Sampai 5 Juni, Poso Tanggap Darurat Gempa

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 01 Juni 2017 | 21:18 WIB
Sampai 5 Juni, Poso Tanggap Darurat Gempa
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (29/12/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pemkab Poso, Sulawesi Tengah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari pada 30 Mei hingga 5 Juni untuk penanganan gempa bumi yang terjadi 29 Mei.

"Penanganan darurat dampak gempa 6,6 Skala Richter yang mengguncang daerah Poso dan sekitarnya pada 29 Mei masih terus dilakukan hingga saat ini," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/6/2017).

Pendataan masih terus dilakukan hingga saat ini dengan korban gempa empat orang luka berat, 21 orang luka ringan dan tidak ada korban jiwa meninggal dunia. Sebanyak 348 bangunan mengalami kerusakan yang meliputi 168 rumah rusak berat, 143 rumah rusak ringan, satu gereja rusak berat, lima gereja rusak ringan, 11 sekolah rusak berat, dua sekolah rusak ringan, dua masjid rusak ringan dan enam perkantoran mengalami kerusakan. Sebanyak 328 kepala keluarga (KK), kata dia, mengungsi karena rumah mengalami kerusakan dan menghindari gempa susulan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sudah terjadi 200 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang menurun. Masyarakat mengungsi di sekitar lingkungan rumahnya dengan mendirikan tenda, terpal dan memanfaatkan sisa bangunan yang ada.

Sutopo mengatakan daerah yang banyak mengami kerusakan meliputi tujuh kecamatan di Kabupaten Poso yaitu Kecamatan Lore Utara, Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, Lore Peore, Poso Kota, Poso Kota Utara dan Lage.

Daerah yang paling parah mengalami kerusakan adalah di Kecamatan Lore Utara meliputi Desa Sidoa, Alitupu, Wuasa, Watumaeta, Kaduwa dan Dodolo.

Pengungsi, kata dia, tersebar di Desa Sidoa sebanyak 292 KK pengungsi dan 36 KK di Desa Alitupu. Di Desa Alitupu terdapat 31 rumah rusak berat, 48 rumah rusak ringan, dua gereja rusak berat, tiga gereja rusak ringan dan dua masjid rusak ringan.

Sedangkan di Desa Watumaeta terdapat 32 rumah rusak berat, 58 rumah rusak ringan, 2 sekolah rusak berat, 3 gereja rusak berat dan 1 masjid rusak berat.

Adanya bangunan sekolah yang rusak berat, lanjut dia, maka aktivitas belajar di sekolah diliburkan di Desa Alitupu dan di Desa Watumeta karena ruangan belajar tidak dapat digunakan. BPBD Kabupaten Poso bersama TNI, Polri, SAR, SKPD, PMI, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Bantuan terus disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

BPBD Sulawesi Tengah telah memberikan bantuan berupa paket kesehatan keluarga 38 paket, family kit 55 paket, paket makanan tambahan gizi 18 dos, paket lauk pauk 38 dos, matras 80 lembar, paket kidsware 12 paket, mie instan 50 dos, ikan kaleng 15 dos dan tenda gulung 20 lembar.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah listrik, air bersih, selimut, tenda pengungsi dan bahan permakanan. Di beberapa tempat listrik masih padam.

Menurut dia, Poso merupakan daerah rawan gempa. Sumber gempa 66,6 SR berasal dari aktivitas Sesar Palolo Graben. Sesar Palolo merupakan satu di antara lima sesar aktif yang sering menimbulkan gempa di Sulawesi Tengah.

Sesar Palolo, kata dia, memanjang 70 kilometer dan membentuk lembah Palolo dan lembah Sopu. Sesar ini aktif dan beberapa kali terjadi gempa yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan seperti tahun 1995, 2005 dan 2012.

Pada kejadian gempa tahun 2012 dengan kekuatan gempa 6,2 SR mengakibatkan 5 orang meninggal dunia, 94 orang luka-luka dan 1.626 rumah rusak.

"Dengan alam yang seperti ini hendaknya penataan ruang dan penerapan code building harus ditegakkan. Bangunan dan perumahan harus memenuhi kaidah konstruksi tahan gempa. Masyarakat juga terus ditingkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa agar korban dan kerugian dapat ditekan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Memilukan, Kakak Ingin Selamatkan Adik, Malah Dua-duanya Tewas

Memilukan, Kakak Ingin Selamatkan Adik, Malah Dua-duanya Tewas

News | Kamis, 01 Juni 2017 | 19:19 WIB

Tiga Korban Luka Ringan Dalam Gempa Bumi di Poso

Tiga Korban Luka Ringan Dalam Gempa Bumi di Poso

News | Selasa, 30 Mei 2017 | 09:02 WIB

Jokowi Perintahkan Tindak Lanjuti Investment Grade

Jokowi Perintahkan Tindak Lanjuti Investment Grade

Bisnis | Selasa, 30 Mei 2017 | 06:50 WIB

Gempa 6,6 SR Guncang Poso, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa 6,6 SR Guncang Poso, Tidak Berpotensi Tsunami

News | Selasa, 30 Mei 2017 | 00:55 WIB

Morowali Diguncang Gempa 4 SR

Morowali Diguncang Gempa 4 SR

News | Senin, 29 Mei 2017 | 06:38 WIB

Gempa 4,2 SR Goyang Malaka

Gempa 4,2 SR Goyang Malaka

News | Minggu, 28 Mei 2017 | 11:04 WIB

Gempa 5,6 SR Landa Iran, Dua Tewas, 370 Luka-luka

Gempa 5,6 SR Landa Iran, Dua Tewas, 370 Luka-luka

News | Minggu, 14 Mei 2017 | 13:51 WIB

Gempa 6,4 SR Landa Alaska

Gempa 6,4 SR Landa Alaska

News | Selasa, 09 Mei 2017 | 01:36 WIB

Sinabung Makin Sering dan Rutin Erupsi

Sinabung Makin Sering dan Rutin Erupsi

News | Minggu, 07 Mei 2017 | 13:07 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×