DPR Dinilai Tengah Alami 'Sindrom Gagal Paham'

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Kamis, 15 Juni 2017 | 18:17 WIB
DPR Dinilai Tengah Alami 'Sindrom Gagal Paham'
Kelompok Indonesia Waras datangi KPK tolak hak Angket yang diajukan DPR, Kamis (15/6/2017) [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Kelompok Indonesia waras sebut Dewan Perwakilan Rakyat sedang mengalami sindrom gagal paham ketika mengajukan hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena itu tindakan DPR tersebut dinilai telah menghina akal sehat rakyat Indonesia sebagai pemegang kedaulatan yang sah.

"DPR sedang mengalami 'sindrom gagal paham', sebab pembentukan angket terhadap KPK bertentangan dengan UU No. 17 Tahun 2014 tentang MD3," kata koordinator Kelompok Indonesia Waras Sys Ns di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (15/6/2017).

Kata dia Pasal 79 ayat (3) UU MD3 tersebut sudah sangat tegas menyebutkan bahwa hak angket bertujuan untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan suatu undang-undang dan atau kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

"Ketentuan ini sangat jelas menyatakan, penggunaan hak angket oleh DPR ditujukan kepada eksekutif, bukan kepada penegak hukum. Kami waras, karena itu kami mengetahui dan mengerti bahwa KPK adalah institusi penegak hukum," katanya.

Karena itu, Koordinator kelompok yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat tersebut mempertanyakan tujuan DPR soal hak angket tersebut.

"Lalu apa substansi angket DPR terhadap KPK? Ada dua hal, yakni tentang kebocoran informasi dan konflik internal. Kami sangat waras. Sebaliknya DPR gagal paham, sehingga tidak mampu lagi memahami bahwa yang mereka maksudkan adalah hal teknis yang tidak perlu diangketkan," kata Sys.

Dia pun menilai bahwa angket adalah kedok dan alat bagi DPR untuk membungkam bahkan membunuh KPK. Sebab, kalau kembali ke dasar hukumnya, Pasal 201 UU MD3 juga sudah menegaskan bahwa panitia angket harus berasal dari semua fraksi di DPR, bukan hanya sebagian besar.

"Tetapi demi kepentingan pribadi dan komplotan, tanpa nurani DPR mengakali aturan, dan ingin mengubah UU demi akal bulus DPR lalu dinyatakan sah. Kami waras, sehingga kami malu memiliki wakil seperti DPR. Ingatlah, kami rakyat waras, tak mau dibodohi," katanya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Arswendo Kirim Surat ke DPR Tolak Hak Angket KPK

Arswendo Kirim Surat ke DPR Tolak Hak Angket KPK

News | Kamis, 15 Juni 2017 | 18:09 WIB

DPR Ancam KPK Jika Tak Izinkan Miryam Datang ke Pansus

DPR Ancam KPK Jika Tak Izinkan Miryam Datang ke Pansus

News | Kamis, 15 Juni 2017 | 17:24 WIB

Datangi KPK, Kelompok Indonesia Waras Tolak Hak Angket

Datangi KPK, Kelompok Indonesia Waras Tolak Hak Angket

News | Kamis, 15 Juni 2017 | 17:21 WIB

Gamawan Fauzi Kembali Diperiksa KPK

Gamawan Fauzi Kembali Diperiksa KPK

Foto | Kamis, 15 Juni 2017 | 17:13 WIB

Politisi Gerindra Sebut KPK Takut Miryam ke Pansus Angket KPK

Politisi Gerindra Sebut KPK Takut Miryam ke Pansus Angket KPK

News | Kamis, 15 Juni 2017 | 16:47 WIB

KPK Tak Setuju UU KPK Masuk KUHP

KPK Tak Setuju UU KPK Masuk KUHP

News | Kamis, 15 Juni 2017 | 16:32 WIB

Jika Dipanggil Pansus, KPK Belum Bersikap Apakah Pergi atau Tidak

Jika Dipanggil Pansus, KPK Belum Bersikap Apakah Pergi atau Tidak

News | Kamis, 15 Juni 2017 | 15:39 WIB

Tokoh Kristiani Dukung KPK

Tokoh Kristiani Dukung KPK

Foto | Kamis, 15 Juni 2017 | 15:21 WIB

Novel Didorong Sebut Nama Jenderal yang Hambat Kasusnya

Novel Didorong Sebut Nama Jenderal yang Hambat Kasusnya

News | Kamis, 15 Juni 2017 | 15:05 WIB

Terkini

Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah

Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 13:05 WIB

Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan

Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 13:00 WIB

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:43 WIB

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 12:42 WIB

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:30 WIB

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 12:28 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:25 WIB

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:20 WIB

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:19 WIB

×