Mahalnya Arti Mudik Lebaran Bagi Perantauan di Papua

Reza Gunadha | Suara.com

Selasa, 20 Juni 2017 | 05:51 WIB
Mahalnya Arti Mudik Lebaran Bagi Perantauan di Papua
ILUSTRASI- Pembangunan jalan di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (23/3).

Suara.com - Menggunakan moda transportasi angkutan pesawat udara menjadi pilihan utama bagi warga perantau di wilayah Papua demi menjalankan tradisi mudik lebaran menuju kampung halaman di Pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi hingga Jakarta.

Meski harga tiket pesawat udara ke berbagai kota tujuan di Pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi melonjak tinggi sejak memasuki masa arus mudik lebaran H-14, tetap saja animo warga perantauan untuk mudik menggunakan pesawat udara terbilang tinggi.

Tradisi mudik lebaran bagi warga perantauan yang bekerja di wilayah paling timur Indonesia—Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat—merupakan sesuatu yang rutin dilakukan setiap tahun. Ini karena mereka ingin merayakan hari raya bersama keluarga, kerabat, sanak famili dan tetangga yang akan menjadi kenangan manis para pemudik di perantauan.

"Merayakan hari lebaran berkumpul bersama keluarga menjadi sebuah tradisi tahunan. Ya ini program tahunan rutin dilakukan perantauan meski harus naik pesawat mengeluarkan biaya mahal," ungkap Warno, warga perantauan yang mudik ke Yogyakarta dengan pesawat di Bandara Biak.

Ia mengakui, pilihan untuk setiap warga perantauan di Papua dan Papua Barat yang akan mudik lebaran ke kampung halaman hanya dua opsi transportasi yakni menggunakan pesawat udara dan kapal laut.

Untuk transportasi udara, lanjut Warno, biaya yang dikeluarkan sangat mahal mencapai belasan juta rupiah guna membeli tiket pulang menuju kampung halaman untuk dua orang penumpang pesawat hingga kembali lagi ke tanah perantauan.

Kelebihan menggunakan pesawat udara, lanjutnya, meski biaya yang dikeluarkan sangat mahal namun waktu tempuh menuju kampung halaman dapat lebih cepat dibanding menggunakan kapal laut memakan waktu enam hingga tujuh hari.

"Untuk warga perantauan mudik lebaran dengan pesawat udara sebagai kebutuhan walaupun membeli tiketnya sangat mahal dibanding menggunakan kapal laut," ungkap pemudik tujuan Yogyakarta itu.

Data diperoleh Antara untuk harga tiket pesawat udara tujuan Biak-Makassar menjelang hari raya lebaran melonjak berkisar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta dibanding hari biasanya sebesar Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta/penumpang.

Sedangkan harga tiket pesawat udara tujuan Biak-Surabaya mencapai Rp2,7 jutaan/penumpang dibanding sebelumnya Rp1,9 juta hingga Rp2,2 juta/penumpang.

Untuk harga tiket tujuan Biak-Jakarta menjelang lebaran Idul Fitri naik mencapai Rp4 juta hingga Rp5 jutaan/penumpang dibanding sebelumnya Rp2,7 hingga Rp3 jutaan/penumpang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemudik Asal NTT Melahirkan Putra Pertama di atas Kapal

Pemudik Asal NTT Melahirkan Putra Pertama di atas Kapal

News | Senin, 19 Juni 2017 | 23:47 WIB

Ini Prediksi Puncak Arus Mudik, Naik 80 Ribu Kendaraan

Ini Prediksi Puncak Arus Mudik, Naik 80 Ribu Kendaraan

News | Senin, 19 Juni 2017 | 18:52 WIB

Awasi Mudik Jalur Udara, Kominfo Dibantu AirNav Indonesia

Awasi Mudik Jalur Udara, Kominfo Dibantu AirNav Indonesia

News | Senin, 19 Juni 2017 | 18:39 WIB

Kominfo Pastikan Jaringan Telekomunikasi di Jalur Mudik Aman

Kominfo Pastikan Jaringan Telekomunikasi di Jalur Mudik Aman

Tekno | Senin, 19 Juni 2017 | 17:19 WIB

H-6 Lebaran, 26.695 Orang Mudik dari Jabodetabek

H-6 Lebaran, 26.695 Orang Mudik dari Jabodetabek

News | Senin, 19 Juni 2017 | 17:03 WIB

Lampu Jalan Tambahan Dipasang di Jalur Mudik Cijapati

Lampu Jalan Tambahan Dipasang di Jalur Mudik Cijapati

News | Senin, 19 Juni 2017 | 16:47 WIB

Dishub DKI Klaim Cek Layak Jalan 971 Bus untuk Mudik

Dishub DKI Klaim Cek Layak Jalan 971 Bus untuk Mudik

News | Senin, 19 Juni 2017 | 16:02 WIB

Terkini

Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun ke Kas Negara, Kejagung Klaim Selamatkan Jutaan Hektar Hutan

Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun ke Kas Negara, Kejagung Klaim Selamatkan Jutaan Hektar Hutan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:27 WIB

Geledah Rumah Heri Black, KPK Temukan Bukti Dugaan Perintangan Penyidikan dalam Kasus Bea Cukai

Geledah Rumah Heri Black, KPK Temukan Bukti Dugaan Perintangan Penyidikan dalam Kasus Bea Cukai

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:20 WIB

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:06 WIB

WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney

WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:54 WIB

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:53 WIB

Legislator PDIP Soroti Kelangkaan Solar Subsidi: Petani Bisa Gagal Panen

Legislator PDIP Soroti Kelangkaan Solar Subsidi: Petani Bisa Gagal Panen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:49 WIB

Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU

Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:42 WIB

Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'

Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:35 WIB

'Ini Tidak Bisa Dilepas!', Nadiem Makarim Muncul Pakai Gelang Detektor di Sidang Korupsi Chromebook

'Ini Tidak Bisa Dilepas!', Nadiem Makarim Muncul Pakai Gelang Detektor di Sidang Korupsi Chromebook

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:32 WIB

KPK Duga Dua Ajudan Bantu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terima Gratifikasi

KPK Duga Dua Ajudan Bantu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terima Gratifikasi

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:28 WIB