Lelaki Muslim Sembunyikan 64 Orang Kristen dari Perburuan ISIS

Dythia Novianty

Kamis, 08 Juni 2017 | 06:47 WIB
Lelaki Muslim Sembunyikan 64 Orang Kristen dari Perburuan ISIS
Tentara Filipina berpatroli di Kota Marawi, Pulau Mindanao, Filipina. (AFP)

Suara.com - Seorang lelaki Muslim mendapat pujian dan dianggap menjadi pahlawan di Filipina. Dia berhasil menyembunyikan 64 orang Kristen dari gerilyawan ISIS yang memburu mereka di pulau Mindanao, Filipina.

Sekelompok orang bersenjata berat dari Maute, menyerbu kota Marawi di pulau itu pekan lalu dan terlibat pertempuran sengit dengan tentara Filipina. Kelompok yang juga menyebut dirinya Negara Islam Lanao, dilaporkan didukung oleh ISIS dan telah menargetkan orang-orang Kristen.

Militan tersebut dilaporkan telah merencanakan untuk mendirikan markas mereka sendiri di pulau tersebut, seperti disampaikan beberapa pejabat. Hal tersebut terungkap dari munculnya sebuah video yang menunjukkan pemimpin mereka dalam sebuah pertemuan strategi rahasia.

Meskipun 90 persen orang Filipina mengidentifikasi diri sebagai orang Kristen, Mindanao, di bagian paling selatan negara ini, adalah mayoritas Muslim dan telah menjadi sasaran pemberontak Islam selama bertahun-tahun.

Presiden Rodrigo Duterte, yang sebelumnya adalah walikota Davao City di pulau tersebut, telah mengumumkan darurat militer dan mengirim tentara untuk merebut kembali kota tersebut yang menyebabkan pertempuran berlangsung.

Sekitar 90 persen penduduk, 180.000 orang, telah melarikan diri dari pertempuran. Beberapa di antaranya tidak dapat melarikan diri.

Norodin Alonto Lucman, seorang mantan politisi Muslim dan pemimpin klan tradisional, membuka rumahnya untuk sekitar 71 orang, termasuk 64 orang Kristen, ketika mereka tidak dapat melarikan diri.

"Orang-orang Kristen tidak dapat meninggalkan kota, jadi saya harus bertanggung jawab melindungi mereka. Hari-hari berikutnya, pekerja Kristen lainnya berlindung di rumah saya. Ada sekitar 64 dari mereka di tangan saya dan saya sangat yakin bahwa tidak ada yang terjadi pada mereka", tambahnya.

Dia mengatakan, jika para militan menginginkan mereka harus melewati mayatnya terlebih dahulu.

baca juga

Lucman kemudian membawa mereka ke tempat yang aman di luar kota dengan melambai-lambaikan bendera putih. Dia mengatakan bahwa mereka terpaksa melarikan diri karena mereka hampir kelaparan.

Dia menggambarkan sebuah pemandangan kehancuran di pusat kota dan mengatakan bahwa jalanan dipenuhi mayat dan puing-puing yang membusuk.

"Saya hampir muntah saat kami berjalan", katanya.

Diperkirakan ada lebih dari 1.000 orang tewas. Perkiraan resmi pemerintah menempatkan korban tewas pada 120 militan, 38 pasukan pemerintah dan 20 warga sipil. [Independent]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

16 WNI yang Terjebak di Marawi Kembali ke Indonesia Malam Ini

16 WNI yang Terjebak di Marawi Kembali ke Indonesia Malam Ini

News | Sabtu, 03 Juni 2017 | 19:06 WIB

Satu Perempuan dan 37 Lelaki WNI Terlibat Perang di Filipina

Satu Perempuan dan 37 Lelaki WNI Terlibat Perang di Filipina

News | Jum'at, 02 Juni 2017 | 15:35 WIB

Aksi Tembakan Polisi Filipina-ISIS Terjadi di Hotel Manila

Aksi Tembakan Polisi Filipina-ISIS Terjadi di Hotel Manila

News | Jum'at, 02 Juni 2017 | 02:10 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×