Darah Brimob yang Ditikam Teroris Masih Membekas di Karpet Masjid

Reza Gunadha | Erick Tanjung | Suara.com

Sabtu, 01 Juli 2017 | 11:05 WIB
Darah Brimob yang Ditikam Teroris Masih Membekas di Karpet Masjid
Juned, Marbot Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, menunjukkan noda darah anggota Brimob yang ditikam terduga teroris pada Jumat (30/6/2017) malam. [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Noda darah anggota Brigade Mobil (Brimob) Polri yang ditikam pelaku teror masih menempel di karpet pada saf ketiga dalam Masjid Falatehan, dekat Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Pengurus masjid tampak belum membersihkan noda darah karpet tersebut.

"Belum dicuci dan belum diganti, darahnya kan juga tidak banyak," kata Juned (37), Marbot Masjid Falatehan, Sabtu (1/7/2017).

Dia menuturkan, karpet yang terkena darah itu belum dicuci bukan karena dilarang aparat kepolisian. Menurutnya, membersihkan karpet itu juga tidak harus menunggu izin dari Polisi.

"Tidak (perlu tunggu izin polisi), mungkin dari DKM (Dewan Keluarga Masjid) saja. Kalau dari kepolisian melarang akan beda cerita," tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menilai aksi penikaman terhadap dua anggota Brimob Polri seusai salat Isya, Jumat (30/6/2017) malam, sudah terencana.

Menurutnya, pola penyerangan dua anggota Brimob ini mirip dengan penyerangan terduga teroris di Markas Polda Sumatera Utara, Minggu (25/6).

"Ini hampir sama kayak (penyerangan Markas Polda) di Medan, mereka menyerang anggota (Polisi)," kata Setyo kepada wartawan di lokasi kejadian.

Namun, dia belum bisa memastikan apakah pelaku yang menyerang dua anggota Brimob itu satu jaringan dengan terduga teroris penyerang Mapolda Sumut.

"Belum tahu ya, nanti lihat perkembangan. Sekarang masih dalam pendalaman, masih olah TKP," imbuhnya.

Sementara itu, saat ini Polisi telah menemukan tanda pengenal dari lelaki yang menikam dua anggota Brimob tersebut.

Dalam kartu tanda pengenal tertulis nama warga dengan inisial Md dengan tanggal lahir 24 April 1989. Alamat yang tercantum dalam tanda pengenal tersebut yaitu Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Statusnya pelajar atau mahasiswa.

Md tewas ditempat setelah ditembak petugas saat hendak ditangkap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fadli Zon Sesalkan Teror Terhadap Polsi Kembali Terjadi

Fadli Zon Sesalkan Teror Terhadap Polsi Kembali Terjadi

News | Sabtu, 01 Juli 2017 | 10:17 WIB

Sangkur yang Menikam Dua Anggota Brimob Sepanjang 25-30 Cm

Sangkur yang Menikam Dua Anggota Brimob Sepanjang 25-30 Cm

News | Sabtu, 01 Juli 2017 | 09:21 WIB

Demi Pergi Perang, Teroris Medan Rela Utang ke Bank Rp20 Juta

Demi Pergi Perang, Teroris Medan Rela Utang ke Bank Rp20 Juta

News | Sabtu, 01 Juli 2017 | 08:19 WIB

Pekik 'Thogut' Teroris Penikam Dua Brimob di Masjid Falatehan

Pekik 'Thogut' Teroris Penikam Dua Brimob di Masjid Falatehan

News | Sabtu, 01 Juli 2017 | 07:28 WIB

Sangkur Penikam Dua Brimob Bisa Didapat dari 'Toko Online'

Sangkur Penikam Dua Brimob Bisa Didapat dari 'Toko Online'

News | Sabtu, 01 Juli 2017 | 06:40 WIB

Dua Anggota Brimob Ditikam

Dua Anggota Brimob Ditikam

Foto | Sabtu, 01 Juli 2017 | 04:34 WIB

Ransel Milik Penikam Brimob Diledakkan oleh Petugas

Ransel Milik Penikam Brimob Diledakkan oleh Petugas

News | Sabtu, 01 Juli 2017 | 03:36 WIB

Kondisi Dua Brimob Korban Penikaman Stabil dan Sadar

Kondisi Dua Brimob Korban Penikaman Stabil dan Sadar

News | Sabtu, 01 Juli 2017 | 01:22 WIB

Soal Teror pada Aparat Kepolisian, Ini Komentar Mendagri

Soal Teror pada Aparat Kepolisian, Ini Komentar Mendagri

News | Sabtu, 01 Juli 2017 | 00:27 WIB

Polri: Penikaman Dua Brimob di Masjid Terencana

Polri: Penikaman Dua Brimob di Masjid Terencana

News | Jum'at, 30 Juni 2017 | 22:57 WIB

Terkini

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB