Bisakah Revisi UU Anti Terorisme Sudahi Ideologi Teroris?

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Sabtu, 03 Juni 2017 | 12:49 WIB
Bisakah Revisi UU Anti Terorisme Sudahi Ideologi Teroris?
Peneliti Kajian Strategis Intelijen dari Universitas Indonesia Ridlwan Habib dalam diskusi bertajuk 'Membedag Revisi UU Anti Terorisme' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6/2017). [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, harus bisa menyudahi perkembangan ideologi yang menjadi dasar aksi-aksi teroristik.

Sebab, UU No 15/2003 tentang antiterorisme sementara ini hanya mengatur aparat penegak hukum untuk menindak aksi-aksi teroristik tanpa memunyai sistem pencegahan.

 “Saya kira harus menemukan apa pusat dari adanya terorisme, apa yang membuatnya masih ada, nah, itu yang harus dimatikan,” kata Peneliti Kajian Strategis Intelijen dari Universitas Indonesia Ridlwan Habib, dalam diskusi  bertajuk 'Membedag Revisi UU Anti Terorisme' di Warung Daun, Cikini,  Jakarta Pusat, Sabtu (3/6/2017).

Menurutnya, UU antiterorisme yang ada saat ini tak bisa menyelesaikan akar masalah aksi-aksi teror. Itu dibuktikan dengan banyaknya teroris yang ditangkap setiap tahun, tapi aksi teroristik  justru terus menghantui Indonesia.

“Pelaku teror di Kampung Melayu, misalnya, menjalin kontak juga dengan Aman Abdurrahman di Nusakambangan. Ini membuktikan ketia di penjara, ideologinya masih ada. Pertanyaannya, apakah pasal-pasal UU itu bisa mematikan apinya? " tuturnya.

Karenanya, Ridlwan menilai tindakan represif kurang tepat untuk memberantas terorisme hingga ke akar-akarnya. Bahkan, upaya tersebut dapat menimbulkan tindakan balas dendam dari teroris lain.

“Penangkapan bukan solusi, kalau represif bisa memicu semangat balas dendam. Kasus di Lampung 2010, Wahono, dia gagal menikah, adiknya menggantikan menikah. (Wahono) dibawa ke Jakarta, diinterogasi, di Lampung, statusnya gagal menikah. Wahono ini viral dan menjadi bahan bakar yang lain untuk menuding polisi, aparat, represif kepada umat Islam,” tutur Ridlwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Peran Penting Tiga Teman Bomber Kampung Melayu

Ini Peran Penting Tiga Teman Bomber Kampung Melayu

News | Sabtu, 03 Juni 2017 | 04:54 WIB

Tiga Teman Bomber Kampung Melayu Jadi Tersangka

Tiga Teman Bomber Kampung Melayu Jadi Tersangka

News | Jum'at, 02 Juni 2017 | 15:08 WIB

Polres Garut Konfirmasi Penangkapan Warga Terkait Bom Bunuh Diri

Polres Garut Konfirmasi Penangkapan Warga Terkait Bom Bunuh Diri

News | Kamis, 01 Juni 2017 | 17:27 WIB

Bom Panci Kampung Melayu Diduga 'Made in Garut'

Bom Panci Kampung Melayu Diduga 'Made in Garut'

News | Kamis, 01 Juni 2017 | 14:04 WIB

Ada Kardus Panci di Rumah Terduga Teroris Kampung Melayu

Ada Kardus Panci di Rumah Terduga Teroris Kampung Melayu

News | Kamis, 01 Juni 2017 | 13:56 WIB

Tulis Bom Kampung Melayu Rekayasa Polisi, Ahmad Ditahan Polisi

Tulis Bom Kampung Melayu Rekayasa Polisi, Ahmad Ditahan Polisi

News | Rabu, 31 Mei 2017 | 15:37 WIB

Bom Kampung Melayu, Densus 88 Geledah Kontrakan di Bogor

Bom Kampung Melayu, Densus 88 Geledah Kontrakan di Bogor

News | Selasa, 30 Mei 2017 | 23:32 WIB

Bom Kampung Melayu, Mata Yogi Rusak Total, Dilarikan ke Singapura

Bom Kampung Melayu, Mata Yogi Rusak Total, Dilarikan ke Singapura

News | Selasa, 30 Mei 2017 | 19:33 WIB

Densus 88 Tangkap Dua Pria yang Bertemu Pelaku Bom Kampung Melayu

Densus 88 Tangkap Dua Pria yang Bertemu Pelaku Bom Kampung Melayu

News | Selasa, 30 Mei 2017 | 19:19 WIB

Pansus RUU Anti Terorisme: TNI Berwenang Berantas Teroris

Pansus RUU Anti Terorisme: TNI Berwenang Berantas Teroris

News | Selasa, 30 Mei 2017 | 13:43 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×