Pembunuh Polisi Sumut dari Kelompok Teroris JAD

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 25 Juni 2017 | 12:48 WIB
Pembunuh Polisi Sumut dari Kelompok Teroris JAD
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyambangi KPK, di Jakarta Senin (19/6). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengungkapkan penyerang polisi di Mapolda Sumatera Utara di Medan, Minggu dinihari, merupakan sel dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Ini disinyalir masih ada sel dari kelompok JAD yang punya inten, yang niat melakukan serangan di sana," kata Tito usai bersilahturahmi dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Negara Jakarta, Minggu (25/6/2017).

Kapolri mengatakan pihaknya masih mengembangkan ke pelaku lain terkait penyerangan yang menyebabkan Aiptu M Sialingging tewas. Kapolri mengaku sebelumnya sudah ada tiga terduga teroris yang ditangkap dan kedua pelaku tersebut merupakan sisa sel yang tersisa.

"Mudah-mudahaan kekuatannya tidak terlalu besar," harapnya.

Tito mengungkapkan kronologis kejadian penyerangan polisi oleh dua orang tak dikenal di pos jaga pintu keluar Mapolda Sumatera Utara.

"Tadi pagi dua orang melompat pagar dan menyerang satu orang petugas yang kemungkinan besar sedang tidur, almarhum Aiptu Martua Sialingging," ungkap Kapolri.

Kejadian tersebut, lanjut Tito, dilihat oleh polisi lainnya yang langsung dikejar oleh dua pelaku penyerang tersebut.

"Polisi lain melihat kejadian itu, kemudian berbalik lari karena tidak bersenjata sambil berteriak. Ada petugas jaga dari Brimob langsung melakukan tembakan kepada dua orang ini, satu meninggal dan satunya terluka, tapi masih hidup," ungkap Kapolri.

Atas penyerangan ini, Kapolri mengaku telah memerintahkan semua jajarannya, baik kesatuan maupun pribadi, untuk memperkuat pengamanan masing-masing.

baca juga

Kapolri kembali mengingatkan bahwa kelompok ini selalu menyerang polisi yang dianggap sebagai "kafir harbi" atau kafir yang menyerangnya.

"Mereka berkali-kali sampaikan karena polisi dianggap 'kafir harbi', kafir yang menyerang mereka. Itu harus diprioritaskan," katanya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Aiptu M Sialingging tewas diserang orang tidak dikenal ketika sedang menjalankan tugas jaga di pintu keluar Mapolda Sumatera Utara di Medan, Ahad dinihari.

Personel Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sumut itu tewas setelah mengalami luka tusuk di bagian pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada kiri.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan peristiwa penyerangan itu terjadi pos jaga Pintu 3 yang merupakan jalur keluar Mapolda Sumut.

Pelaku berjumlah dua orang yang masuk ke lingkungan Mapolda Sumut dengan cara melompat pagar dan melakukan penyerangan terhadap petugas di pos jaga.

Pada saat kejadian, pos penjagaan di Pintu 3 dijaga oleh empat personel Yanma Polda Sumut. Dua orang melakukan patroli, sedangkan bertugas di pos yakni Aiptu M Sigalingging dan Brigadir E Ginting.

Ketika dua orang tidak dikenal itu memasuki pos penjagaan, Aiptu M Sigalingging sedang beristirahat di ruang jaga, sedangkan Brigadir E Ginting berjaga dan jalan di depan pos penjagaan.

Kemudian, Brigadir E Ginting mendengar suara ribut di pos penjagaan dan melihat ada dua orang asing sudah berada di dalam kamar yang digunakan Aiptu M Sigalingging untuk berisitirahat.

Setelah mengetahui ada keributan dan pelaku mengancam dengan pisau, Brigadir E Ginting lari dan berteriak untuk meminta bantuan kepada anggota Satuan Brimob yang sedang patroli dan yang bertugas di pos Jaga 2. Anggota Satuan Brimob yang berjaga langsung melakukan penyerangan dengan menembak pelaku. Satu orang pelaku meninggal dunia di tempat dan satu orang lagi masih hidup.

Akibat penyerangan tersebut, Aiptu M Sigalingging meninggal dunia dengan luka tusuk di bagian pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada kiri yang diduga akibat perkelahian dan perlawanan di pos jaga.

Pihak kepolisian sedang melakukan pendalaman serta pengembangan atas peristiwa penyerangan tersebut. "Pelaku diduga berafiliasi dengan ISIS," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembunuh Tikam Leher, Dada dan Tangan Polisi Sumatera Utara

Pembunuh Tikam Leher, Dada dan Tangan Polisi Sumatera Utara

News | Minggu, 25 Juni 2017 | 10:50 WIB

Lintas Medan Dikko Marinir

Lintas Medan Dikko Marinir

Foto | Sabtu, 24 Juni 2017 | 14:53 WIB

Polisi Akan Tanya Jenderal yang Halangi Kasus Novel

Polisi Akan Tanya Jenderal yang Halangi Kasus Novel

News | Jum'at, 23 Juni 2017 | 15:21 WIB

Ini Daftar Tersangka Bom Kampung Melayu dan Keterlibatannya

Ini Daftar Tersangka Bom Kampung Melayu dan Keterlibatannya

News | Kamis, 22 Juni 2017 | 19:12 WIB

Viral! Polisi Ini Lumpuhkan Perampok dengan Pelukan

Viral! Polisi Ini Lumpuhkan Perampok dengan Pelukan

News | Kamis, 22 Juni 2017 | 13:42 WIB

Polisi Periksa Saksi Kunci Kasus Penyiraman Novel Baswedan

Polisi Periksa Saksi Kunci Kasus Penyiraman Novel Baswedan

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 20:10 WIB

Indonesia-Spanyol Kerjasama Penanggulangan Terorisme

Indonesia-Spanyol Kerjasama Penanggulangan Terorisme

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 13:52 WIB

Polres Jakpus Tangkap Pembawa Air Softgun saat Razia

Polres Jakpus Tangkap Pembawa Air Softgun saat Razia

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 13:45 WIB

Sebelum Ditembak Ledakkan Stasiun Brussels, Pelaku: Allahu Akbar

Sebelum Ditembak Ledakkan Stasiun Brussels, Pelaku: Allahu Akbar

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 07:21 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×