Lawan Krisis Iklim, Pemuda Lereng Merapi Boyolali Sulap Peternakan Domba Jadi Nol Limbah

Vania Rossa

Rabu, 10 Juni 2026 | 19:50 WIB
Lawan Krisis Iklim, Pemuda Lereng Merapi Boyolali Sulap Peternakan Domba Jadi Nol Limbah
Peternakan domba dan kambing di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, menjadi model bisnis hijau yang berkelanjutan dan digerakkan oleh generasi muda. (ChildFund Internasional di Indonesia)
baca 10 detik
  • Anak muda di Desa Suroteleng, Boyolali, menginisiasi kelompok Agro Lestari Muda sejak tahun 2024 untuk mengembangkan peternakan ramah lingkungan.
  • Program Green Recovery Initiative oleh ChildFund dan YKSB berhasil mengubah peternakan tradisional menjadi model bisnis modern berbasis sirkular ekonomi.
  • Inisiatif ini menciptakan lapangan kerja, mengelola limbah menjadi pupuk organik, serta menjadi pusat edukasi peternakan bagi masyarakat lokal.

Suara.com - Di tengah hantaman krisis iklim yang kian nyata dan tantangan pemulihan ekonomi di tingkat tapak, secercah harapan muncul dari ketinggian lereng Gunung Merapi.

Sekelompok anak muda di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, berhasil mengubah wajah peternakan tradisional menjadi model bisnis hijau modern yang ramah lingkungan.

Langkah progresif ini dimotori oleh program Green Recovery Initiative (GRI), sebuah kolaborasi strategis antara ChildFund Internasional di Indonesia bersama Yayasan Keluarga Sejahtera Boyolali (YKSB). Program ini hadir di saat yang tepat: menjadi jawaban atas ambruknya sektor peternakan sapi akibat hantaman wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) beberapa waktu lalu, yang memaksa warga beralih ke komoditas domba dan kambing.

"Pemulihan ekonomi dan pemulihan lingkungan perlu berjalan seiring. Melalui GRI, kami mendorong kewirausahaan anak muda, penurunan emisi, dan penguatan rantai nilai ekonomi hijau secara terpadu," ujar Meinrad Indra Cahya, Senior Specialist - Livelihood ChildFund Internasional di Indonesia.

Agro Lestari Muda: Bukti Nyata Desa Jadi Pusat Ekonomi Baru

Peternakan domba dan kambing di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, menjadi model bisnis hijau yang berkelanjutan dan digerakkan oleh generasi muda. (ChildFund Internasional di Indonesia)
Peternakan domba dan kambing di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, menjadi model bisnis hijau yang berkelanjutan dan digerakkan oleh generasi muda. (ChildFund Internasional di Indonesia)

Wujud konkret dari gerakan ini lahir melalui Agro Lestari Muda, kelompok ternak yang diinisiasi dan dikelola sepenuhnya oleh generasi muda di Desa Suroteleng sejak tahun 2024.

Jauh dari kesan kumuh dan bau yang selama ini melekat pada kandang tradisional, kelompok ini menerapkan sistem peternakan terintegrasi (integrated farming system). Mereka memproduksi pakan konsentrat secara mandiri, membangun manajemen kandang panggung yang higienis, hingga menerapkan sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting) demi efisiensi air.

"Konsep green business bagi kami sederhana: tidak ada limbah yang dibuang sia-sia. Semua harus berputar kembali menjadi nilai ekonomi," tegas Rinto, Direktur Agro Lestari Muda.

Rinto optimis, jika potensi lokal dikelola dengan strategi lingkungan yang tepat, desa sangat bisa tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang mandiri.

baca juga

Dari Mahasiswi hingga Pelajar SMK: Semua Ambil Peran

Dampak positif dari sirkular ekonomi ini mulai menjalar ke berbagai lapisan masyarakat di Boyolali. Manfaatnya tidak hanya menyentuh aspek finansial, tetapi juga mengubah pola pikir (mindset) generasi muda.

Bagi Hanum, seorang mahasiswi setempat, mengaku mendapatkan perspektif baru tentang dunia peternakan.

"Program ini membuka wawasan saya bahwa peternakan modern bisa dikelola secara bersih, teratur, dan ramah lingkungan. Ini melatih kedisplinan kami sekaligus meningkatkan kepedulian pada isu iklim," ungkapnya.

Sementara bagi Ari Nugroho, salah satu peternak lokal, ua mengaku ikut bertransformasi. Ia tidak lagi kebingungan membuang kotoran ternak, melainkan menyulapnya menjadi pupuk organik bernilai jual.

"Rasanya bangga bisa bekerja profesional di desa sendiri sambil menjaga kelestarian lingkungan," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyelamatkan Bumi Tanpa Menunggu Pahlawan: 'Less Waste' dari Diri Sendiri

Menyelamatkan Bumi Tanpa Menunggu Pahlawan: 'Less Waste' dari Diri Sendiri

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:08 WIB

Krisis Iklim Bikin Ruang Kelas Makin Panas: Ngaruh ke Konsentrasi Siswa?

Krisis Iklim Bikin Ruang Kelas Makin Panas: Ngaruh ke Konsentrasi Siswa?

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:12 WIB

Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?

Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:55 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×