Malaysia Airlines Capai Kesepakatan dengan Keluarga Korban MH17

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Selasa, 02 Mei 2017 | 15:57 WIB
Malaysia Airlines Capai Kesepakatan dengan Keluarga Korban MH17
Penjelasan tim investigasi gabungan terkait insiden penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17, di Nieuwegein, Belanda, 28 September 2016 lalu. [AFP/Emmanuel Dunand]

Suara.com - Pihak Malaysia Airlines pada Selasa (2/5/2017), mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan salah satu keluarga Australia yang empat anggota keluarganya menjadi korban tragedi MH17.

Adalah pasangan Anthony Maslin dan Marite Norris asal Perth, yang harus kehilangan tiga anak mereka, Evie (10), Mo (12) dan Otis (8), beserta kakek mereka, dalam kejadian di mana pesawat Boeing 777 itu ditembak jatuh di langit Ukraina pada 2014 lalu.

Menurut pihak maskapai melalui pernyataan resminya, telah tercapai "sebuah kesepakatan rahasia yang bersahabat dengan keluarga Maslin dan dengan begitu tuntutan (keluarga itu) telah dicabut". Pihak Malaysia Airlines menolak membeberkan lebih jauh soal kesepakatan itu dengan alasan privasi.

Lebih jauh, pihak maskapai juga menyatakan bahwa sejauh ini, sejumlah keluarga korban lainnya juga sudah mencapai kesepakatan dengan mereka. Sementara pihak keluarga yang lain disebut "masih menuntut kompensasi dan meminta dikabulkannya klaim mereka sesuai yurisdiksi masing-masing (negara)".

Kepada AFP, seorang pengacara yang mewakili keluarga enam kru Malaysia Airlines MH17, mengatakan bahwa pihak maskapai telah menawarkan jumlah kompensasi tertentu pada Juni tahun lalu, namun telah ditolak oleh perwakilan keluarga.

"Ada tawaran lain pada Januari lalu, dan kami masih mempertimbangkan," ungkap Saw Wei Siang sang pengacara, Selasa (2/5).

Tuntutan dari Malaysia pada Juni tahun lalu itu hanya berselang dua pekan setelah masuknya tuntutan dari 33 keluarga korban asal Australia, Selandia Baru dan Malaysia, yang terutama ditujukan kepada Rusia dan Presiden Vladimir Putin melalui Pengadilan HAM Eropa.

Diketahui, MH17 ditembak jatuh di langit timur Ukraina pada 17 Juli 2014, saat dalam penerbangan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. Semua penumpang dan kru berjumlah 298 orang tewas, di mana sebagian besar berkebangsaan Belanda.

Sebuah tim investigasi kriminal yang dipimpin pihak Belanda, pada September lalu menyimpulkan bahwa sebuah rudal BUK yang dibawa dari Rusia-lah yang menjatuhkan pesawat itu. Rudal disebut ditembakkan dari sebuah lapangan di wilayah Ukraina yang saat itu diketahui dikuasai pemberontak pro-Rusia. Namun tidak dipastikan siapa sebenarnya pihak yang menembakkan rudal itu. [AFP]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Malaysia Airlines Jadi yang Pertama Lacak Pesawat dengan Satelit

Malaysia Airlines Jadi yang Pertama Lacak Pesawat dengan Satelit

Tekno | Rabu, 19 April 2017 | 19:43 WIB

Misteri 1045 Hari Hilangnya Pesawat dan 239 Orang di Atasnya

Misteri 1045 Hari Hilangnya Pesawat dan 239 Orang di Atasnya

Video | Rabu, 18 Januari 2017 | 20:43 WIB

Malaysia, Australia dan Cina Menyerah, MH370 Tetap Jadi Misteri

Malaysia, Australia dan Cina Menyerah, MH370 Tetap Jadi Misteri

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 14:50 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB