibu Patmi meninggal sehari setelah selesai mengikuti aksi mengecor kaki pakai semen di depan Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Wafatnya menuai simpati dari banyak kalangan di daerah Indonesia. Tapi, kematiannya belum mampu menggugah para penguasa untuk tak merusak alam dan lahan pencarian para petani di lereng Gunung Kendeng.

baca juga

Patmi, bukan satu-satunya penerus trah perjuangan Kartini. Terdapat banyak “Kartini” yang meski tak seterkenal si Raden Ajeng, tetap diakui sebagai perempuan tangguh dan mampu melawan ketidakadilan. Salah satunya adalah Marsinah.

Marsinah adalah perempuan buruh PT Catur Putra Surya (CPS) Sidoarjo. Ia ditemukan sudah tak bernyawa, 8 Mei 1993, setelah dinyatakan hilang selama tiga hari sebelumnya.

Tragis, Jenazahnya ditemukan dibuang di hutan Dusun Jegong, Nganjuk, Jawa Timur. Melalui visum, ditemukan banyak tanda penyiksaan, termasuk di bagian kelamin Marsinah.

Kisah Tragis Marsinah bermula pada awal 1993. Persisnya ketika Gubernur Jawa Timur kala itu mengeluarkan surat edaran berisi imbauan agar pengusaha menaikkan upah buruhnya. Surat tersebut menjadi dasar buruh PT CPS untuk menuntut kenaikan upah.

Mereka lantas menggelar aksi massa tanggal 3 dan 4 Mei. Marsinah menjadi motor penggerak aksi tersebut.

Selang sehari, 5 Mei, 13 buruh yang ikut demonstrasi diinterogasi di markas Kodim Sidoarjo. Mereka dipaksa mengundurkan diri dari perusahaan, karena dianggap menggelar rapat gelap dan menghalang-halangi rekannya masuk kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini 'Kunci' Perempuan Bisa Emban Berbagai Peran Sekaligus

Ini 'Kunci' Perempuan Bisa Emban Berbagai Peran Sekaligus

Lifestyle | Sabtu, 22 April 2017 | 14:14 WIB

Hari Kartini, Begini Cara TAUZIA Hotels Manjakan Perempuan

Hari Kartini, Begini Cara TAUZIA Hotels Manjakan Perempuan

Press Release | Sabtu, 22 April 2017 | 11:42 WIB

Interview: Luna Maya Tampilkan 20 Sosok Kartini Masa Kini

Interview: Luna Maya Tampilkan 20 Sosok Kartini Masa Kini

Entertainment | Sabtu, 22 April 2017 | 09:22 WIB

Survei: Hanya 20 Persen Perempuan Bekerja di Bidang Teknologi

Survei: Hanya 20 Persen Perempuan Bekerja di Bidang Teknologi

Lifestyle | Sabtu, 22 April 2017 | 09:12 WIB

Mensos: Filsafat Keagamaan dan Kebhinekaan Kartini Sangat Dalam

Mensos: Filsafat Keagamaan dan Kebhinekaan Kartini Sangat Dalam

News | Sabtu, 22 April 2017 | 08:54 WIB

Hari Kartini, Pertamina Gratiskan Seliter BBM untuk Perempuan

Hari Kartini, Pertamina Gratiskan Seliter BBM untuk Perempuan

News | Jum'at, 21 April 2017 | 21:48 WIB

Ini Makna Perjuangan Kartini bagi Anies

Ini Makna Perjuangan Kartini bagi Anies

Video | Jum'at, 21 April 2017 | 21:47 WIB

Guyon dan Nyinyir Lewat Tagar #Kartinikekinian

Guyon dan Nyinyir Lewat Tagar #Kartinikekinian

Tekno | Jum'at, 21 April 2017 | 19:22 WIB

Wapres Amerika: Kartini, Pelopor Emansipasi Perempuan

Wapres Amerika: Kartini, Pelopor Emansipasi Perempuan

News | Jum'at, 21 April 2017 | 17:58 WIB

Meme-meme Kocak Hari Kartini 2017

Meme-meme Kocak Hari Kartini 2017

Tekno | Jum'at, 21 April 2017 | 19:05 WIB

Terkini

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:17 WIB

Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat

Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:08 WIB

Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator

Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:07 WIB

UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total

UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:57 WIB

Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan

Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:47 WIB

Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya

Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:43 WIB

Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak

Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:39 WIB

MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!

MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:59 WIB

Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer

Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:45 WIB

Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki

Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:32 WIB