Anyir Darah Masih Tercium di Terminal Kampung Melayu

Minggu, 28 Mei 2017 | 12:47 WIB
Anyir Darah Masih Tercium di Terminal Kampung Melayu
Halte Transjakarta Kampung Melayu [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Bau anyir darah masih tercium dari sekitar halte bus Transjakarta, Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Minggu (28/5/2017), pagi.

Di tempat inilah empat hari yang lalu, tepatnya pada Rabu (24/5/2017), malam, dua orang meledakkan diri di sekitar halte tersebut. Akibatnya, tiga anggota Polri yang sedang tugas meninggal seketika dan sebelas orang lainnya luka-luka.

Sejak beberapa hari yang lalu, hingga hari ini, petugas membersihkan area tersebut. Tetapi, aroma anyir masih tercium.

Hari ini, petugas kembali melakukan pembersihan.

"Iya, soalnya masih banyak sisa darahnya di beberapa titik. Dari kemarin kami sudah bersihkan, kami kasih karbol agar tidak ada lalat dan bau," kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur Budi Mulyanto di Terminal Kampung Melayu.

Selain menggunakan obat karbol, petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kebersihan juga menyemprotkan bahan kimia untuk menghilangkan bau amis serta mencegah virus.

Hingga beberapa hari kedepan, petugas akan melakukan pembersihan secara bertahap sampai benar-benar tidak tercium lagi bau darah.

"Kami semprot anti bacteria juga supaya sehat, nggak ada virus atau kuman begitu. Jadi masyarakat bisa nyaman kalau menggunakan transportasi di sini," ujar Budi.

Rencananya, besok jam 15.00 WIB, halte tersebut akan kembali dioperasikan untuk umum.

Anggota JAD

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengumumkan identitas dua terduga bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu.

"Sudah teridentifikasi melalui sidik jari maupun data di lapangan serta hasil tes DNA yang selesai sore ini. Yang pertama positif Ichwan Nurul Salam melalui pembanding putranya dan yang kedua melalui pembanding ibu kandung, positif Ahmad Syukri," kata Tito dalam jumpa pers di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (26/5/2017).

Tito mengatakan keduanya merupakan anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah sel Bandung Raya. JAD merupakan jaringan yang berafiliasi dengan ISIS.

"Mereka berdua tergabung dalam JAD. Ini adalah pendukung utama dari ISIA. Kedua orang ini masuk ke dalam jaringan Bandung raya, penyerangan ini sudah direncanakan oleh mereka," tambah Tito.

Kapolri mengimbau masyarakat tetap tenang. Sebab, kata dia, anggotanya akan segera membereskan kasus bom di Terminal Kampung Melayu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

REKOMENDASI

TERKINI