Suara.com - Suasana Masjid Al-Kautsar yang terletak di area Markas Polda Metro Jaya nampak tidak biasa saat para jamaah melaksanakan salat Jumat, (7/7/2017) di masjid tersebut. Pengamanan di masjid itu terlihat sangat ketat.
Bahkan, para jamaah yang hendak memasuki kawasan masjid harus diperiksa belasan anggota Brimob. Dari pantuan, dua alat metal detector juga disiapkan di pintu masuk masjid.
Masyarakat atau anggota polisi juga dilarang membawa tas ke dalam masjid. Di sekitar teras masjid juga disiapkan tempat penitipan barang.
Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana menjelaskan alasan pengamanan masjid diperketat guna mengantisipasi adanya ancaman teroris. Hal ini menyusul peristiwa penusukan dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan pada Jumat (30/6/2017).

"Gini kan teman-teman tahu bahwa markas komando dan keberadaan polisi di lapangan menjadi sasaran dari kelompok teroris," kata Suntana.
Dia menjelaskan pengetatan pengamanan juga dilakukan di Polsek dan Polres yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dia mengatakan setiap orang yang hendak memasuki kantor polisi harus diperiksa petugas keamanan.
"Hal yang wajar disemua kesatuan tidak hanya di Polda Metro meningkatkan keamanan dan menyeleksi semua orang yang masuk. Kita juga tidak mau itu semua terjadi (aksi teror)," kata dia.
Terkait pengamanan di Masjid Al-Kautsar, petugas mengamankan beberapa barang bawaan jamaah masjid. Barang yang diamankan diantaranya yakni tiga buah pisau pemotong (cutter), tiga buah gunting, tiga buah penggaris dan dua buah obeng.