Joni-Isa dan Aisyah akan Dinikahkan Mensos, Baru Dibuatkan Rumah

Siswanto | Erick Tanjung | Suara.com

Jum'at, 16 Juni 2017 | 21:30 WIB
Joni-Isa dan Aisyah akan Dinikahkan Mensos, Baru Dibuatkan Rumah
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjenguk keluarga miskin yang terlantar, J‎oni-Isa (55), [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Setelah mengunjungi keluarga Joni-Isa di tempat penampungan Rumah Perlindungan Sosial‎ Anak Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (16/62017), Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemerintah akan membangunkan rumah buat mereka di Tambora, Jakarta Barat. Dengan demikian, Joni, istri dan ketiga anak tak lagi tinggal di gang sempit yang kumuh.

"‎Pak lurah (setempat) menyiapkan lahan yang memungkinkan dibangun untuk keluarga Pak Joni.‎ Dan tadi saya sudah sampaikan kalau kami akan membantu membangunkan rumah untuk keluarga ini," kata Khofifah di Bambu Apus.

‎Namun sebelum membangunkan rumah layak huni, pemerintah akan menikahkan Joni dan Aisyah terlebih dahulu. Ternyata, Joni dan Aisyah selama ini belum menikah secara resmi.

"Karena ternyata mereka belum punya surat keterangan nikah, jadi memang ini saling berkelindan.‎ Maka tidak benar kalau kita menyiapkan keluarga dalam satu rumah tanpa ikatan perkawinan yang sah. Dan Pak Joni setuju untuk dinikahkan, supaya ada surat nikah sebagai bagian dari legalitas keluarga mereka," ujar dia.

Akta kelahiran untuk ketiga anak Joni dan Aisyah juga akan diurus, termasuk KTP.

"Dari surat nikah baru kemudian nanti ada KK, setelah ada KK akan ada KTP, setelah KT akan diurus akta kelahiran. Setelah itu semua maka berbagai program perlindungan sosial akan bisa mereka akses," kata dia.

Untuk sementara, Joni-Isa dan keluarganya akan dirawat di Bambu Apus sampa benar-benar siap kembali.

Kisah keluarga Joni dan Aisyah menjadi perhatian luas setelah viral di media sosial karena Aisyah melahirkan anak bungsu, Sari, di gang sempit dengan beralaskan kardus bekas.

Siang tadi, Khofifah‎ memeluk anak-anak Joni. Anak Joni nomor pertama sudah berusia delapan tahun, dan anak keduanya berusia enam tahun. Keduanya tampak kurus.
Menteri Sosial menyapa anak-anak, lalu memberikan hadiah boneka, makanan-makanan ringan, dan mainan.

Dua anak perempuan Joni senang sekali menerimanya.

Khofifah juga sempat menggendong bayi Joni yang baru berusia satu bulan. Kondisi bayi cukup memprihatinkan. Dia menderita gizi buruk. Begitu pula dengan dua anaknya yang lain yang juga mal nutrisi.

"Bagaimana nak, Lisa dan Santi (anak Joni) suka bonekanya. Ini lagi kue-kuenya, silakan ambil sayang," kata Khofifah yang berbincang dengan anak-anak Joni.

Khofifah kemudian berbincang-bincang dengan Joni dan istri, Aisyah.

Joni bersama keluarga selama ini tinggal di gang sempit dan kumuh di daerah Tambora, Jakarta Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:44 WIB

Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal

Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:39 WIB

Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos

Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:29 WIB

Tinjau Polresta Kupang, Wamen PANRB: Respons Cepat Polisi Mampu Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Tinjau Polresta Kupang, Wamen PANRB: Respons Cepat Polisi Mampu Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:22 WIB

Asap Kebakaran Kalideres Diduga Mengandung Gas Beracun, Damkar Kerahkan Robot Pemadam

Asap Kebakaran Kalideres Diduga Mengandung Gas Beracun, Damkar Kerahkan Robot Pemadam

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:23 WIB

Pakai Masker! Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, Terburuk Keempat di Dunia

Pakai Masker! Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, Terburuk Keempat di Dunia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:10 WIB

Top 20 Kekuatan Militer Dunia Berdasarkan Personel Aktif: Indonesia Nomor Berapa?

Top 20 Kekuatan Militer Dunia Berdasarkan Personel Aktif: Indonesia Nomor Berapa?

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:03 WIB

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kemendagri Siap Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Daerah

Kemendagri Siap Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Daerah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:45 WIB

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Komoditas Cabai Merah

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Komoditas Cabai Merah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:39 WIB