Komnas HAM Jelaskan Alasan Ingin Urus Aduan Kriminalisasi Ulama

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 09 Juni 2017 | 14:19 WIB
Komnas HAM Jelaskan Alasan Ingin Urus Aduan Kriminalisasi Ulama
Komisioner Komnas HAM Bidang Subkomisi Media Hafid Abbas. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Komisioner Komnas HAM Bidang Subkomisi Media Hafid Abbas mengatakan laporan adanya dugaan kriminalisasi ulama tak lepas pascaPemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta.

Laporan tersebut terkait laporan Presidium Alumni 212 terkait dugaan kriminalisasi kepada ulama, yakni pimpinan FPI Rizieq Shihab dan Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath.

Hal ini disampaikan usai melakukan pertemuan antara Komnas HAM dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Polri, Bareskrim Polri, di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (9/6/2017).

"Jadi ini memang persoalannya berkisar pada pascapemilukada di DKI, tapi kan memang terjadi polarisasi, Islam kan dianggap didiskriminasi, diresahkan," ujar Hafid.

Hafid menilai adanya popularisasi memberikan dampak serius yakni dampak popularisasi pendukung Ahok dan bukan pendukung Ahok dan isu komunisme yang harus segera dihentikan.

"Sayang sekali ada stigma bahwa mereka yang tidak mendukung salah satu ini mucul spekulasi bahwa dia anti Pancasila, NKRI, kebhinnekaan. Padahal sebenarnya itu hanya adalah hanya selling poin dari masing-masing kelompok yang mestinya harus segera dihentikan. Sebab yang ingin kita bangun kebersamaan adalah Pancasila untuk semua. Jadi bukan Pancasila untuk saya dan NKRI untuk saya. Tapi Pancasila untuk kita dan NKRI untuk Kita," kata dia.

Menurut Hafid, pertemuan tersebut diharapkan ada pertemuan lanjutan antara Komnas HAM dan Kemenko Polhukam untuk mengambil langkah-langkah bersama.

Kata Hafid, jika masalah tersebut tidak segera diselesaikan akan muncul 3 D yakni Delay, Denail dan Disaster.

"Kalau ingin delay, semakin berlarut-larut maka masalahnya akan semakin luas. Dan akan muncul denail. Saling menyalahkan sana-sini. Akhirnya terjadi friksi-friksi sosial. Kemudian tentu yang tidak kita inginkan adalah disaster. Bencana sosial, karena negara kita negara besar," ucap Hafid.

baca juga

"Tentu banyak kepentingan yang menginginkan negara ini terpuruk, semakin kacau. Dan potensial dikacaukan karena ada kesenjangan sosial yang sangat ekstrim. Bayangkan saja kita tercatat negara paling tinggi kesenjanga ssosialnya di antara-negara-negara asia dan pasifik. Kita keempat terbesar kesenjanghan sosialnya di dunia daan kemungkinan naik lagi nomor 3 nomor dua di dunia," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komnas HAM Minta Pemerintah Tutup Kasus Rizieq Shihab

Komnas HAM Minta Pemerintah Tutup Kasus Rizieq Shihab

News | Jum'at, 09 Juni 2017 | 12:58 WIB

Urus Aduan Kriminalisasi Ulama, Komnas HAM Bertemu Wiranto

Urus Aduan Kriminalisasi Ulama, Komnas HAM Bertemu Wiranto

News | Jum'at, 09 Juni 2017 | 11:09 WIB

Komnas HAM Mendukung Fatwa MUI Tentang Penggunaan Medsos

Komnas HAM Mendukung Fatwa MUI Tentang Penggunaan Medsos

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 15:22 WIB

Komnas HAM Sesalkan Media Sosial Jadi Sarang Ujaran Kebencian

Komnas HAM Sesalkan Media Sosial Jadi Sarang Ujaran Kebencian

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 14:00 WIB

Soal Persekusi, Komnas HAM: Kebebasan Tak Boleh Hina Orang Lain

Soal Persekusi, Komnas HAM: Kebebasan Tak Boleh Hina Orang Lain

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 13:46 WIB

Komnas HAM Kutuk Aksi Persekusi

Komnas HAM Kutuk Aksi Persekusi

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 12:37 WIB

Komnas HAM ke KPK Urus Kasus Penyiraman Novel

Komnas HAM ke KPK Urus Kasus Penyiraman Novel

News | Senin, 05 Juni 2017 | 15:24 WIB

Komnas HAM Pantau Kasus Makar dan Ulama, Buat Apa?

Komnas HAM Pantau Kasus Makar dan Ulama, Buat Apa?

News | Senin, 05 Juni 2017 | 14:26 WIB

Komnas HAM Tindaklanjuti Laporan 'Kriminalisasi Ulama'

Komnas HAM Tindaklanjuti Laporan 'Kriminalisasi Ulama'

News | Senin, 05 Juni 2017 | 13:15 WIB

Terkini

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×