Komnas HAM ke KPK Urus Kasus Penyiraman Novel

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Senin, 05 Juni 2017 | 15:24 WIB
Komnas HAM ke KPK Urus Kasus Penyiraman Novel
Para Komisioner Komnas HAM jumpa pers di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2017). (/suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Sejumlah Komisioner Komisi Nasional Has Asasi Manusia (Komnas HAM) mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti kasus penyiraman air keras kepada salah satu penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Kejadian ini kurang lebih dua bulan lalu.

"Kebetulan kami akan ketemu KPK untuk menyandingkan data yang ada pada kami dan data di KPK," kata Komisioner Komnas HAM, Manajer Nasution di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2017).

Menurut Manajer, kasus Novel selalu menjadi pertanyaan tersendiri bagi publik.

"Keluarga Novel meminta tim dari Komnas HAM bertemu dengan pimpinan KPK. Kita mau sandingkan data-data dari keluarga Novel ini sama data dan informasi yang ada pada KPK," ujar Manajer.

Kata dia, kasus yang menimpa Novel tidak dilihat sebagai masalah Novel sendiri, melainkan masalah juga bagi para pegiat antikorupsi.

"Dulu di Medan, di Makassar, di Madura ada yang dulu pernah mengalami hal yang sama, ada juga Tama (ICW) yang sempat dijanjikan akan dibantu. Kalau kasus ini nggak diselesaikan, akan membuat takut (pegiat antikorupsi)," tutur Manajer.

"Ini sudah 55 hari, kalau ini kasus biasa ini sudah selesai. Terorisme saja, kasus luar biasa begitu cepat diselesaikan. Paling cuma 3-4 hari pelakunya sudah ketemu. Komnas HAM melihat Novel ini adalah kasus luar biasa," kata Manajer.

Komnas HAM juga meminta kepada Kepolisian melaporkan perkembangan penyilidikan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan kepada publik.

"Pihak Kepolisian harus menyampaikan perkembangan dan proses report, supaya KPK dan publik, serta keluarga akan tahu perkembangan kasusnya," kata Komisioner Komnas HAM lain, Natalius Pigai.

baca juga

Menurut Natalius, agar Kepolisian mendapatkan kepercayaan dari publik, maka lembaga itu mestinya terbuka sejauhmana perkembangan kasus tersebut. Sebab, sudah 55 hari kejadian itu berlalu, Polisi belum juga menemukan pelakunya.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM lainnya, Hafid Abas menilai bahwa kasus Novel merupakan ujian bagi bangsa Indonesia.

"Kalau ini tertunda (pengungkapan), masyarakat luas bisa ragu dengan lembaga ini (Polisi). Sebab kasus yang ditangani Novel bukan kasus biasa," kata Hafid.

Hafid berharap, Polisi dan KPK segera mengungkap kasus tersebut dan melaporkan secara terbuka kepada publik dan keluar Novel sendiri.

"Mudah-mudahan secepatnya. Kita ada pertemuan di KPK, bahwa proses ini tidak tertunda, dan dapat diterima oleh masyarakat luas," kata Hafid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komnas HAM Pantau Kasus Makar dan Ulama, Buat Apa?

Komnas HAM Pantau Kasus Makar dan Ulama, Buat Apa?

News | Senin, 05 Juni 2017 | 14:26 WIB

Keluarga Minta Polisi Berani Tangkap Penyerang Novel Baswedan

Keluarga Minta Polisi Berani Tangkap Penyerang Novel Baswedan

News | Senin, 05 Juni 2017 | 08:49 WIB

Dugaan Kriminalisasi Ulama, Komnas HAM Siap Temui Pemerintah

Dugaan Kriminalisasi Ulama, Komnas HAM Siap Temui Pemerintah

News | Sabtu, 03 Juni 2017 | 02:27 WIB

Mata Novel Diuji Baca Huruf dan Angka, Bagaimana Hasilnya?

Mata Novel Diuji Baca Huruf dan Angka, Bagaimana Hasilnya?

News | Kamis, 01 Juni 2017 | 19:32 WIB

Ada Perkembangan Pencarian Penyerang Novel, KPK Rahasiakan

Ada Perkembangan Pencarian Penyerang Novel, KPK Rahasiakan

News | Selasa, 30 Mei 2017 | 20:53 WIB

42 Hari Dirawat, Ini Kondisi Terakhir Novel Baswedan

42 Hari Dirawat, Ini Kondisi Terakhir Novel Baswedan

News | Selasa, 23 Mei 2017 | 18:39 WIB

Komnas HAM Nilai Pengungkapan Kasus Novel Baswedan Lambat

Komnas HAM Nilai Pengungkapan Kasus Novel Baswedan Lambat

News | Selasa, 23 Mei 2017 | 17:16 WIB

Tak Ada Perkembangan, TPF Desak Polisi Ungkap Kasus Novel

Tak Ada Perkembangan, TPF Desak Polisi Ungkap Kasus Novel

News | Selasa, 23 Mei 2017 | 15:27 WIB

Komnas HAM Nilai Cara Penangkapan Pesta Gay Atlantis Langgar HAM

Komnas HAM Nilai Cara Penangkapan Pesta Gay Atlantis Langgar HAM

News | Selasa, 23 Mei 2017 | 15:11 WIB

Terkini

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:43 WIB

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 12:42 WIB

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:30 WIB

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 12:28 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:25 WIB

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:20 WIB

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:19 WIB

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:17 WIB

Pemula Wajib Tahu! 4 Cara Pilih Raket Badminton Biar Gak Salah Beli

Pemula Wajib Tahu! 4 Cara Pilih Raket Badminton Biar Gak Salah Beli

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:15 WIB

×