Kapal Diguncang Ombak, Jatuh dan Hilang di Laut Saat Selfie

Siswanto Suara.Com
Rabu, 28 Juni 2017 | 17:42 WIB
Kapal Diguncang Ombak, Jatuh dan Hilang di Laut Saat Selfie
Ilustrasi orang tenggelam. [Shutterstock]
Mahbud (18), penumpang kapal Kapal Motor Penumpang Mutiara Alas III, terjatuh saat berswafoto (selfie) di Selat Bali dan sampai sekarang belum ditemukan, Rabu (28/6/2017). Kejadian tersebut terjadi ketika kapal hendak sandar ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

"Dari keterangan saksi-saksi, ia berdiri terlalu ke pinggir sehingga saat kapal diterpa ombak ia terjatuh. Ini bukan kecelakaan transportasi," kata Kepala Otoritas Pelabuhan Penyeberangan /Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk I Made Astika, dikutip dari Antara, Rabu (28/6/2017).

Mahbud tercatat menyeberang ke Bali dengan tujuan melakukan ziarah religi bersama rombongannya yang menumpang satu bus.

Saat kapal menunggu giliran sandar di Pelabuhan Gilimanuk dan mengapung dengan jarak sekitar 100 meter dari dermaga, Mahbud berdiri di pinggir kapal untuk berswafoto. Dia terjatuh saat kapal diguncang ombak.

Made Astika mengatakan bahwa dalam setiap penyeberangan cuaca selalu tidak menentu sehingga petugas maupun anak buah kapal senantiasa mengimbau penumpang untuk tidak berdiri terlalu dekat di pinggir kapal. Ombak besar bisa datang setiap saat yang membuat kapal oleng.

KMP Mutiara Alas III berangkat dari Kabupaten Pasururan, Provinsi Jawa Timur. Kapal ini sudah dinyatakan layak berlayar sesuai Surat Persetujuan Berlayar yang dikeluarkan syahbandar.

Koordinator Pos SAR (search and rescue) Jembrana, Ida Bagus Suray Wirawan, mengatakan masih melakukan pencarian korban bersama tim gabungan dari Polisi Perairan, TNI Angkatan Laut, dan petugas pelabuhan.

"Sesuai arus laut, pencarian kami mengarah ke sisi selatan dengan radius dua mil dari tempat kejadian. Tapi, sampai sekarang korban belum kami temukan," katanya.

Dia mengatakan nelayan sekitar Kelurahan Gilimanuk sudah diberitahu tenang kejadian itu, agar mereka sambil melaut dapat ikut membantu mencari korban.

Pencarian akan dilakukan maksimal selama tujuh hari, dan ia pun berharap cuaca di Selat Bali mendukung sehingga korban bisa ditemukan.

"Kondisi saat ini,arus di Selat Bali cukup kencang dengan arah yang terus berubah-ubah. Biasanya tubuh korban mengikuti arah arus air," demikian Ida Bagus Suray Wirawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI