35 Hari di Singapura, Novel Telah Jalani 4 Operasi

Ardi Mandiri

Kamis, 18 Mei 2017 | 06:00 WIB
35 Hari di Singapura, Novel Telah Jalani 4 Operasi
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dipindahkan untuk menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mata Jakarta, Selasa (11/4). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan akan menjalani operasi mata di Singapore National Eye Centre (SNEC), Kamis (18/5) .

"Pada Kamis (18/5) akan dilakukan operasi untuk 2 mata Novel. Operasi penting dilakukan karena matanya sudah mencapai titik tertentu yang menurut analisa medis pertumbuhan pemeriksaan selaput kornea kiri dan kanan stagnan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu.

Pada 11 April 2017, seusai shalat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh dua pengendara motor. Air keras itu mengenai mata Novel sehingga ia dibawa ke SNEC pada 12 April 2017, artinya Novel sudah dirawat selama 35 hari di sana.



"Ada 4 tindakan persiapan operasi yang telah dilakukan, yaitu pengecekan kornea mata, pengambilan sampel darah dan urin, x-ray pada toraks dan tes cardio. Mulai tengah malam ini Novel diminta puasa untuk kebutuhan pelaksanaan operasi besok," ungkap Febri.

Menurut Febri, untuk mata kanan Novel masih terdapat peradangan di bagian tengah, namun tekanan mata normal dan tidak ada infeksi sejauh ini. Sedangkan mata kiri, tekanan mata kembali meningkat mencapai angka 20.

"Jadi perlu cepat untuk dilakukan operasi untuk mencegah terjadi hal lain dan mendorong pertumbuhan kornea di mata Novel," kata Febri.

Terkait pengusutan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel, KPK mempersilakan Polda Metro Jaya memeriksa mantan anggota Komisi II dari Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani yang ditahan di KPK karena sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Pemanggilan saksi-saksi atau pihak-pihak lain dalam proses hukum dalam hal ini karena MSH (Miryam S Haryani) masih dalam proses penahanan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan kepolisian, prinsipnya kami mendorong pengungkapan kasus Novel karena hingga hari ini yaitu hari ke-36 sejak novel diserang dan belum ada pelaku utama yang melakukan penyerangan," ungkap Febri.

Pada hari ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Miryam akan diperiksa karena berpotensi menyimpan dendam atas penetapannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan memberikan keterangan palsu di persidangan perkara Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Selain itu, menurut Argo, penyidik juga akan memeriksa sejumlah pihak terkait kasus lain yang pernah ditangani oleh Novel.

"Tapi kami masih menunggu surat panggilan dari kepolisian kalau dibutuhkan pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka yang ada di KPK," tambah Febri.

Namun Febri menilai bahwa sebaiknya polisi mengungkapkan lebih dulu pelaku di lapangan sebelum mencari pelaku utama penyerangan.

"Meskipun kita perlu tahu lebih dulu pelaku penyerangan di lapangan siapa dan baru diketahui siapa yang mendukung penyerangan sehingga tidak semua kasus yang ditangani Novel atau kasus lain yang terkait perlu diperiksa," tambah Febri.

Miryam disangkakan melanggar pasal 22 jo pasal 35 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang mengatur mengenai orang yang sengaja tidak memberi keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp600 juta.

Dalam persidangan pada Kamis (23/3) di Pengadilan Tipikor Jakarta diketahui Miryam S Haryani mengaku diancam saat diperiksa penyidik terkait proyek kasus KTP Elektronik (KTP-E).

"BAP isinya tidak benar semua karena saya diancam sama penyidik tiga orang, diancam pakai kata-kata. Jadi waktu itu dipanggil tiga penyidik," kata Miryam sambil menangis.

Salah satu penyidik yang mengancam dirinya menurut Miryam adalah Novel Baswedan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Besok, Mata Novel Baswedan Harus Dioperasi di Singapura

Besok, Mata Novel Baswedan Harus Dioperasi di Singapura

News | Rabu, 17 Mei 2017 | 19:48 WIB

Polri Tolak Wacana Pembentukan Tim Independen Kasus Teror Novel

Polri Tolak Wacana Pembentukan Tim Independen Kasus Teror Novel

News | Selasa, 16 Mei 2017 | 07:16 WIB

Info Terbaru Kondisi Mata Novel Baswedan

Info Terbaru Kondisi Mata Novel Baswedan

News | Senin, 15 Mei 2017 | 15:58 WIB

Terkini

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:31 WIB

HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian

HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:30 WIB

Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi

Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:28 WIB

Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS

Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:26 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:19 WIB

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:17 WIB

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:15 WIB

Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran

Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:06 WIB

×